MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 08 Februari 2018 10:22
Asrama Pesantren Dibangun dari Swadaya Masyarakat
TANDATANGANI PRASASTI: Kepala Kemenag Kaltara saat menandatangani prasasti diresmikannya Pesantren Al-Khairaat Malinau, Rabu (7/2) siang kemarin. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU - Setelah menempuh perjuangan yang cukup panjang, akhirnya Pondok Pesantren Al-Khairaat Malinau boleh berbangga karena saat ini sudah memiliki asrama santri khusus putra. Bangunan asrama berlantai dua itu diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, H Suriansyah Hanafi, S.Ag. M.Pd, Rabu (7/2). Setelah menjadi pembina upacara dalam apel gabungan di Aula Kemenag Malinau, H Suriansyah didampingi Kakan Kemenag Malinau H Ishak,S.Sos dan Kakan Kemenag KTT H. Sopyan S.Ag beserta rombongan bertolak menuju Ponpes Al Khairat, Jl Raja Pandhita, Teluk Sanggan sekira pukul 10.00 Wita.

Di sela-sela kunjungan ke Ponpes Al-Khairaat Rabu pagi, H Suriansyah menegaskan, bahwa salah satu program Kanwil Kemenag adalah pemberdayaan pesantren. Oleh karenanya, ada beberapa pesantren di Kaltara yang memang sangat perlu untuk diberikan bantuan. Sekedar diketahui, bangunan asrama yang pada awalnya dibangun secara swadaya masyarakat itu mendapat bantuan dana dari Kanwil Kemenag Provinsi Kaltara pada tahun anggaran 2017 senilai Rp 223 juta. “Kami berharap, santri-santri yang belajar di tempat ini dapat menjadi kader-kader ulama dan harapan bangsa ke depan,” harapnya.

H. Surianyah dalam kesempatan itu banyak bertutur dengan cerita santai kepada para santri Al-Khairaat. Di antaranya, dikatakan, pesantren bukanlah tempat yang dikesankan sebagai sesuatu yang kaku dengan masyarakat. Justru, dari pesantren lah tradisi humor atau orang-orang humoris itu muncul. Tentunya, humor yang dimaksud adalah cerita-cerita  yang baik dan ada manfaatnya. Oleh karena itu, Kakanwil berpesan agar santri masa kini termasuk di Al-Khairat Malinau juga bisa bergabung dengan tradisi lokal. Yang terpenting berperan serta dalam membangun bangsa dan mengikuti perkembangan yang ada, misalnya saat ini yaitu perlunya santri yang melek teknologi. “Pokoknya pesantren itu harus bersifat terbuka dengan apa saja, jangan kaku, tapi ya itu harus diimbangi dengan akhlak mulia,” tuntasnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al-Khairaat Malinau Zakaria Toba mengungkapkan rasa syukur atas berdirinya asrama santri Putra di Ponpes pimpinannya. Dia berterima kasih dengan seluruh donatur dan Kementerian Agama yang sudah menaruh perhatiannya untuk Pesantren AlKhairaat. “Alhamdulillah, sejak awal berdirinya hingga sekarang, semakin banyak anak-anak yang mau menyantri di sini,”ucapnya.  Dia berharap keberadaan Ponpes AlKHairaat bisa bermanfaat untuk masyarakat Malinau. (ida/fly)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .