MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 08 Februari 2018 10:54
Kecam Penganiayaan Guru di Madura
SOLIDARITAS: Aksi solidaritas sesama tenaga pendidik dilakukan PGRI Nunukan di depan Tugu Dwikora Nunukan terhadap Ahmad Budi Cahyono, Rabu (7/2). SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Peristiwa yang menimpa guru di Sampang, Madura, awal Februari lalu menggemparkan dunia pendidikan Indonesia.  Karena, sebelum meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit, guru mata pelajaran kesenian atas nama Ahmad Budi Cahyono itu mengalami penganiayaan. Ironisnya, yang melakukan penganiayaan itu merupakan pelajarnya sendiri.

Kecaman terhadap perilaku pelajar dan nasib yang dialami Ahmad Budi Cahyono tersebut tak hanya menjadi perbincangan orang ramai. Namun, menjadi pemicu gerakan terhadap sistem pendidikan dan pola ajar yang dinilai kini semakin kebablasan. Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tak luput jadi sasaran.

Di sejumlah wilayah, aksi solidaritas terhadap Ahmad Budi Cahyono terjadi. Guru yang tergabung dalam organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tak tinggal diam. Mulai di tingkat kabupaten hingga pusat terus memperlihatkan rasa solidaritas sesama tenaga pendidik. Seperti halnya yang dilakukan PGRI Kabupaten Nunukan.

Puluhan pengurus PGRI Nunukan akhirnya melakukan aksi di depan Tugu Dwikora, Rabu (7/2). Aksi itu menjadi bukti solidaritas dan ungkapan belasungkawa terhadap keluarga Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian SMAN 1 Torju, Kabupaten Sampang, Madura.

Tak terlihat poster dan aksi orasi yang mengecam tindakan tersebut. Namun, setiap perserta yang hadir menggunakan baju batik PGRI dan menggunakan pita hitam di lengan kiri mereka sebagai simbolis jika dunia pendidikan di Indonesia sedang dirundung musibah.

Ketua PGRI Nunukan Muhammad Jasmin Gerin S.Pd mengatakan, aksi ini sengaja dilakukan siang hari karena memprioritaskan pekerjaan sebagai tenaga pendidikan di pagi hari. Selain itu, aksi ini juga hanya diikuti pengurus inti PGRI Kabupaten Nunukan dan pengurus di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan saja. “Karena kalau mau ikutkan anggotanya, dikhawatirkan menggangu proses belajar mengajar di sekolah,” ungkap Jasmin, saat ditemui usai kegiatan yang berlangsung hanya 30 menit itu kemarin.

Selain aksi seperti ini, lanjutnya, ada juga pengumpulan sumbangan dana yang nantinya diberikan kepada istri korban. Sumbangan ini bersifat sukarela. Teknisnya, masing-masing sekolah memungutnya lalu dikumpulkan ke pengurus PGRI kabupate,n lalu ditransferkan langsung ke rekening yang bersangkutan. “Tapi, semuanya dilaporkan dulu ke pengurus PGRI pusat. Ada laporan dan berita acaranya. Pelaksanaan pemungutan berakhir Sabtu (10/2) mendatang,” bebernya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua PGRI Kalimantan Utara (Kaltara) Husin Manu mengaku salut dengan teman-teman guru di Nunukan. Termasuk yang di tingkat kecamatan. Karena rasa solidaritas terhadap sesama tenaga pendidik dan peristiwa yang menimpa seorang guru di Madura.

Namun, peristiwa yang dialami Ahmad Budi Cahyono merupakan pukulan telak dan pelajaran penting terhadap pola pendidikan yang ada di Indonesia saat ini. Sebab, pendidikan tidak hanya fokus terhadap kecerdasan otak saja, namun juga pendidikan karakter. “Pendidikan karakter ini juga seharusnya lebih ditingkatkan lingkungan keluarga, khususnya orang tua. Karena, pelajar itu lebih banyak waktunya di rumah dibanding di sekolah,” katanya.

Pada konferensi kerja nasional (Konkernas) PGRI di Padang beberapa waktu lalu, kasus ini juga dibahas. Karena mendapat desakan rekan-rekan guru di wilayah perbatasan, akhirnya paparan yang diberikan ke perwakilan Kaltara juga disampaikan mengenai perhatian terhadap tenaga pendidikan. “Saya sempat menyampaikan agar kasus ini juga diusut tuntas. Karena, permintaan rekan-rekan guru di perbatasan,” ungkapnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 12:41

Sosok Mayat Ditemukan Depan Kantor Imigrasi

NUNUKAN - Sosok mayat tiba-tiba ditemukan di depan Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Jalan Ujang Dewa, …

Kamis, 22 Februari 2018 10:37

Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

Masak Air Ditinggal, Rumah Jadi Arang

NUNUKAN – Amukan si jago merah melalap satu rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Bukit Indah,…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Sekolah Tanpa Kursi dan Meja Direspons

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mendistribusikan bantuan ke Sekolah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Desak Perusahaan Berkantor di Nunukan

NUNUKAN – Upaya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan agar perusahaan besar berkantor…

Rabu, 21 Februari 2018 11:13

Memprihatinkan, ke Sekolah Memakai Perahu

Berada di daerah pelosok memang segalanya masih serba tertinggal. Begitu pula dengan kondisi pendidikan.…

Rabu, 21 Februari 2018 10:54

NAH KENAPA INI..??? Kejari SP3 Kasus Rumjab Bupati

NUNUKAN - Hilangnya rumah jabatan (rujab) Bupati Nunukan sampai saat ini penuh misteri. Entah, pembongkaran…

Rabu, 21 Februari 2018 10:51

Nyatakan Oposisi, Mesra dengan Demokrat

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memilih sikap oposisi terhadap pemerintahan Hj. Asmin Laura-H. Faridil…

Rabu, 21 Februari 2018 10:49

Sidak Pasar, Setop Dominasi Sembako Malaysia, MEMANGNYA BISA..??

NUNUKAN – Guna memastikan harga dan stok sembilan bahan pokok (sembako) stabil dan mampu memenuhi…

Selasa, 20 Februari 2018 10:51

Pemilik Kue Berisi Narkoba DPO

NUNUKAN – Percobaan penyelundupan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu skala internasional,dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .