MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 02 Februari 2018 12:55
Ratusan Akun Medsos Dibidik Panwaslu
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Upaya mengantisipasi hoax alias informasi palsu dalam pilkada terus dilakukan. Mulai tahun ini Bawaslu memiliki kewenangan memantau dan merekomendasikan pembekuan akun media sosial (medsos) yang melakukan kampanye hitam.

Kewenangan tersebut tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) antara Bawaslu dengan KPU, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), serta sejumlah platform medsos mulai GoogleYouTubeFacebookTwitterBBMLineBigo LiveMe Tube, hingga Live Me.

Ketua Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tarakan, Sulaiman mengatakan, pada dasarnya pihak yang baru melaksanakan hal tersebut barulah Bawaslu RI. Meski begitu, instruksi untuk melakukan pepembekuan akun medsos, belum diberikan Bawaslu RI kepada Panwaslu.

"Nah, kami tinggal menunggu perintah dari Bawaslu melalui Bawaslu Kaltara untuk melakukan itu (pembekuan akun medsos)," ujarnya.

Untuk diketahui, jenis akun yang dapat dibekukan oleh pihaknya ialah akun yang bersifat pemberi informasi fitnah, akun tanpa nama dan memancing isu sara di masyarakat. Hingga kini, Sulaiman mengaku sudah ada ratusan akun di Tarakan yang menjadi target untuk dibekukan. “Kami segera konsultasi dengan Bawaslu terlebih dulu,” ungkap Sulaiman.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pihaknya akan membentuk satgas pemantau medsos. Nanti satgas tersebut memantau pergerakan pembicaraan pada setiap akun di dunia maya. "Ada satu unit yang memonitor medsos," ujarnya setelah MoU di kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (31/1).

Selain itu, Bawaslu di semua tingkat juga akan membuka posko pengaduan terkait informasi hoax. Baik secara tatap muka maupun melalui akun-akun bawaslu di medsos. Jika ada laporan atau temuan satgas, pihaknya akan menelisik lebih dalam konten yang diproduksi akun tersebut. "Konten (melanggar atau tidak) kami uji dengan parameter UU Pilkada dan PKPU," imbuhnya. Apabila unsur pelanggaran bisa dibuktikan, Bawaslu merekomendasikan pembekuan akun ke platform.

Terhadap pelakunya, Bawaslu bisa mengadukan dengan pasal pelanggaran pidana umum. Tak terkecuali jika dalang di balik konten tersebut pasangan calon.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, cara tersebut sudah dilakukan dengan lembaga lain sesuai bidangnya. Terkait jaringan narkoba di media sosial, misalnya pihaknya juga memberikan kewenangan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Untuk hal-hal yang berkaitan pelanggaran UU Pemilu, tentu yang paling kompeten dan punya kapasitas adalah Bawaslu," ujarnya. Rudi memastikan, platform media sosial harus langsung menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan Bawaslu.

"Tidak ada alasan kalau Bawaslu meminta, platform tidak melakukan takedown," imbuhnya.

Ketua KPU Arief Budiman menyambut baik kebijakan tersebut. Selama ini pengawasan tidak efektif. Sebab, penyelenggara dan pengawas hanya bisa menindak akun resmi calon. Padahal, yang biasa melakukan kampanye hitam adalah akun-akun fiktif atau tidak resmi

Meski belum diberikan perintah untuk melakukan pembekuan akun yang dianggap "nakal" di media sosial, namun hingga kini Panwaslu telah membidik seratus lebih jumlah akun di Kota Tarakan yang dianggap berpotensi untuk mengganggu keamanan pelaksanaan pilwali di Bumi Paguntaka ini. (*/shy/jpg/nri)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 17:43

Terduga Jaringan ISIS Sebut Dirinya Iseng

TANJUNG SELOR – Terduga teroris AS (22) yang beberapa waktu lalu diamankan Densus 88 Antiteror,…

Senin, 21 Mei 2018 12:49

Kadin Bingung Birokrasi Kewenangan di Laut

Beras 2.900 ton dari Vietnam. Begitu temuan aparat Kamis 19 April lalu. Kapal Vietnam Dong Thien Phu…

Senin, 21 Mei 2018 12:45

Hidup dari Pecahan Batu Kerikil

Tidak selamanya kehidupan layak dan dinikmati dengan nyaman. Sennang, nenek berusia 72 tahun di RT 61…

Senin, 21 Mei 2018 12:32

Tak Ada Bom, EF Dipulangkan

PRIA berinisial EF yang sempat membuat heboh Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Jumat (18/5),…

Senin, 21 Mei 2018 12:29

Perketat Lingkungan, Poskamling Harus Aktif

TARAKAN – Mengantisipasi tindak kriminal di lingkungan rukun tetangga (RT), masing-masing Ketua…

Senin, 21 Mei 2018 11:16

Waspada Indekos dan Kontrakan

SEJAK penangkapan AS, terduga kelompok ISIS di Karang Anyar, Tarakan Barat, Kamis 17 Mei lalu, Pemerintah…

Senin, 21 Mei 2018 11:11

Pelunasan Tahap Kedua Menunggu Dua CJH

GELOMBANG kedua tahap pelunasan biaya haji kembali dibuka sejak 16 Mei lalu hingga 25 Mei mendatang.…

Senin, 21 Mei 2018 11:08

Jeli dan Perketat TPS

TARAKAN - Penggunaan lilin pada jari kelingking saat pemilihan memang harus dicegah. Pasalnya, jika…

Senin, 21 Mei 2018 11:02

Prioritaskan Dua Item di Musrenbang

TARAKAN – Di lingkungan RT 1, Kelurahan Kampung Enam memprioritaskan dua item dalam usulan Musyawarah…

Senin, 21 Mei 2018 10:34

Alasan Keamanan, Tahanan Dipindahkan

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan, kembali menerima tambahan warga binaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .