MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Selasa, 30 Januari 2018 10:40
Ikan Kerapu Baznas Diminati Pengusaha Malaysia
DIMINATI PENGUSAHA: Syamsi Sarman menunjukkan ikan kerapu hasil pembesaran di keramba Baznas di Juata Laut. BAZNAS UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Ikan kerapu Baznas yang dibudidayakan melalui program zakat community development (ZCD) sejak lima bulan lalu ternyata diminati banyak pembeli.

Bukan saja pembeli lokal dari kalangan pengusaha hotel dan restoran, tetapi juga dari pengusaha negeri jiran Malaysia yang sudah melakukan kontak dengan Baznas Tarakan melalui perwakilannya di Tarakan. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Baznas Tarakan K.H. Zainuddin Dalila saat dikonformasi awak media ini.   

“Informasi yang saya dengar dari petugas kami di lapangan memang seperti itu. Ada beberapa pengusaha yang sudah menawar ikan kerapu yang kami budidayakan dalam keramba apung di perairan Juata Laut,” ujar Zainuddin.

“Bahkan diantaranya ada pengusaha dari Malaysia. Melalui perwakilannya di Tarakan sudah pernah mengontak Baznas dan menyampaikan minatnya untuk membeli ikan kerapu dari Baznas Tarakan,” tambahnya.

Buka hanya itu, pengusaha tersebut konon juga berniat bekerjasama untuk pengelolaan ikan kerapu yang berkelanjutan.

Menurut pantauan awak media ini di lokasi ZCD Baznas Tarakan, saat ini ukuran dan berat ikan kerapu yang dikelola Baznas Tarakan sudah mencapai setengah kilogram ke atas. Sejak bibit ikan tersebut mulai dimasukkan ke dalam keramba apung pada 5 bulan lalu, ada 2.000 ekor benih ikan kerapu dengan size 10 cm.

Kendala yang ditemui para nelayan Baznas Tarakan selama ini adalah arus air yang deras dan kualitas air yang buruk karena sampah rumah tangga dan kotoran pohon yang tersangkut di keramba.

“Perairannya banyak sampahnya sehingga membuat kualitas air di sini sangat buruk. Bahkan pernah kami temukan genangan oli yang mencemari air di sekitaran keramba. Dan ini sangat mempengaruhi hasil panennya nanti, baik dari sisi jumlahnya maupun kualitasnya,” ujar Zainuddin.

Ditanya tentang untung ruginya pengelolaan ikan kerapu ini, tokoh ulama yang juga menjabat Ketua MUI Provinsi Kaltara itu mengaku masih dalam proses belajar.  

“Terus terang kami ini masih dalam proses belajar, jadi tidak mengejar keuntungan dulu. Kami akan terus mengevaluasi untuk mendapatkan pola dan sistem pengelolaan yang baik,” ujarnya. (adv/har)


BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*