MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 Februari 2018 11:06
Tak Perbolehkan Menjual Mi Instan dan Soda

Melihat Konsep Kantin Sehat Sekolah di Tarakan

DIBATASI: Sejumlah siswa-siswi SDS Nasional Indo-Tionghoa saat menikmati makan di kantin sekolah, yang tidak boleh menjual mi instan dan minuman bersoda. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, KONSENTRASI terhadap asupan gizi anak, maka guru dan orang tua wajib bekerja sama mengawasi apa yang dikonsumsi anak saat berada di sekolah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti yang diterapkan di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Nasional Plus Indo-Tionghoa yang menggunakan konsep kantin sehat. Berikut liputannya.

LISAWAN YOSEPH LOBO

BEL istirahat berbunyi tepat pukul 09.30 Wita kemarin, para murid pun mulai memenuhi kantin seluas 15 x 15 meter persegi ini.  Jajanan yang disediakan mulai dari makanan berat, makanan ringan atau camilan dan minuman pun tersedia.

Kabar keracunan makanan yang dialami para pelajar di SMPN 2 Tarakan, sama sekali tidak berdampak bagi para murid SDS Indo-Tionghoa Tarakan. Orang tua pun terlihat santai saat berada di kantin sekolah dengan menikmati jajanan khas anak SD.

Hal ini tidak luput dari konsep yang beberapa tahun lalu, sudah dijalankan oleh sekolah dan para pengelola kantin. Kontrak antara pengelola kantin dan sekolah pun sudah dijalankan. Klausal dari kontrak tersebut, yakni memperbolehkan makanan apa saja yang bisa dijual. Dengan catatan sekolah, tidak memperkenankan jika pengelola kantin menjual minuman bersoda dan mi instan.

Hal ini dilakukan agar mereka dapat mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung dengan nyaman dan pikiran yang segar. Karena sudah mengonsumsi makanan-makanan yang sehat.

Kepala SDS Nasional Plus Indo-Tiong Hoa Tarakan, Rita Tokan, Spd.SD. mengatakan, agar peserta didiknya tidak bosan, masing-masing stan kantin harus mengganti menu jajanan setiap hari. Uniknya, jajanan yang dijual diolah sendiri. Seperti bakso dan nugget harus diolah sendiri, sehingga lebih aman dan mengurangi penggunaan penyedap rasa.

Setiap menu juga dikombinasikan dengan makanan yang mengandung protein tinggi dan sayuran. Seperti olahan nugget harus dikreasikan dengan sayuran seperti wortel.

Kantin ini juga dibawa binaan Puskesmas Karang Rejo yang rutin dilakukan pengawasan setidaknya tiga bulan sekali atau per enam bulan sekali. Tak tanggung-tanggung, Dinas Kesehatan Tarakan pun sering melakukan inspeksi mendadak (sidak) sewaktu-waktu.

“Di sini hanya ada tiga stan saja, ada yang jual makanan berat, ada yang jual makanan ringan, juga ada yang minuman,” tutur wanita kelahiran Malinau pada 14 Februari 1979 ini.

Untuk menjaga kebersihan makanan, saat diolah harus mengenakan celemek, sarung tangan plastik dan topi. Kantin juga langsung ditangani orang tua murid. Kebanyakan orang tua ikut berperan dalam mengawasi jajanan di kantin. Setiap bulannya ada ada laporan yang masuk terkait kantin. Jika ditemukan anak-anak yang sakit, maka ditelusuri apa yang menjadi penyebabnya.

“Kalau ada yang aneh-aneh biasanya orang tua langsung melapor. Kenapa dia sakit? Apakah dia bawa bekal atau jajan di kantin. Kalau masalah pencernaan kan pengaruhnya dari makanan,” terang wanita yang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Terbuk ini.

Di samping kantin pun disediakan beberapa kran untuk mencuci tangan. Selain itu, setiap Jumat juga dijadwalkan Jumat gizi yang menunya sudah ditentukan oleh sekolah. Jumat gizi ini lebih dikhususnya untuk kelas taman kanak-kanak (TK).

Kemudian pada saat sudah menginjak bangku sekolah dasar (SD) dipastikan siswa dan siswi dapat flash back untuk mengonsumsi makanan sehat dan tidak jajan disembarang tempat.

“Di sini juga dilarang menggunakan manisan, tapi pakai gula asli. Jadi dengan begitu semua dapat dipantau. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Konsep ini pun sudah kami terapkan dari beberapa tahun yang lalu,” tutur Rita mengakhiri. (***/nri)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .