MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 Februari 2018 10:37
Dua Bupati Tanpa Rumjab
MUBAZIR: Guest house yang dibangun untuk digunakan tamu dari luar kota yang terletak di kawasan eks rumah jabatan di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan hingga saat ini masih kosong. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid segera menapaki tahun kedua memimpin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Ironisnya, Bupati tak kunjung mendapatkan hak rumah jabatan sejak mengambil alih kepemimpinan Drs. H. Basri di 2016 lalu.

Laura berikut keluarga besarnya justru mendiami rumah dinas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan milik ayahnya di Jalan Ujang Dewa, Sedadap, Nunukan Selatan. Dalam rangkuman data Radar Nunukan (Radar Tarakan Group), rumah dinas bupati dibongkar pada 2012 silam. Kala itu, pemerintahan Basri memilih untuk menggantikan rumah dinas menjadi guest house atau rumah peristirahatan para tamu daerah.

Anggaran guest house senilai Rp 3 miliar muncul dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nunukan 2012. Berbagai kontroversi dan penolakan muncul saat itu. Bahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan sempat menyidik pembongkaran rumah dinas kendati tidak ditemukan kerugian negara. Pembangunan Guest House berlanjut. Pada 4 Mei 2015, pemerintah kembali menyuntikkan anggaran senilai Rp 1,6 miliar. Judul kegiatan yakni lanjutan pembangunan guest house. Nomor kontrak 640/16/SPPP-LPGH/DPU-CK/V/2015.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan Andi Herianto, S.T, mengaku di 2018 ini anggaran pembangunan untuk rumah dinas bupati tidak diadakan. Sebab, kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami defisit. “Tidak ada anggaran pembangunan itu (rumah jabatan),” singkatnya saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, kemarin (7/2).

Mengenai guest house yang belum ditempati, lanjutnya, lantaran mebelnya belum ada. Jika ingin digunakan sebagai rumah jabatan bupati tentunya tidak sesuai. Karena, kondisi bangunannya hanya diperuntukkan untuk tamu daerah saja. “Ya, tidak cocok buat rumah jabatan. Makanya, Bupati itu pilih rumah jabatan yang sekarang ini. Karena dinilai lebih baik,” ungkapnya.

Dikatakan, untuk pengadaan mebel dan perlengkapan lainnya itu menjadi tanggung jawab instansi lain. Karena, sejak pembangunannya selesai, bangunan guest house itu diserahkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nunukan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Umum dan Protokol pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Sirajudin mengatakan, rumjab yang saat ini digunakan Bupati telah dipinjampakai selama dua tahun. Jangka waktu itu dapat saja berubah. Tergantung keputusan Bupati. Apakah akan menempati bangunan tersebut atau tidak. Menurut Sirajudin, keputusan ada di tangan Bupati. Namun yang jelas, rumjab yang saat ini digunakan Bupati dianggap masih layak ditempati. “Bupati selama ini tak terlalu mempermasalahkan soal rumah jabatannya,” bebernya.

Dikatakan, untuk rencana pembangunan rumjab yang baru tentunya harus ada mekanisme. Apalagi, pembongkaran yang dilakukan selama ini diduga karena adanya kesalahan. Sehingga, untuk pembangunan tidak dapat dilakukan kembali. “Untuk wacana pembangunan rumah jabatan yang baru, belum pernah terdengar,” bebernya. (oya/lim)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 10:35

Sabu Dalam Dubur Ketahuan Lagi

NUNUKAN – Polisi lagi-lagi mengamankan kurir narkoba jenis sabu-sabu. Barang bukti dimasukkan…

Senin, 19 Februari 2018 10:15

Warga Enggan Bayar Biaya Sertifikat

NUNUKAN – Pembuatan sertifikat tanah melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) atau program…

Senin, 19 Februari 2018 10:13

Wajib Dua Ribu KTP, H. Hafid Calon DPR RI

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Nunukan hadir dalam program Obrol Parpol di Kantor Radar Nunukan,…

Senin, 19 Februari 2018 09:49

Belum Ada Solusi, Jalan Terus Dikeluhkan

NUNUKAN – Menjadi Lokasi Prioritas (Lokpri) I dan II tak membuat Krayan keluar dari kesulitan.…

Senin, 19 Februari 2018 09:40

Telur Palsu Meresahkan

NUNUKAN – Telur palsu diduga kini telah beredar di Kabupaten Nunukan. Keresahan masyarakat semakin…

Senin, 19 Februari 2018 09:38

TKI Ilegal Dipicu Migrasi Keluarga

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal tak juga mereda.  Salah satu pemicunya karena…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:18

Pintu Resmi Libur, Jalur Tikus Diincar

NUNUKAN -  Aktivitas jalur penyeberangan resmi Nunukan-Tawau, Malaysia, Jumat (16/2)  libur,…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:54

Berharap Tanpa Gangguan Kriminal

NUNUKAN – Ratusan lampion serta belasan lilin raksasa kembali mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:53

Lihat Pemuda Candu Lem, Laporkan!

BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan mengimbau masyarakat melaporkan jika melihat atau…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:31

Jalan Lingkar Diguyur Rp 22 M, Tapi Jangan Asal

NUNUKAN – Jalan Lingkar di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat yang mengalami longsor pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .