MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 02 Februari 2018 11:32
Layang-Layang Biang Pemadaman
TANGGAP: Petugas PLN berusaha mengamankan sebuah layang-layang yang tersangkut di kabel jaringan, Selasa (30/1). DOKUMENTASI PLN ULK TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Belakangan ini, warga kembali akrab dengan pemadaman listrik. Seperti yang dialami seorang warga RT 6, Kelurahan Juata Laut, Elisabeth (53). Senin (29/1) sekira pukul 19.00 Wita listrik di rumahnya padam. Durasi padam kurang lebih satu jam. Selasa (30/1) listrik kembali padam sekira pukul 17.30 Wita. “Hampir setiap hari tapi sebentar saja, paling satu jam sudah menyala lagi,” tuturnya.

Senada, Nurdiana (34) warga Selumit Pantai. Rabu (31/1), sekitar pukul 07.30 Wita listrik padam di wilayahnya. Ia juga bertanya-tanya belakangan ini sering padam walaupun durasinya tidak lama. “Iya kok selalu padam yah, kenapa yah? Sudah berapa kali padam juga tidak ingat, tapi selang berapa hari saja pasti padam lagi,” ucap wanita berhijab itu.

Saat dikonfirmasi Manajer PT PLN (Persero) ULK Tarakan Totok Suharto mengatakan adanya gangguan jaringan yang dialami PLN. Selain itu, biasanya aliran listrik terpaksa dipadamkan saat petugas melakukan pemeliharaan untuk menjaga keandalan. “Seperti di Selumit Pantai pagi tadi ada pemeliharaan makanya dipadamkan untuk menjaga keandalan,” jelas Totok.

Selain itu, Selasa (30/1) malam hari, listrik padam di seluruh Tarakan disebabkan layang-layang tersangkut di jaringan. Kejadian ini tepat di belakang BRI, Selumit Pantai. Tetapi efek dari gangguan ini merambat ke seluruh jaringan milik PLN, karena respons dari mesin untuk menyesuaikan daya. “Ibaratnya mengamankan diri sehingga di beberapa tempat padam. Kan ada respons dari mesin,” terangnya.

Jika berbicara mengenai kerugian, secara material tidak ada. Namun secara operasi dan pelayanan sangat dirugikan. Sebenarnya tidak hanya sebatas gangguan jaringan, tetapi keselamatan masyarakat juga harus diperhatikan. Diimbaunya bagi masyarakat dapat mengawasi anak-anaknya yang bermain layang-layang agar tidak mengarah ke jaringan listrik. Di samping menyebabkan gangguan, juga membahayakan. “Banyak faktor, bisa saja kesetrum. Jadi masyarakat yang punya anak kecil, main layang-layang agak jauh,” imbaunya.

Untuk diketahui pada jaringan kabel bertegangan 20 ribu volt ampere (VA), jarak aman right of way (ROW) atau pohon dan bangunan dengan kabel SUTM (jaringan kawat tidak berisolasi dan berisolasi) adalah 2,5 meter. Apabila terdapat benda yang menyentuh jaringan PLN dapat menyambar dan menyebabkan listrik padam.

HINDARI INSTALATUR

TAK BERSERTIFIKAT

Sementara itu, peringatan akan pentingnya kewaspadaan datang dari Ketua Gabungan Kontraktor Kelistrikan dan Mekanikal Indonesia (Gaklimdo) Kaltara Muhammad Iqbal. Ia mengingatkan untuk seluruh para instalatur kelistrikan agar menaati aturan yang berlaku. Hal itu ditegaskannya, mengingat masih ada sejumlah instalatur kelistrikan di Kaltara khususnya di Tarakan, yang belum memiliki Sertifikasi Badan Usaha (SBU). Padahal, sertifikat tersebut menjadi salah satu persyaratan dalam pekerjaan instalasi listrik.

SBU merupakan salah satu dokumen penting yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan jasa konstruksi, usaha jasa penunjang tenaga listrik maupun penyedia barang dan jasa. Syarat itu biasanya digunakan untuk dapat mengikuti tender atau lelang pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintah atau sebagai perusahaan jasa penunjang migas, mineral dan batubara di indonesia.

“Sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN). Kalau tidak ada SBU, otomatis tidak bisa dapat pekerjaan di pemerintahan maupun swasta,” ungkap Muhammad Iqbal, Rabu (31/1) saat ditemui disalah satu hotel di Jalan Yos Sudarso.

Dengan sertifikat tersebut, maka instalatur dinilai telah memiliki keahlian di bidangnya. “Ini pengakuan formal atas keahliannya di bidang itu. Sehingga, tidak perlu lagi diragukan dalam menyelesaikan pekerjaan. Karena sudah teruji,” bebernya.

Iqbal mengaku belum mengetahui berapa banyak instalatur kelistrikan yang tersebar di Kaltara. Hanya saja, ia memperkirakan, jumlahnya tidak mencapai 100 perusahaan. “Tidak seperti pengusaha jasa konstruksi yang mencapai ratusan perusahaan,” bebernya.

Menurut Iqbal, kegiatan ketenagalistrikan cukup banyak di Kaltara karena menyangkut kelengkapan infrastruktur gedung. Sehingga, setiap ada pembangunan perkantoran maupun gedung-gedung lainnya, selalu membutuhkan kelistrikan.

Hanya saja, ia mengingatkan kepada pemilik gedung agar tidak sembarang dalam menggunakan instalatur kelistrikan. Untuk menjamin bahwa pengerjaannya sesuai standar kelistrikan, maka gunakannya instalatur yang memiliki sertifikat. “Ini yang perlu kami tekankan agar tidak sembarang orang untuk melakukan pekerjaan ini,” pintanya. (*/one/eru/lim)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .