MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 05 Februari 2018 11:58
Sebagian Besar karena Kasus Kriminal

Deportasi WNI dari Malaysia

GELOMBANG DEPORTASI: Barang bawaan deportan diperiksa melalui x-ray sebelum dilakukan pendataan di ruang tunggu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Malaysia memulangkan paksa buruh migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tersandung berbagai kasus di Sabah, Malaysia. Tak tanggung-tanggung, pemulangan paksa ini dilakukan tiap minggu dengan jumlah yang tak sedikit. Kali ini, 78 orang dipulangkan dari Sandakan dengan menumpangngi Kapal Motor (KM) Labuan Express pada Kamis (1/2). Deportan, sebutan warga yang dideportasi, dipulangkan paksa setelah menyelesaikan masa hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Sandakan.

Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Nasution saat dikonfirmasi, menjelaskan pemulangan itu dilakukan setiap Kamis. “Jumlahnya cukup banyak. Sebab, WNI yang diamankan aparat Malaysia ditahan di sejumlah PTS di Sabah dan dipulangkan secara bertahap,” kata Nasution.

Dijelaskan, pelanggaran yang dilakukan WNI ini selama 2018 umumnya karena dokumen. Sebab, sebagian WNI yang masuk menggunakan paspor tidak memperpanjang izin tinggal. Selain itu, ada juga yang masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal. Mereka yang menempuh jalur ilegal dipastikan dipulangkan paksa. Lantaran, saat ini WNI yang masih tertahan di PTS yang ada di Sabah masih banyak menunggu giliran deportasi. Kemudian, kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang juga salah satu alasan WNI diusir. Terbukti deportasi pada Kamis (25/1) dari 53 orang deportan tercatat 27 orang tersandung obat-obatan terlarang. “Selain karena dokumen, ada juga kasus narkoba. Tetapi paling banyak itu karena dokumen,” tambahnya.

Deportasi kali ini sebanyak 79 orang terdiri dari 57 orang pria, 14 orang perempuan, lima orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Deportan ini berasal dari PTS Manggatal, Papar, dan Sibuga. Setelah menyelesaikan masa tahanan diketahui 64 orang tersandung kasus keimigrasian, 14 orang narkotika, dan satu orang kasus kriminal lainnya. (akz/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:19

Sekolah di Perbatasan Butuh Perhatian

NUNUKAN – Salah satu sekolah di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:17

Pesta Demokrasi Berlangsung ‘Ricuh’

NUNUKAN – Sejumlah kericuhan terjadi dalam pesta demokrasi hingga penanganan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:17

Satgas Siap Bersihkan Pengecer Ilegal

NUNUKAN – Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg)…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:17

Penyelundupan Produk Malaysia Masih Terjadi

NUNUKAN – Pasca penangkapan tiga perahu yang diamankan Polda Kalimantan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, putra asal Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai…

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Narkoba Ancaman Terbesar di Perbatasan

NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu…

Kamis, 21 Maret 2019 10:39

Masih Sering Terjadi, DLH Klaim Sudah Mengimbau

NUNUKAN – Menghadapi maraknya pembakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya…

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*