MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 05 Februari 2018 11:58
Sebagian Besar karena Kasus Kriminal

Deportasi WNI dari Malaysia

GELOMBANG DEPORTASI: Barang bawaan deportan diperiksa melalui x-ray sebelum dilakukan pendataan di ruang tunggu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Malaysia memulangkan paksa buruh migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tersandung berbagai kasus di Sabah, Malaysia. Tak tanggung-tanggung, pemulangan paksa ini dilakukan tiap minggu dengan jumlah yang tak sedikit. Kali ini, 78 orang dipulangkan dari Sandakan dengan menumpangngi Kapal Motor (KM) Labuan Express pada Kamis (1/2). Deportan, sebutan warga yang dideportasi, dipulangkan paksa setelah menyelesaikan masa hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Sandakan.

Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Nasution saat dikonfirmasi, menjelaskan pemulangan itu dilakukan setiap Kamis. “Jumlahnya cukup banyak. Sebab, WNI yang diamankan aparat Malaysia ditahan di sejumlah PTS di Sabah dan dipulangkan secara bertahap,” kata Nasution.

Dijelaskan, pelanggaran yang dilakukan WNI ini selama 2018 umumnya karena dokumen. Sebab, sebagian WNI yang masuk menggunakan paspor tidak memperpanjang izin tinggal. Selain itu, ada juga yang masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal. Mereka yang menempuh jalur ilegal dipastikan dipulangkan paksa. Lantaran, saat ini WNI yang masih tertahan di PTS yang ada di Sabah masih banyak menunggu giliran deportasi. Kemudian, kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang juga salah satu alasan WNI diusir. Terbukti deportasi pada Kamis (25/1) dari 53 orang deportan tercatat 27 orang tersandung obat-obatan terlarang. “Selain karena dokumen, ada juga kasus narkoba. Tetapi paling banyak itu karena dokumen,” tambahnya.

Deportasi kali ini sebanyak 79 orang terdiri dari 57 orang pria, 14 orang perempuan, lima orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Deportan ini berasal dari PTS Manggatal, Papar, dan Sibuga. Setelah menyelesaikan masa tahanan diketahui 64 orang tersandung kasus keimigrasian, 14 orang narkotika, dan satu orang kasus kriminal lainnya. (akz/lim)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Usul Mutasi Minimal 10 Tahun

NUNUKAN – Peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus wajib membuat…

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Izin Usaha Terbentur Andalalin

NUNUKAN – Akibat tak memiliki analisis dampak lalu lintas (Andalalin),…

Jumat, 07 Desember 2018 11:54

Kali Kedua Mangkir dari Panggilan

NUNUKAN - Seorang Apatatur Sipil Negara (ASN) yang telah dilaporkan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:53

Petani Butuh Tambahan Angkutan

NUNUKAN – Produksi rumput laut semakin berlimpah, namun tak sebanding…

Jumat, 07 Desember 2018 11:52

Fasilitasi Warga Lengkapi Dokumen

NUNUKAN – Agar warga Desa Balansiku tertib administrasi dan meningkatkan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:47

Kendaraan Pelat Merah Terlibat Kecelakaan Maut

NUNUKAN – Dua kendaraan bermotor terlibat kecelakaan maut di Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:45

Demi Berfoya-foya, Pria Nekat Curi Tas

NUNUKAN – Pria paruh baya nekat melakukan aksi pencurian di…

Kamis, 06 Desember 2018 12:58

Pekan Depan, SKB Digelar

NUNUKAN – Tahapan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018…

Kamis, 06 Desember 2018 12:57

Perkara Narkotika Meningkat

NUNUKAN – Periode Januari hingga November, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan…

Kamis, 06 Desember 2018 12:55

Minim Penarikan Pajak Restoran

NUNUKAN – Pajak restoran 10 persen yang dibebankan ke konsumen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .