MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 Februari 2018 10:26
Berkas RN Segera Dilimpahkan ke Kejari

Kasus Pembakaran SMAN 2 Tanjung Selor

MASIH BERPROSES: Tim Labfor Surabaya tengah melakukan olah TKP pembakaran SMAN 2 Tanjung Selor. Dan saat ini Satreskrim terus melakukan pemberkasan. DOK/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Meski hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya hingga kini masih dalam proses penelitian. Satreskrim Polres Bulungan memastikan berkas kasus pembakaran SMAN 2 Tanjung Selor di Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur yang dilakukan oknum guru di sekolah itu sendiri berinisial RN (40) bakal terus berlanjut.

Kepada Radar Kaltara, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasatreskrim AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan, kelanjutan proses hukum pembakaran sekolah, menurutnya menjadi salah satu perkara yang sangat serius untuk ditanganinya saat ini. Pasalnya, dampak dari kejadian tersebut sempat mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaku wakil rakyat yang membuat tercorengnya dunia pendidikan di Kalimantan Utara (Kaltara).

Adapun, lanjutnya, sebagai wujud keseriusan pihak Satreskrim. Gede menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah mempersiapkan jadwal pelimpahan berkas RN ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Selor. “Kasus ini dalam waktu sebenarnya sudah akan kami limpahkan. Bahkan, sebelum uji lab keluar dijadwalkan pelimpahannya,” ungkapnya melalui pesan Whats App-nya kemarin.

Disinggung mengenai alasan pelimpahan sebelum uji lab keluar, Gede menjelaskan bahwa hal itu berdasarkan pada hasil penyidikan sementara dari para saksi yang dihimpun dan barang bukti yang ada. RN diduga kuat sebagai tersangka dalam pembakaran dua ruang tersebut.

“Tapi nanti kalau uji lab keluar, hasilnya tetap akan kami kirim ke JPU (Jaksa Penuntut Umum). Hanya saja, saat ini dari penyidikan sementara sudah bisa untuk dijadikan dasar pelimpahannya,” jelasnya.

Ditambahkan juga, apalagi sebelumnya dari hasil interogasi RN sendiri telah mengakui motif sakit hati kepada kepala sekolah karena kerap mempersulit setiap urusannya menjadi pemicu kejadian itu. Maka, menurutnya kasus tersebut layak untuk terus dilanjutkan ke tahapan selanjutnya.

“Kami bersyukur juga atas kerja sama masyarakat dalam menyampaikan informasi ke kami dengan segera. Sehingga kurang dari 2 x 24 jam kasus sudah kami ungkap,” ujarnya.

Sementara, seperti diberitakan sebelumnya terkait adanya motif sakit hati RN. Kepala SMAN 2 Tanjung Selor, Budi Nirwana secara tegas menyangkal pernyataan RN yang merasa sakit hati terhadapnya hingga nekat melakukan pembakaran dua ruangan sekolah.

Menurutnya, RN yang merupakan salah satu oknum guru di SMAN 2 itu selama ini untuk komunikasi ke pihaknya tak ada masalah. Oleh karenanya, atas aksi pembakaran tersebut sungguh di luar dugaannya. “Saya tidak tahu bentuk sakit hatinya itu bagaimana. Karena setiap orang punya ukuran sendiri,” ungkapnya kepada Radar Kaltara ditemui di sela-sela olah TKP oleh Tim Forensik berlangsung.

Dikatakan juga, mengenai urusan pekerjaan. Budi mengatakan, selama ini tak ada masalah. “Tidak ada seperti itu (masalah, Red). Sejauh ini KBM di sekolah ini normal saja sebelum kejadian ini,” akunya.

Terkait ditetapkannya RN sebagai tersangka ini lantaran pada saat di TKP. Tersangka atau RN menunjukkan sikap yang mencurigakan. Ia bukannya membantu memadamkan api. Tapi, justru hanya mondar-mandir di lokasi tersebut. Dan itu diketahui oleh salah seorang siswanya yang tengah berupaya memadamkan api.

Selain itu, dari bukti pemeriksaan dibarengi penggeledahan di rumah RN. Pihak kepolisian menemukan baju kaus merah dan celana pendek warna biru serta sepatu boots yang diduga digunakan tersangka pada saat awal melakukan pembakaran di TKP. Ditambah bukti lain, yakni satu unit motor Jupiter Z warna biru yang tercium sedikit aroma minyak tanah di bagian tengah bawah motor. (omg/eza)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:25

Oknum ASN Hadirkan Saksi Meringankan

TANJUNG SELOR – Sidang kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala instansi vertikal di…

Kamis, 22 Februari 2018 10:16

Cegah Konflik, Raperda Zona Wilayah Pesisir Dikebut

TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau…

Kamis, 22 Februari 2018 10:14

Manfaatkan Sungai sebagai Sumber Daya Listrik

Sejak menjadi Provinsi Kaltara, wilayah utara Kalimantan ini terus berkembang. Kendati demikikan, infrastruktur…

Kamis, 22 Februari 2018 10:13

500 Kepala Keluarga Terbebas dari Ancaman Air Bersih

TANJUNG SELOR – Warga Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara akhirnya lepas dari ancaman…

Kamis, 22 Februari 2018 10:12

Cekcok dengan Suami, IRT Nekat Minum Pembersih Lantai, YA WASSALAM.....

TANJUNG SELOR - Diduga karena permasalahan rumah tangga, seorang ibu rumah tangga (IRT) nekat mengakhiri…

Kamis, 22 Februari 2018 10:11

Program Food Estate Ditangani ‘Keroyokan’

TANJUNG SELOR – Menjadikan Bulungan sebagai daerah lumbung pangan berbasis industri masih jauh…

Rabu, 21 Februari 2018 11:05

Bosan Dijanji, SBSI Kembali ‘Bersuara’

TANJUNG SELOR - Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang ada di Bulungan kembali menyuarakan aspirasi…

Rabu, 21 Februari 2018 11:03

Komisi VII Minta Solusi Jangka Pendek

TANJUNG SELOR – Persoalan listrik di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih terus dikeluhkan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:01

Oknum Penjual Abate Masih Berkeliaran

TANJUNG SELOR – Abate, salah satu obat yang berfungsi mematikan jentik atau larva dari nyamuk…

Rabu, 21 Februari 2018 11:00

Tolak Revisi UU MD3 Disahkan, Mahasiswa ‘Turun’ ke Jalan

TANJUNG SELOR - Sejumlah mahasiswa dari beberapa organisasi kemahasiswaan yang ada di Tanjung Selor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .