MANAGED BY:
SELASA
24 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Februari 2018 11:38
Polisi Sebut Tidak Ada Unsur Kekerasan

DPRD Minta Wisata Pemandian KM 16 Ditutup Sementara

EVAKUASI: Korban yang berhasil dievakuasi dan dibawa tim gabungan untuk dibawa ke RS dr. H. Soemarno Sostroatmodjo, Minggu (11/2). SAMSUL UMARDHANY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bulungan membeberkan musibah tenggelamnya seorang warga Tarakan di objek Wisata Pemandian Kilometer 16 murni kecelakaan. Itu berdasarkan dari penyelidikan yang telah dilakukan.

Dijelaskan Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Ps. Kasubbag Humas Polres Bulungan, Aiptu Tutut Murdayanto, dari pemeriksaan terhadap tiga orang teman korban serta pemeriksaan terhadap mayat korban, bahwa kasus tersebut murni kecelakaan.

“Jadi ketiganya sudah diperiksa termasuk korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, awalnya korban yang mengajak ketiga temannya untuk berlomba siapa yang paling lama di dalam air,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (12/2).

Lanjut dikatakannya, karena tidak mengetahui pasti kondisi tempat pemandian tersebut, korban yang langsung menyelam hingga kedalaman beberapa meter, ternyata tidak mampu untuk naik ke permukaan. “Temannya yang satu orang naik ke permukaan setelah sekitar 30 detik menyelam, namun korban yang tak kunjung timbul, kemungkinan terlalu dalam dan nafasnya tak mampu bertahan,” sebutnya

“Arusnya juga lumayan, karena tidak mampu naik kemungkinan ia pun terserat hingga masuk ke celah batu yang ada dalam air, jadi dugaan sementara ia meninggal karena tenggelam,” sambungnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria tewas tenggelam saat berekreasi di lokasi Pemandian Wisata Kilometer 16 Tanjung Selor. Korban sempat tenggelam selama dua jam 30 menit sebelum ditemukan sekitar pukul 15.30 Wita, Minggu (11/2)

Dari pantauan Radar Kaltara di lapangan sekira pukul 14.00 Wita, tim pencari yang tergabung dari personel Kepolisian, BPBD Kaltara dan Bulungan, PMI, serta dibantu wisatawan yang saat itu berkunjung di objek wisata tersebut sempat kesulitan karena lokasi tenggelamnya korban berada di kedalaman sekitar 3 hingga 4 meter, serta korban terselip di sela bebatuan yang ada di dalam air.

Namun berkat usaha yang dilakukan para pencari, korban yang diketahui bernama Joko, warga Tarakan ini berhasil ditarik dari dalam air sekira pukul 15.30 Wita dan langsung dilarikan ke rumah sakit dr. H. Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor.

Dikatakan Arif (18), salah seorang wisatawan yang saat itu juga sedang berekreasi di objek wisata tersebut, peristiwa nahas tersebut terjadi sekira pukul 13.18 Wita, namun untuk detail kejadiannya ia tak mengetahui persis.

“Saya tahunya ada yang tenggelam sekira jam 1 siang itu, mengenai bagaimana ia bisa tenggelam saya tidak tahu persis karena lokasi yang berbeda, setelah tahu baru saya ke titik, ternyata sudah banyak wisatawan yang lainnya ikut menyaksikan proses evakuasi,” bebernya saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, informasi awal yang diterima media ini melalui Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Bulungan, Aiptu Sudarno mengatakan, pihaknya memang sedikit terlambat untuk datang ke lokasi, karena laporan juga terlambat. “Karena kondisi perjalanan yang jauh dan juga sulitnya akses komunikasi di TKP, makanya laporan juga terlambat ke kami,” sebutnya.

Disinggung mengenai kronologis kejadian, kata dia, dari data yang dihimpun pihaknya saat itu, korban bersama tiga orang temannya yang lain baru saja selesai mendekorasi acara pernikahan dan hendak berliburan di tempat tersebut.

“Setelah sampai dan menikmati pemandian yang ada di lokasi, Joko bersama dua orangnya yang ada, hendak berlomba menyelam, satu orang bertugas melihat waktu, korban dengan temannya yang biasa dipanggil Riki lah yang berlomba menyelam,” sebutnya.

Namun, lanjut ia katakan, setelah sekira 30 detik lamanya menyelam, si Riki keluar dari dalam air, namun tidak dengan korban. Diduga kata dia, korban menyelam terlalu dalam, sebab tempat dimana korban tenggelam dalamnya diperkirakan mencapai 3 meter lebih,” jelasnya. “Hanya itu data sementara yang kami punya, dan masih kami cari data-data yang lain,” sebutnya.

Sementara itu, menurut Kasat Sabhara Polres Bulungan AKP Sugeng Irianto yang memimpin jalannya evakuasi, mengaku kesulitan menarik korban dari dalam air, mengingat titik lokasi tenggelamnya korban memiliki kedalaman yang lumayan dalam.

“Kita sempat meraba-meraba dengan kayu di mana lokasi pastinya sebelum diselam untuk ditarik, tapi sulit ditemukan, setelah terus berusaha kita temukan lokasinya, mau diselam juga tak banyak yang tahan napasnya karena tubuh korban juga berat, ternyata di dasar air ada celah batu dan masuk di celah tersebut dan tersangkut,” urainya.

Dengan dibantu dari personel BPBD serta masyarakat dan wisatawan yang ada, menggunakan alat seadanya, korban berhasil diangkat dari dasar air. “Berkat usaha pihak-pihak yang ada, bisa kita angkat ke permukaan,” sebutnya.

Sementara, setelah Wisata Pemandian Kilometer 16 memakan korban, anggota Komisi III Bidang Ekonomi dan Pembangunan DPRD Bulungan, Markus Juk menegaskan agar objek wisata tersebut ditutup sementara.

“Kita harap objek wisata yang sudah dikunjungi masyarakat agar dilengkapi dengan safety dan guide, di mana tempat-tempat berbahaya. Karena itu merupakan tanggung jawab pihak pengelola,” ujarnya kepada Radar Kaltara, Senin (12/2).

Jika seperti ini tidak ada guide maupun safety-nya, maka pihak pengusaha tersebut tidak perlu memungut biaya masuk. Karena jika sudah ada biaya masuk, maka harus ada safety. Seperti yang diketahui untuk biaya masuk pihak pengelola menentukan Rp 5 ribu per orang. “Jadi pemerintah daerah harus menutup tempat itu (objek Wisata Pemandian Km 16, Red) untuk sementara, tidak boleh dikunjungi siapapun,” tegasnya.

Dan dirinya juga menegaskan agar pihak pengelola objek wisata tersebut dan objek wisata lainnya agar melengkapi alat-alat keselamatan sebagai antisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan. Serta, rambu peringatan untuk menunjukkan daerah-daerah yang berbahaya bagi pengunjung.

Sementata itu Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bulungan, Datu Jamlus mengatakan dengan adanya peristiwa orang tenggelam di objek wisata tersebut yang mengakibatkan meninggal dunia maka pihaknya akan melakukan evaluasi. “Kita tidak berani tutup, karena objek wisata itu dikelola pihak ketiga, bukan sepenuhnya milik pemerintah daerah,” ungkapnya.

Namun pihaknya tetap akan memberikan arahan kepada pihak pengelola tersebut. Karena seperti yang diketahui pihak pengelola tidak menyiapkan fasilitas atau alat keamanan, padahal menurut pria yang akrab disapa Jamlus ini, objek wisata tersebut memang harus dilengkapi dengan alat keamanan.

Dan dengan adanya kejadian itu pihaknya juga sudah meminta agar tidak menerima pengunjung dulu hingga masalah tersebut tuntas. Dan ditekankannya pihak pengelola agar melengkapi objek wisata tersebut dengan rambu peringatan di tempat-tempat yang dianggap berbahaya, salah satunya tempat korban tenggelam.

“Saat ini tidak boleh menerima pengunjung dulu sampai kasus ini selesai. Dan pengelola juga harus membenahi dan melengkapi objek wisata itu dengan rambu peringatan agar pengunjung tahu di mana daerah-daerah berbahaya,” pungkasnya. (sny/lee/eza)


BACA JUGA

Senin, 23 Juli 2018 21:12

TPI Masih Tunggu Dana Operasional

TANJUNG SELOR - Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan belum dapat mengoperasikan satu bangunan Tempat Pelelangan…

Senin, 23 Juli 2018 21:04

Mapolda Ini Akan Di-launching Kapolri

TANJUNG SELOR - Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit kembali melakukan peninjauan ke lokasi yang akan…

Senin, 23 Juli 2018 14:25

Pencari Kerja Didominasi Laki-laki

TANJUNG SELOR – Selama triwulan kedua, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)…

Senin, 23 Juli 2018 14:24

Presidium DOB Akan Temui Mendagri

TANJUNG SELOR – Moratorium pembentukan daerah otonomi baru (DOB) yang hingga kini belum dicabut…

Senin, 23 Juli 2018 14:22

Penyebab Kebakaran Diduga dari Kompor

TANJUNG SELOR – Rabu malam (18/7) lalu masyarakat di Desa Long Tungu, Kecamatan Peso Hilir…

Senin, 23 Juli 2018 14:20

Bandara Wajib Miliki X-ray

TANJUNG SELOR - Bukan hanya jalur laut maupun jalur ilegal di perbatasan yang menjadi perhatian Direktorat…

Senin, 23 Juli 2018 13:55

Jembatan Bulu Perindu Jadi Perlintasan Alternatif

TANJUNG SELOR - Jembatan Bulu Perindu, Kecamatan Tanjung Selor sejak dibangun Juli 2017 lalu tidak hanya…

Senin, 23 Juli 2018 13:54

Masih Empat Pulau Lagi Selesaikan Misi

Tim sepeda Jelajah Nusantara 2018, sebelum menuju ke Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara), Tanjung Selor…

Senin, 23 Juli 2018 13:53

Kampanyekan Gerakan Olahraga dan Asian Games 2018

  Sejak 30 Juni lalu, tim sepeda Jelajah Nusantara memulai perjalanan dari titik start di Pos Lintas…

Senin, 23 Juli 2018 13:52

Desain Speedboat Versi KNKT Masih Digodok

TANJUNG SELOR – Upaya dalam meminimalisir terjadinya musibah kecelakaan laut dan sungai di wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .