MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 30 Januari 2018 11:08
Pesan Berantai Revisi UU ASN
HOAKS: Pesan berantai yang dikirim ke group medsos honorer Nunukan terkait revisi UU ASN tidaklah benar. DOKUMEN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Masyarakat Nunukan khususnya sejumlah aparatur sipil negera (ASN), yang bekerja di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali mendapatkan pesan berantai disejumlah media sisoal (Medsos), tentang aturan atau Revisi Undang-undang (RUU) ASN pengangkatan honorer k2 dan pegawai kontrak.

Bahkan pesan ini diakui berasal dari sejumlah pejabat di lingkungan OPD Kabupaten Nunukan. Namun, masih banyak yang belum percaya lantaran pesan-pesan sejenisnya sering tersebar melalui medsos.

Seperti yang diungkapkan Hermanto, warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nunukan Tengah, yang juga mengaku mendapatkan pesan tersebut. Namun, dirinya tidak begitu percaya dengan informasi tersebut.

“Bosan sudah dapat pesan seperti itu, nanti ujung-ujungya hoaks. Tapi kalau kita ini percaya tidak percaya Mas, karena sebenarnya berharap juga,” kata Manto sembari tertawa.

Memang di dalam pesan tersebut disebutkan Revisi UU ASN telah diresmikan menjadi RUU Usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Atas revisi tersebut peluang pengangkatan sejumlah honorer k2 dan pegawai kontrak semakin besar. Bahkan pesan itu mengatasnamakan Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsi.

Namun, pesan ini malah jadi lelucun. Manto mengaku, pesan yang diterima di group medsosnya menjadi lelucon teman-temannya. “Ada yang bilang informasi itu hanya untuk buat senang hatinya pegawai honorer saja. Nantilah kita lihat perkembangannya, benar atau tidak,” tuturnya bertanya-tanya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Pembinaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan, Hamseng mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi terkait hal tersebut. Meski begitu, pihaknya tetap menunggu aturannya jika memang telah dirubah.

“Ya, belum ada terima informasinya tuh, kita tunggu saja aturannya kalau memang sudah dirubah,” singkat Hamseng. (raw/nri)


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 11:02

BPN Bagikan 150 Sertifikat PTSL, Ada Biaya Tambahan

TARAKAN - Wajah H. Hania (60) semringah. Warga RT 14…

Jumat, 22 Februari 2019 11:00

Rangsang Minat Baca dengan Mengangkat Kearifan Lokal

Menjadi seorang penulis merupakan impian Iqbal Ardianto sejak dulu. Motivasi…

Jumat, 22 Februari 2019 10:58

DILARANG..!! Tapi Request ‘Tetangga’ Dominan Kepiting Bertelur

TARAKAN – Pada pembukaan pengiriman kepiting atau open season yang…

Jumat, 22 Februari 2019 09:56

Sidang Ditunda, Pledoi Terduga Agus Salim Sudah Siap

TARAKAN – Sidang terduga terorisme yang melibatkan Agus Salim dengan…

Jumat, 22 Februari 2019 09:52

Turbo Terbakar, Pasokan Listrik Tak Pengaruh

TARAKAN — Satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 22 Februari 2019 09:50

JEMBATAN HOROR..!! Lihat Nih, Layak Ngga Dilewati?

TARAKAN – Jembatan kayu di wilayah RT 7, Kelurahan Pantai…

Jumat, 22 Februari 2019 09:49

Siswa Patra Dharma Wakili Kaltara di OSN

TARAKAN - Untuk sekian lama, akhirnya Kota Tarakan bisa kembali…

Jumat, 22 Februari 2019 00:53

Kepedulian terhadap Pesisir Masih Rendah

TARAKAN – Ada yang berbeda di Pantai Amal, Kamis (21/2).…

Kamis, 21 Februari 2019 13:59

Metode Sainte Lague di Pemilu 2019

TARAKAN - Ada yang beda dari proses perhitungan kursi suara…

Kamis, 21 Februari 2019 13:58

Persentase Masyarakat Miskin Turun

TARAKAN – Kriteria kemiskinan di Tarakan saat ini hanya menggunakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*