MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 29 Januari 2018 12:16
Rp 60 Miliar ‘Melayang’ ke Pusat

Pengembangan Bandara Terkendala Lahan

TERKENDALA LAHAN: Pengembangan Bandara Tanjung Harapan butuh lahan seluas 280 hektare. Akibat persoalan lahan, pengembangan tahap pertama yang dilakukan 2017 belum rampung. IWAN KURNIAWAN RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Proses penyelesaian proyek pengembangan dan perpanjangan runway (landasan pacu) Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor untuk tahap pertama tidak berjalan sesuai rencana.

Dikatakan Kabid Perhubungan Udara, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Andi Nasuha, sesuai perencanaan perpanjangan runway bandara kelas III ini dilakukan tiga tahap. Tahap pertama perpanjangan runway akan dilakukan hingga 1.850 meter. Lalu, tahap kedua 2.250 meter, selanjutnya tahap ketiga sepanjang 2.500 meter. “Sekarang baru rampung 1.600 meter. Artinya tahap pertama belum rampung,” jelas Andi saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Panjang landasan pacu 1.600 meter itu selesai dikerjakan 2017 lalu. Tahun ini upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas pendukung moda transportasi udara itu bisa segera dirampungkan sesuai yang diharapkan. “Tapi pembangunan ini terkendala lahan dan perlu penyesuaian RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Bulungan,” tegas Andi.

Katanya, disebabkan belum adanya kelanjutan pembebasan dan lahan, anggaran sebesar Rp 60 miliar pun tidak dapat direalisasikan yang harus dikembalikan ke pusat. “Tahun ini administrasi pembebasan lahan kami siapkan. Mudahan tahun depan bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Lebih jauh, untuk pengembangan bandara di semua aspek, mulai dari perpanjangan runway, peningkatan gedung ruang tunggu, termasuk fasilitas lainnya butuh lahan sekitar 280 hektare (ha). “Baru terpenuhi sekitar 20 hektare lebih. Memang soal lahan ini tidal gampang,” sebutnya.

Untu itu, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 50 miliar agar Bandara Tanjung Harapan ini dapat jauh lebih baik lagi. Namun untuk pengembangan bandara yang ada di Provinsi Kaltara ini pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp 1 triliun. “Rp 50 miliar itu termasuk di dalamnya,” imbuh dia.

Sementara itu, RTRW termasuk Amdal RTRW diperlukan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan tidak keluar dari ketentuan yang berlaku. “Memang RTRW provinsi sudah aman. Tapi RTRW Bulungan harus menyesuaikan dengan cara direvisi, walaupun Bulungan terkendala anggaran untuk itu (revisi, Red.),” beber dia.

Perihal persoalan ini, Pemprov Kaltara berkomitmen membantu Pemkab Bulungan sebesar Rp 5 miliar guna percepatan revisi Perda RTRW tersebut. Revisi itu diperlukan guna mendukung program strategis nasional seperti pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) di Tanjung Selor, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Desa Tanah Kuning dan Mangkupadi, Tanjung Palas Timur. Serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peso, termasuk pengembangan Bandara Tanjung Harapan.

Andi melanjutkan, jika nanti Bandara Tanjung Harapan selesai dibangun sesuai tahapan yang ada. Maka ini tidak hanya akan mengakomodir masyarakat di Bulungan, melainkan juga Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Malinau.

Peningkatakan infrastruktur bandara itu juga diyakini akan menarik minat sejumlah maskapai membuka rute ke Tanjung Selor. Minimal dalam sehari ada tiga kali penerbangan dengan pesawat yang berkapasitas seat cukup banyak.

“Kalau sudah tiga kali penerbangan, maka biar sore atau malam tibanya warga KTT dan Malinau bisa langsung meneruskan perjalanan karena tembus darat. Kalau Tarakan harus menyesuaikan jadwal speedboat,” jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Bulungan, M. Isnaini saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya terkait progres revisi RTRW ini belum dapat dikonfirmasi.

Namun, Bupati Bulungan H. Sudjati mengupayakan proses revisi berjalan tahun ini dalam kurun waktu 8 bulan. “Karena tahun lalu tidak cukup waktu untuk merevisinya,” pungkasnya. (isl/eza)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:08

Peredaran Narkotika Memprihatinkan

TANJUNG SELOR – Berada di daerah yang berbatasan langsung dengan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:05

185 Ha Lahan KBM Akan Dibebaskan

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:03

Sirkulasi Siklonik, Sebabkan Hujan Lebat

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas…

Jumat, 18 Januari 2019 12:02

DED Rampung, Pembangunan Fisik Mandek

TANJUNG SELOR – Menyikapi ruas Jalan Jalan Aki Balak Kota…

Jumat, 18 Januari 2019 12:00

Dihadiahi Timah Panas, Pelaku Curat Tersungkur

TANJUNG SELOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan menuntaskan…

Jumat, 18 Januari 2019 09:49

Tujuh Menit, 11 kg Sabu Musnah

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda)…

Jumat, 18 Januari 2019 09:47

Di Kaltara, Pemilih Pemula Mencapai 28.350 Jiwa

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara…

Jumat, 18 Januari 2019 09:45

1 Februari, CPNS 2017 Terima SK 100 Persen

TANJUNG SELOR - Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya…

Jumat, 18 Januari 2019 09:43

Tak Berfungsi Karena Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Sejak selesai dibangun pada 2016 lalu, hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 12:08

Hidup di Kaltara Termahal

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berada di urutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*