MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 10 Februari 2018 10:00
20 Tahun Jadi Juru Kunci, Habiskan Waktu di Makam

Mengenal Abdul Majid, Penjaga Makam Syekh Ahmad Al-Magribi

MAKAM: Abdul Majid merupakan penjaga makam Syekh Ahmad Al-Magribi yang diketahui telah merawat selama 20 tahun lamanya. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Abdul Majid, warga asli Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah diamanatkan untuk menjaga makam Syekh Ahmad Al-Magribi yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di Bulungan. Adapun, dalam perjalanan hidupnya, ia diketahui lebih banyak menghabiskan waktu di makam tersebut. Berikut liputannya.

RACHMAD RHOMADHANI

PASCA melaksanakan kewajiban ibadah salat Subuh dan sebelum matahari terbit dari ufuk Timur. Sosok lelaki yang diperkirakan menginjak usia 58 tahun bernama lengkap Abdul Majid setiap harinya menuju makam Syekh Ahmad Al-Magribi.

Dan dengan perlengkapan seadanya, yakni sapu dan bak sampah. Lelaki itu dengan wajah setengah mengantuk membersihkan dedaunan dan ranting-ranting pohon yang berjatuhan kala malam hari di area makam. Bahkan, tak jarang beberapa tumbuhan kecil pengganggu terkadang tumbuh di teras makam berukuran 3 x 6 meter itu. Sehingga dengan jari-jarinya, ia dengan cermat mencabut tumbuhan itu. Sebab, menurutnya area makam harus terjaga kebersihannya agar terlihat tetap rapi.

Majid yang merupakan sosok ayah dari lima orang anaknya ini mengaku sangat senang dipercaya sebagai penjaga makam salah satu penyebar agama Islam di Bulungan ini. Oleh karenanya, sejak pertama kali diamanatkan 20 tahun lalu atau pada 1997 silam, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di makam. Saat pagi, siang ataupun sore. Selain menjaga kebersihan, ia juga kerap membantu para pengunjung yang terkadang mengirimkan doa kepada Syekh Ahmad Al-Magribi.

Mengenai pengalaman selama puluhan tahun sebagai penjaga makam. Ia mengaku pernah dimimpikan sosok penyiar agama Islam itu. Dalam mimpinya, bahwa sosok Syekh Ahmad Al-Magribi datang ke rumahnya secara santun dan baik-baik. Dan menurutnya, mimpi itu merupakan angan-angan yang selama ini didambakannya akan sosok wali Allah itu.

“Saya sangat bersyukur. Alhamdullilah selama saya merawat makam ini sempat dimimpikan bertemu beliau yang datang ke rumah,’’ ungkapnya.

Majid yang sebelumnya sempat bekerja sebagai pelaut dengan menjala di desanya juga menceritakan, pasca mimpi yang terjadi beberapa tahun silam itu. Ia merasa kehidupannya terdapat perubahan hingga kini. Ia merasa lebih tentram dan tak pernah susah.

“Dalam mimpi itu juga dipesankan bahwa umat Islam untuk rajin bersedekah. Lebih baik tangan di atas dari pada di bawah. Rezeki sudah ada yang mengatur oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Mengenai respons pihak keluarga tentang dirinya sebagai penjaga makam, Majid mengatakan bahwa seluruhnya sangat setuju. Bahkan bangga akan kepercayaan yang diberikan itu. Terkadang buah hatinya tak jarang diajaknya ke makam tersebut.

“Terkadang ada anak saya yang saya bawa. Sambil menceritakan tentang perjuangan beliau dulu menyebarkan agama Islam,” ucapnya.

Sementara, mengenai kondisi makam yang ada saat ini. Majid menjelaskan bahwa memang kondisinya masih terlihat baik. Hanya saja, terkadang terdapat kendala jika pengunjung dalam jumlah banyak tiba. Sehingga mereka tak bisa seluruhnya berada di area makam itu. “Apalagi saat lebaran. Ini saja lampu baru-baru dipasang. Karena saat itu ada yang sampai malam. Sehingga harus diberi penerangan,” jelasnya.

Untuk diketahui, tokoh umat muslim Bulungan yang dimakamkan di Desa Salimbatu berdasarkan informasi yang dihimpun awak media berasal dari Sulu, Filipina Selatan. Dan telah berjasa sangat besar dalam menyebarkan Islam pertama kali di Bulungan.

Adapun, dalam menyebarkan Islam ke Bulungan, Syekh Ahmad Al-Magribi ditemani dua murid setianya yaitu Syech Al-Juhri dan Sultan Iskandar. Bahkan hingga akhir hayatnya, Syech Al-Juhri dan Sultan Iskandar diketahui tetap bermukim di Desa Salimbatu, hingga dimakamkan keduanya berdampingan dengan makam sang guru yaitu Syekh Ahmad Al-Magribi. (***/eza)


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 15:46

Kemenpan RB Evaluasi Hasil SKD

TANJUNG SELOR – Minimnya peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

Rabu, 14 November 2018 15:31

DPRD Bulungan Sesalkan Gagalnya Pembebasan Lahan Pesawan

TANJUNG SELOR – Proses pembebasan lahan pembangunan mega proyek Pelabuhan…

Rabu, 14 November 2018 15:30

Perlu Sinergisme Tutup Jalur Tikus

TANJUNG SELOR – Tak dapat dipungkiri lagi, saat ini masalah…

Rabu, 14 November 2018 15:23

Realisasi PMA Tertinggi di Bulungan

TANJUNG SELOR – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu…

Rabu, 14 November 2018 15:22

Estimasi Anggaran SOA Barang Senilai Rp 9 Miliar

TANJUNG SELOR - Besaran anggaran Subsidi Ongkos Angkut (SOA) khusus…

Rabu, 14 November 2018 15:18

Pembahasan Batas KTT-Malinau Alot

TANJUNG SELOR - Pembahasan persoalan batas wilayah antara Kabupaten Tana…

Rabu, 14 November 2018 14:56

Tiga Hari Dicari, Jasad Nasir Akhirnya Ditemukan

TARAKAN - Setelah tiga hari dilakukan pencarian, korban tenggelamnya tugboat…

Selasa, 13 November 2018 14:14

Kejar Deadline APBD 2019

TANJUNG SELOR – Proses pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)…

Selasa, 13 November 2018 14:08

Optimistis Dana Rp 100 M untuk UMKM Terealisasi

TANJUNG SELOR – Tahun ini, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)…

Selasa, 13 November 2018 14:07

Tambang Emas Ilegal ‘Makan’ Korban

TANJUNG SELOR - Hingga kini tambang emas ilegal di Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .