MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 05 Februari 2018 11:58
Sebagian Besar karena Kasus Kriminal

Deportasi WNI dari Malaysia

GELOMBANG DEPORTASI: Barang bawaan deportan diperiksa melalui x-ray sebelum dilakukan pendataan di ruang tunggu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Malaysia memulangkan paksa buruh migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tersandung berbagai kasus di Sabah, Malaysia. Tak tanggung-tanggung, pemulangan paksa ini dilakukan tiap minggu dengan jumlah yang tak sedikit. Kali ini, 78 orang dipulangkan dari Sandakan dengan menumpangngi Kapal Motor (KM) Labuan Express pada Kamis (1/2). Deportan, sebutan warga yang dideportasi, dipulangkan paksa setelah menyelesaikan masa hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Sandakan.

Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Nasution saat dikonfirmasi, menjelaskan pemulangan itu dilakukan setiap Kamis. “Jumlahnya cukup banyak. Sebab, WNI yang diamankan aparat Malaysia ditahan di sejumlah PTS di Sabah dan dipulangkan secara bertahap,” kata Nasution.

Dijelaskan, pelanggaran yang dilakukan WNI ini selama 2018 umumnya karena dokumen. Sebab, sebagian WNI yang masuk menggunakan paspor tidak memperpanjang izin tinggal. Selain itu, ada juga yang masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal. Mereka yang menempuh jalur ilegal dipastikan dipulangkan paksa. Lantaran, saat ini WNI yang masih tertahan di PTS yang ada di Sabah masih banyak menunggu giliran deportasi. Kemudian, kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang juga salah satu alasan WNI diusir. Terbukti deportasi pada Kamis (25/1) dari 53 orang deportan tercatat 27 orang tersandung obat-obatan terlarang. “Selain karena dokumen, ada juga kasus narkoba. Tetapi paling banyak itu karena dokumen,” tambahnya.

Deportasi kali ini sebanyak 79 orang terdiri dari 57 orang pria, 14 orang perempuan, lima orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Deportan ini berasal dari PTS Manggatal, Papar, dan Sibuga. Setelah menyelesaikan masa tahanan diketahui 64 orang tersandung kasus keimigrasian, 14 orang narkotika, dan satu orang kasus kriminal lainnya. (akz/lim)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:18

KPK Tegur Syarat Pemberian TTP ASN

NUNUKAN – Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:04

Pastikan Normal Pertengahan Agustus

NUNUKAN – Masyarakat Nunukan khususnya warga daerah Nunukan Selatan serta Nunukan Timur mempertanyakan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:03

TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:01

Rutin Pemeliharaan, Listrik PLN Mulai Tahan Banting

NUNUKAN – Sedikit perubahan memang diperlihatkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nunukan…

Rabu, 18 Juli 2018 23:32

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…

Rabu, 18 Juli 2018 23:02

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…

Rabu, 18 Juli 2018 11:32

Kejari Kembali Tetapkan Tersangka Korupsi

NUNUKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menetapkan satu orang tersangka atas dugaan…

Rabu, 18 Juli 2018 11:31

Caleg Bebas Kampanye di Media Sosial

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye sebelum…

Rabu, 18 Juli 2018 11:30

Kembali Raih Juara di Event Internasional

NUNUKAN – Dua pembalap sepeda asal Kabupaten Nunukan yang membawa bendera Tunontaka Mountain Bike…

Selasa, 17 Juli 2018 10:34

Baru Dua Parpol Mendaftar

NUNUKAN – Masa pendaftaran calon legislatif (caleg) akan berakhir hari ini, Selasa (17/7). Namun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .