MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Februari 2018 10:04
Relokasi Menyesuaikan Jumlah Peserta Didik

Disdikbud: Di Mana Ada Permukiman, Pendidikan Harus Masuk

KERJA BAKTI: Kondisi SDN 15 Tanjung Palas setelah dibersihkan pasca banjir yang terjadi Selasa (6/2) lalu. IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Banjir yang kerap terjadi di RT 10 Sungai Urang, Tanjung Palas, Bulungan saat hujan dengan intensitas tinggi menjadi perhatian khusus sejumlah pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan.

Menyikapi hal itu, Disdik Bulungan sudah berencana untuk merelokasi dua sekolah yang ada di daerah tersebut, yakni SDN 15 Tanjung Palas dan SMPN 2 Satu Atap (Satap) Tanjung Palas ke daerah yang lebih tinggi.

Namun, rencana itu hingga kini belum direalisasikan dengan alasan masih melihat perkembangan jumlah peserta didiknya. Apakah memungkinkan untuk direlokasi atau seperti apa. Karena yang ada saat ini peserta didik SDN 15 hanya 32 orang dan SMPN 2 Satap hanya ada 6 orang.

Kepala Disdikbud Bulungan, Jamaluddin Saleh mengatakan, guna memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal kepada masyarakat secara merata, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. “Di mana ada permukiman, pendidikan harus masuk. Ini yang sudah kita lakukan sekarang,” ujar Jamal kepada Radar Kaltara akhir pekan kemarin.

Selain itu, kata Jamal, jika ada permasalahan yang muncul seperti banjir pada Selasa (6/2) lalu, semua pihak harus sinergi untuk menyelesaikannya. Tapi untuk merelokasi keluar dari tempat itu tidak bisa, karena sejak lama masyarakat sudah bermukim di daerah tersebut.

Sehingga pelayanan tetap harus diberikan, dan khusus pendidikan leading sector-nya tidak hanya pemerintah daerah dalam hal ini Disdikbud. Tapi harus menjadi tanggung jawab bersama termasuk masyarakat itu sendiri.

Sementara, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Bulungan, Suparmin menambahkan, terkait dengan relokasi itu masih akan diperhitungkan dengan melihat jumlah peserta didiknya seiring dengan perkembangannya. “Kita lihat dan perlu hitung-hitungan untuk itu. Tidak bisa serta merta langsung direlokasi begitu saja,” jelasnya.

Artinya, akan dilihat dulu perkembangan daerah itu seiring dengan sudah dibukanya jalan penghubung sekitar 3 kilometer (km) dari jalan poros Trans Kaltara menuju RT 10 Sungai Urang tersebut. “Kita akan pertahankan. Karena kita lihat akses ke daerah itu sudah mulai terbuka. Jikapun ada relokasi bangunan sekolah, tetap di daerah tersebut, tapi ditempat yang lebih tinggi,” sebutnya.

Disinggung mengenai merger peserta didik ke sekolah terdekat, dirinya menegaskan itu tidak dilakukan oleh pihaknya. “Kasihan masyarakat di situ kalau harus dimerger. Mereka pasti susah. Jadi tetap kita pertahankan,” pungkasnya. (iwk/eza)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:25

Oknum ASN Hadirkan Saksi Meringankan

TANJUNG SELOR – Sidang kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala instansi vertikal di…

Kamis, 22 Februari 2018 10:16

Cegah Konflik, Raperda Zona Wilayah Pesisir Dikebut

TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau…

Kamis, 22 Februari 2018 10:14

Manfaatkan Sungai sebagai Sumber Daya Listrik

Sejak menjadi Provinsi Kaltara, wilayah utara Kalimantan ini terus berkembang. Kendati demikikan, infrastruktur…

Kamis, 22 Februari 2018 10:13

500 Kepala Keluarga Terbebas dari Ancaman Air Bersih

TANJUNG SELOR – Warga Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara akhirnya lepas dari ancaman…

Kamis, 22 Februari 2018 10:12

Cekcok dengan Suami, IRT Nekat Minum Pembersih Lantai, YA WASSALAM.....

TANJUNG SELOR - Diduga karena permasalahan rumah tangga, seorang ibu rumah tangga (IRT) nekat mengakhiri…

Kamis, 22 Februari 2018 10:11

Program Food Estate Ditangani ‘Keroyokan’

TANJUNG SELOR – Menjadikan Bulungan sebagai daerah lumbung pangan berbasis industri masih jauh…

Rabu, 21 Februari 2018 11:05

Bosan Dijanji, SBSI Kembali ‘Bersuara’

TANJUNG SELOR - Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang ada di Bulungan kembali menyuarakan aspirasi…

Rabu, 21 Februari 2018 11:03

Komisi VII Minta Solusi Jangka Pendek

TANJUNG SELOR – Persoalan listrik di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih terus dikeluhkan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:01

Oknum Penjual Abate Masih Berkeliaran

TANJUNG SELOR – Abate, salah satu obat yang berfungsi mematikan jentik atau larva dari nyamuk…

Rabu, 21 Februari 2018 11:00

Tolak Revisi UU MD3 Disahkan, Mahasiswa ‘Turun’ ke Jalan

TANJUNG SELOR - Sejumlah mahasiswa dari beberapa organisasi kemahasiswaan yang ada di Tanjung Selor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .