MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 02 Februari 2018 12:55
Ratusan Akun Medsos Dibidik Panwaslu
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Upaya mengantisipasi hoax alias informasi palsu dalam pilkada terus dilakukan. Mulai tahun ini Bawaslu memiliki kewenangan memantau dan merekomendasikan pembekuan akun media sosial (medsos) yang melakukan kampanye hitam.

Kewenangan tersebut tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) antara Bawaslu dengan KPU, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), serta sejumlah platform medsos mulai GoogleYouTubeFacebookTwitterBBMLineBigo LiveMe Tube, hingga Live Me.

Ketua Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tarakan, Sulaiman mengatakan, pada dasarnya pihak yang baru melaksanakan hal tersebut barulah Bawaslu RI. Meski begitu, instruksi untuk melakukan pepembekuan akun medsos, belum diberikan Bawaslu RI kepada Panwaslu.

"Nah, kami tinggal menunggu perintah dari Bawaslu melalui Bawaslu Kaltara untuk melakukan itu (pembekuan akun medsos)," ujarnya.

Untuk diketahui, jenis akun yang dapat dibekukan oleh pihaknya ialah akun yang bersifat pemberi informasi fitnah, akun tanpa nama dan memancing isu sara di masyarakat. Hingga kini, Sulaiman mengaku sudah ada ratusan akun di Tarakan yang menjadi target untuk dibekukan. “Kami segera konsultasi dengan Bawaslu terlebih dulu,” ungkap Sulaiman.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pihaknya akan membentuk satgas pemantau medsos. Nanti satgas tersebut memantau pergerakan pembicaraan pada setiap akun di dunia maya. "Ada satu unit yang memonitor medsos," ujarnya setelah MoU di kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (31/1).

Selain itu, Bawaslu di semua tingkat juga akan membuka posko pengaduan terkait informasi hoax. Baik secara tatap muka maupun melalui akun-akun bawaslu di medsos. Jika ada laporan atau temuan satgas, pihaknya akan menelisik lebih dalam konten yang diproduksi akun tersebut. "Konten (melanggar atau tidak) kami uji dengan parameter UU Pilkada dan PKPU," imbuhnya. Apabila unsur pelanggaran bisa dibuktikan, Bawaslu merekomendasikan pembekuan akun ke platform.

Terhadap pelakunya, Bawaslu bisa mengadukan dengan pasal pelanggaran pidana umum. Tak terkecuali jika dalang di balik konten tersebut pasangan calon.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, cara tersebut sudah dilakukan dengan lembaga lain sesuai bidangnya. Terkait jaringan narkoba di media sosial, misalnya pihaknya juga memberikan kewenangan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Untuk hal-hal yang berkaitan pelanggaran UU Pemilu, tentu yang paling kompeten dan punya kapasitas adalah Bawaslu," ujarnya. Rudi memastikan, platform media sosial harus langsung menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan Bawaslu.

"Tidak ada alasan kalau Bawaslu meminta, platform tidak melakukan takedown," imbuhnya.

Ketua KPU Arief Budiman menyambut baik kebijakan tersebut. Selama ini pengawasan tidak efektif. Sebab, penyelenggara dan pengawas hanya bisa menindak akun resmi calon. Padahal, yang biasa melakukan kampanye hitam adalah akun-akun fiktif atau tidak resmi

Meski belum diberikan perintah untuk melakukan pembekuan akun yang dianggap "nakal" di media sosial, namun hingga kini Panwaslu telah membidik seratus lebih jumlah akun di Kota Tarakan yang dianggap berpotensi untuk mengganggu keamanan pelaksanaan pilwali di Bumi Paguntaka ini. (*/shy/jpg/nri)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 20:05

Gerakan Menghadap Laut, Sisir Pantai Binalatung

TARAKAN – Berbagai kegiatan digalakkan dalam peringatan HUT ke-73 RI. Seperti yang digelar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:43

Pawai Obor Semarakkan Kemerdekaan

SEMARAK Dirgahayu Republik Indonesia ke-73 masih terasa. Semangat perlombaan terus digelar masyarakat.…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .