MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 08 Februari 2018 10:54
Kecam Penganiayaan Guru di Madura
SOLIDARITAS: Aksi solidaritas sesama tenaga pendidik dilakukan PGRI Nunukan di depan Tugu Dwikora Nunukan terhadap Ahmad Budi Cahyono, Rabu (7/2). SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Peristiwa yang menimpa guru di Sampang, Madura, awal Februari lalu menggemparkan dunia pendidikan Indonesia.  Karena, sebelum meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit, guru mata pelajaran kesenian atas nama Ahmad Budi Cahyono itu mengalami penganiayaan. Ironisnya, yang melakukan penganiayaan itu merupakan pelajarnya sendiri.

Kecaman terhadap perilaku pelajar dan nasib yang dialami Ahmad Budi Cahyono tersebut tak hanya menjadi perbincangan orang ramai. Namun, menjadi pemicu gerakan terhadap sistem pendidikan dan pola ajar yang dinilai kini semakin kebablasan. Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tak luput jadi sasaran.

Di sejumlah wilayah, aksi solidaritas terhadap Ahmad Budi Cahyono terjadi. Guru yang tergabung dalam organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tak tinggal diam. Mulai di tingkat kabupaten hingga pusat terus memperlihatkan rasa solidaritas sesama tenaga pendidik. Seperti halnya yang dilakukan PGRI Kabupaten Nunukan.

Puluhan pengurus PGRI Nunukan akhirnya melakukan aksi di depan Tugu Dwikora, Rabu (7/2). Aksi itu menjadi bukti solidaritas dan ungkapan belasungkawa terhadap keluarga Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian SMAN 1 Torju, Kabupaten Sampang, Madura.

Tak terlihat poster dan aksi orasi yang mengecam tindakan tersebut. Namun, setiap perserta yang hadir menggunakan baju batik PGRI dan menggunakan pita hitam di lengan kiri mereka sebagai simbolis jika dunia pendidikan di Indonesia sedang dirundung musibah.

Ketua PGRI Nunukan Muhammad Jasmin Gerin S.Pd mengatakan, aksi ini sengaja dilakukan siang hari karena memprioritaskan pekerjaan sebagai tenaga pendidikan di pagi hari. Selain itu, aksi ini juga hanya diikuti pengurus inti PGRI Kabupaten Nunukan dan pengurus di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan saja. “Karena kalau mau ikutkan anggotanya, dikhawatirkan menggangu proses belajar mengajar di sekolah,” ungkap Jasmin, saat ditemui usai kegiatan yang berlangsung hanya 30 menit itu kemarin.

Selain aksi seperti ini, lanjutnya, ada juga pengumpulan sumbangan dana yang nantinya diberikan kepada istri korban. Sumbangan ini bersifat sukarela. Teknisnya, masing-masing sekolah memungutnya lalu dikumpulkan ke pengurus PGRI kabupate,n lalu ditransferkan langsung ke rekening yang bersangkutan. “Tapi, semuanya dilaporkan dulu ke pengurus PGRI pusat. Ada laporan dan berita acaranya. Pelaksanaan pemungutan berakhir Sabtu (10/2) mendatang,” bebernya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua PGRI Kalimantan Utara (Kaltara) Husin Manu mengaku salut dengan teman-teman guru di Nunukan. Termasuk yang di tingkat kecamatan. Karena rasa solidaritas terhadap sesama tenaga pendidik dan peristiwa yang menimpa seorang guru di Madura.

Namun, peristiwa yang dialami Ahmad Budi Cahyono merupakan pukulan telak dan pelajaran penting terhadap pola pendidikan yang ada di Indonesia saat ini. Sebab, pendidikan tidak hanya fokus terhadap kecerdasan otak saja, namun juga pendidikan karakter. “Pendidikan karakter ini juga seharusnya lebih ditingkatkan lingkungan keluarga, khususnya orang tua. Karena, pelajar itu lebih banyak waktunya di rumah dibanding di sekolah,” katanya.

Pada konferensi kerja nasional (Konkernas) PGRI di Padang beberapa waktu lalu, kasus ini juga dibahas. Karena mendapat desakan rekan-rekan guru di wilayah perbatasan, akhirnya paparan yang diberikan ke perwakilan Kaltara juga disampaikan mengenai perhatian terhadap tenaga pendidikan. “Saya sempat menyampaikan agar kasus ini juga diusut tuntas. Karena, permintaan rekan-rekan guru di perbatasan,” ungkapnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:36

Enaknya Musim Durian, di Sebatik, Bersantap Durian di Bawah Pohon

MUSIM durian di Sebatik telah berlangsung sejak Juli lalu. Sejumlah masyarakat dari daerah lain di Kaltara…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .