MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 Februari 2018 10:37
Dua Bupati Tanpa Rumjab
MUBAZIR: Guest house yang dibangun untuk digunakan tamu dari luar kota yang terletak di kawasan eks rumah jabatan di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan hingga saat ini masih kosong. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid segera menapaki tahun kedua memimpin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Ironisnya, Bupati tak kunjung mendapatkan hak rumah jabatan sejak mengambil alih kepemimpinan Drs. H. Basri di 2016 lalu.

Laura berikut keluarga besarnya justru mendiami rumah dinas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan milik ayahnya di Jalan Ujang Dewa, Sedadap, Nunukan Selatan. Dalam rangkuman data Radar Nunukan (Radar Tarakan Group), rumah dinas bupati dibongkar pada 2012 silam. Kala itu, pemerintahan Basri memilih untuk menggantikan rumah dinas menjadi guest house atau rumah peristirahatan para tamu daerah.

Anggaran guest house senilai Rp 3 miliar muncul dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nunukan 2012. Berbagai kontroversi dan penolakan muncul saat itu. Bahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan sempat menyidik pembongkaran rumah dinas kendati tidak ditemukan kerugian negara. Pembangunan Guest House berlanjut. Pada 4 Mei 2015, pemerintah kembali menyuntikkan anggaran senilai Rp 1,6 miliar. Judul kegiatan yakni lanjutan pembangunan guest house. Nomor kontrak 640/16/SPPP-LPGH/DPU-CK/V/2015.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan Andi Herianto, S.T, mengaku di 2018 ini anggaran pembangunan untuk rumah dinas bupati tidak diadakan. Sebab, kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami defisit. “Tidak ada anggaran pembangunan itu (rumah jabatan),” singkatnya saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, kemarin (7/2).

Mengenai guest house yang belum ditempati, lanjutnya, lantaran mebelnya belum ada. Jika ingin digunakan sebagai rumah jabatan bupati tentunya tidak sesuai. Karena, kondisi bangunannya hanya diperuntukkan untuk tamu daerah saja. “Ya, tidak cocok buat rumah jabatan. Makanya, Bupati itu pilih rumah jabatan yang sekarang ini. Karena dinilai lebih baik,” ungkapnya.

Dikatakan, untuk pengadaan mebel dan perlengkapan lainnya itu menjadi tanggung jawab instansi lain. Karena, sejak pembangunannya selesai, bangunan guest house itu diserahkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nunukan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Umum dan Protokol pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Sirajudin mengatakan, rumjab yang saat ini digunakan Bupati telah dipinjampakai selama dua tahun. Jangka waktu itu dapat saja berubah. Tergantung keputusan Bupati. Apakah akan menempati bangunan tersebut atau tidak. Menurut Sirajudin, keputusan ada di tangan Bupati. Namun yang jelas, rumjab yang saat ini digunakan Bupati dianggap masih layak ditempati. “Bupati selama ini tak terlalu mempermasalahkan soal rumah jabatannya,” bebernya.

Dikatakan, untuk rencana pembangunan rumjab yang baru tentunya harus ada mekanisme. Apalagi, pembongkaran yang dilakukan selama ini diduga karena adanya kesalahan. Sehingga, untuk pembangunan tidak dapat dilakukan kembali. “Untuk wacana pembangunan rumah jabatan yang baru, belum pernah terdengar,” bebernya. (oya/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:00

Anggaran Dipangkas, Satpol PP Jadi “Macan Ompong”

NUNUKAN – KinerjaSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan sebagai penegak peraturan daerah…

Jumat, 21 September 2018 10:57

Manfaatkan Belanja Alat Dapur

NUNUKAN – Kalender Islam 10 Muharam kemarin dijadikan momen unik oleh sebagian ibu-ibu di Nunukan,…

Jumat, 21 September 2018 10:56

Setelah DCT Ditetapkan, Pertarungan Dimulai

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah menetapkan 302 calon anggota Dewan Perwakilan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Minggu, Rombongan Asal Nunukan Tiba

JAMAAH haji asal Nunukan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi haji Balikpapan,…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Tak ada Formasi Bagi K2

NUNUKAN – Honorer kategori dua (K2) harus berkecil hati. Sebab, dari pengumunan formasi Calon…

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .