MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Februari 2018 10:13
Wisata Kilometer 16 ‘Makan’ Korban

Beradu Tahan Napas, Tersangkut di Celah Batu

TENGGELAM: Joko saat dievakuasi tim gabungan dari dalam air dengan kondisi yang sudah tidak bernyawa di Pemandian Wisata Kilometer 16 Tanjung Selor, Minggu (11/2). SAMSUL UMARDHANY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Seorang pria tewas tenggelam saat berekreasi di lokasi pemandian wisata Kilometer 16, Tanjung Selor. Korban sempat tenggelam selama dua jam 30 menit sebelum ditemukan sekitar pukul 15.30 Wita, Minggu (11/2)

Dari pantauan Radar Kaltara di lapangan sekira pukul 14.00 Wita, tim pencari yang tergabung dari personel Kepolisian, BPBD Kaltara dan Bulungan, PMI, serta dibantu wisatawan yang saat itu berkunjung di objek wisata tersebut sempat kesulitan karena lokasi tenggelamnya korban berada di kedalaman sekitar 3 hingga 4 meter serta korban terselip di sela bebatuan yang ada di dalam air.

Namun berkat usaha yang dilakukan para pencari, korban yang diketahui bernama Joko, warga Tarakan ini berhasil ditarik dari dalam air sekira pukul 15.30 Wita dan langsung dilarikan ke rumah sakit dr. H. Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor.

Dikatakan Arif (18), salah seorang wisatawan yang saat itu juga sedang berekreasi di objek wisata tersebut, peristiwa nahas tersebut terjadi sekira pukul 13.18 Wita, namun untuk detail kejadiannya ia tak mengetahui persis.

“Saya tahunya ada yang tenggelam sekira jam 1 siang itu, mengenai bagaimana ia bisa tenggelam saya tidak tahu persis karena lokasi yang berbeda, setelah tahu baru saya ke titik, ternyata sudah banyak wisatawan yang lainnya ikut menyaksikan proses evakuasi,” bebernya saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, informasi awal yang diterima media ini melalui Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Bulungan, Aiptu Sudarno mengatakan, pihaknya memang sedikit terlambat untuk datang ke lokasi, karena laporan juga terlambat. “Karena kondisi perjalanan yang jauh dan juga sulitnya akses komunikasi di TKP, makanya laporan juga terlambat ke kami,” sebutnya.

Disinggung mengenai kronologis kejadian, kata dia, dari data yang dihimpun pihaknya saat itu, korban bersama tiga orang temannya yang lain baru saja selesai mendekorasi acara pernikahan dan hendak berliburan di tempat tersebut.

“Setelah sampai dan menikmati pemandian yang ada di lokasi, Joko bersama dua orangnya yang ada, hendak berlomba menyelam, satu orang bertugas melihat waktu, korban dengan temannya yang biasa dipanggil Riki lah yang berlomba menyelam,” sebutnya.

Namun, lanjut ia katakan, setelah sekira 30 detik lamanya menyelam, si Riki keluar dari dalam air, namun tidak dengan korban. Diduga kata dia, korban menyelam terlalu dalam, sebab tempat dimana korban tenggelam dalamnya diperkirakan mencapai 3 meter lebih,” jelasnya.

“Hanya itu data sementara yang kami punya, dan masih kami cari data-data yang lain,” sebutnya.

Sementara itu, menurut Kasat Sabhara Polres Bulungan AKP Sugeng Irianto yang memimpin jalannya evakuasi, mengaku kesulitan menarik korban dari dalam air, mengingat titik lokasi tenggelamnya korban memiliki kedalaman yang lumayan dalam.

“Kita sempat meraba-meraba dengan kayu di mana lokasi pastinya sebelum diselam untuk ditarik, tapi sulit ditemukan, setelah terus berusaha kita temukan lokasinya, mau diselam juga tak banyak yang tahan napasnya karena tubuh korban juga berat, ternyata di dasar air ada celah batu dan masuk di celah tersebut dan tersangkut,” urainya.

Dengan dibantu dari personel BPBD serta masyarakat dan wisatawan yang ada, menggunakan alat seadanya, korban berhasil diangkat dari dasar air. “Berkat usaha pihak-pihak yang ada, bisa kita angkat ke permukaan,” sebutnya.

Kembali dikatakannya, tenggelamnya pria tersebut, berawal dari adanya ide untuk adu ketahanan napas dengan cara menyelam dengan temannya. Menurut keterangan temannya yang bersama menyelam, kata Sugeng, korban sebelumnya duduk di atas batu, lalu kemudian menyelam bersama. “Jadi korban ini tidak melompat, hanya duduk di atas batu lalu menyelam, mungkin terlalu dalam ia menyelam,” sebutnya.

Dari keterangan teman-teman korban salah satunya Khairul, yang berhasil dihimpun media ini, kejadian tersebut memang berawal dari ide mereka sendiri untuk berlomba menyelam untuk sekadar hiburan. Namun dirinya belum dapat memberikan komentar terlalu jauh, karena masih belum menyangka hal tersebut terjadi.

“Saya sendiri menyelam sekira 30 detik, lalu keluar dari dalam air, tapi si korban justru tidak muncul-muncul, karena lama akhirnya kami meminta pertolongan,” singkatnya.

Terkait kasus ini, dikatakan Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Ketiga orang teman korban akan kami mintai keterangan lebih lanjut,” singkatnya.

Sementara itu, Thomas pengelola wisata pemandian tersebut saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum dapat memberikan keterangan lebih lenjut, sebab ia mengakui informasi kejadian tersebut baru ia terima pada sore harinya. Disinggung mengenai apakah sejauh ini pihaknya tidak memasang rambu atau tanda kedalaman pada titik tertentu, dikatakannya memang belum dipasang. “Karena objek wisata ini juga masih dalam tahap pengembangan,” singkatnya. (sny/eza)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 21:36

Pembebasan Lahan Bandara Mandek

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan belum dapat menyelesaikan…

Minggu, 19 Agustus 2018 21:34

Masyarakat Resah, Pedagang ‘Menjerit’

TANJUNG SELOR – Meski uji sampel dugaan beras plastik dari hasil inspeksi mendadak (sidak) oleh…

Sabtu, 18 Agustus 2018 20:37

CANTIK..!! Ini Dia Calon Ibu Kota Provinsi Kaltara yang Baru

TANJUNG SELOR – Peralihan status Tanjung Selor dari Ibu Kota Kabupaten Bulungan menjadi Ibu Kota…

Sabtu, 18 Agustus 2018 20:36

Bawaslu Minta Bacaleg Menahan Diri

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltara belum lama ini telah menetapkan nama-nama…

Sabtu, 18 Agustus 2018 19:27

Kaltara Makin Maju, Gubernur Persilakan Masyarakat Nilai Sendiri

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie menyebutkan Provinsi Kaltara telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 19:24

Jadi Pengalaman Berharga, Grogi Saat Bertatap Gubernur

Dipercaya sebagai pembawa baki bendera merah putih pada peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia di Tanjung…

Jumat, 17 Agustus 2018 20:29

Polda Bidik Kasus Pidana Khusus

TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)…

Jumat, 17 Agustus 2018 20:24

Bangunan SPN Masih Butuh Miliaran Rupiah

TANJUNG SELOR – Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menghibahkan lahan berikut gedung…

Kamis, 16 Agustus 2018 21:31

Biaya BBNKB 15 Persen Dinilai Memberatkan

TANJUNG SELOR - Penerapan beban Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 15 persen dirasa perlu…

Kamis, 16 Agustus 2018 21:30

BPSK Terima Laporan Dugaan Beredarnya Beras Plastik

TANJUNG SELOR – Laporan adanya dugaan beras plastik yang beredar di pasar tradisional di Ibu Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .