MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 29 Januari 2018 12:16
Rp 60 Miliar ‘Melayang’ ke Pusat

Pengembangan Bandara Terkendala Lahan

TERKENDALA LAHAN: Pengembangan Bandara Tanjung Harapan butuh lahan seluas 280 hektare. Akibat persoalan lahan, pengembangan tahap pertama yang dilakukan 2017 belum rampung. IWAN KURNIAWAN RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Proses penyelesaian proyek pengembangan dan perpanjangan runway (landasan pacu) Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor untuk tahap pertama tidak berjalan sesuai rencana.

Dikatakan Kabid Perhubungan Udara, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Andi Nasuha, sesuai perencanaan perpanjangan runway bandara kelas III ini dilakukan tiga tahap. Tahap pertama perpanjangan runway akan dilakukan hingga 1.850 meter. Lalu, tahap kedua 2.250 meter, selanjutnya tahap ketiga sepanjang 2.500 meter. “Sekarang baru rampung 1.600 meter. Artinya tahap pertama belum rampung,” jelas Andi saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Panjang landasan pacu 1.600 meter itu selesai dikerjakan 2017 lalu. Tahun ini upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas pendukung moda transportasi udara itu bisa segera dirampungkan sesuai yang diharapkan. “Tapi pembangunan ini terkendala lahan dan perlu penyesuaian RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Bulungan,” tegas Andi.

Katanya, disebabkan belum adanya kelanjutan pembebasan dan lahan, anggaran sebesar Rp 60 miliar pun tidak dapat direalisasikan yang harus dikembalikan ke pusat. “Tahun ini administrasi pembebasan lahan kami siapkan. Mudahan tahun depan bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Lebih jauh, untuk pengembangan bandara di semua aspek, mulai dari perpanjangan runway, peningkatan gedung ruang tunggu, termasuk fasilitas lainnya butuh lahan sekitar 280 hektare (ha). “Baru terpenuhi sekitar 20 hektare lebih. Memang soal lahan ini tidal gampang,” sebutnya.

Untu itu, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 50 miliar agar Bandara Tanjung Harapan ini dapat jauh lebih baik lagi. Namun untuk pengembangan bandara yang ada di Provinsi Kaltara ini pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp 1 triliun. “Rp 50 miliar itu termasuk di dalamnya,” imbuh dia.

Sementara itu, RTRW termasuk Amdal RTRW diperlukan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan tidak keluar dari ketentuan yang berlaku. “Memang RTRW provinsi sudah aman. Tapi RTRW Bulungan harus menyesuaikan dengan cara direvisi, walaupun Bulungan terkendala anggaran untuk itu (revisi, Red.),” beber dia.

Perihal persoalan ini, Pemprov Kaltara berkomitmen membantu Pemkab Bulungan sebesar Rp 5 miliar guna percepatan revisi Perda RTRW tersebut. Revisi itu diperlukan guna mendukung program strategis nasional seperti pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) di Tanjung Selor, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Desa Tanah Kuning dan Mangkupadi, Tanjung Palas Timur. Serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peso, termasuk pengembangan Bandara Tanjung Harapan.

Andi melanjutkan, jika nanti Bandara Tanjung Harapan selesai dibangun sesuai tahapan yang ada. Maka ini tidak hanya akan mengakomodir masyarakat di Bulungan, melainkan juga Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Malinau.

Peningkatakan infrastruktur bandara itu juga diyakini akan menarik minat sejumlah maskapai membuka rute ke Tanjung Selor. Minimal dalam sehari ada tiga kali penerbangan dengan pesawat yang berkapasitas seat cukup banyak.

“Kalau sudah tiga kali penerbangan, maka biar sore atau malam tibanya warga KTT dan Malinau bisa langsung meneruskan perjalanan karena tembus darat. Kalau Tarakan harus menyesuaikan jadwal speedboat,” jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Bulungan, M. Isnaini saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya terkait progres revisi RTRW ini belum dapat dikonfirmasi.

Namun, Bupati Bulungan H. Sudjati mengupayakan proses revisi berjalan tahun ini dalam kurun waktu 8 bulan. “Karena tahun lalu tidak cukup waktu untuk merevisinya,” pungkasnya. (isl/eza)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:26

Pemprov Mau Beli Pesawat, Ini yang Ditunggu...

TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara),  membeli…

Jumat, 19 Oktober 2018 20:54

Kontraktor Terkendala Mobilisasi Material

TANJUNG SELOR - Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR)…

Jumat, 19 Oktober 2018 20:53

Kontraktor Terkendala Mobilisasi Material

TANJUNG SELOR - Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR)…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:36

DJKA Bantu Pengembangan Kereta Api

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara menyebutkan detail engineering design…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:32

Pergub Pembebasan PKB Berpotensi Diperpanjang

TANJUNG SELOR - Penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 29 dan 30 tahun 2018 berdampak signifikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:31

Program Presiden Terasa di Kaltara

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H. Irianto Lambrie mengatakan, program Presiden…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:28

Menteri PUPR Akan Tinjau Jembatan Bulan

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:15

Puluhan Pegawai Kecamatan Jalani Tes Urine

TANJUNG SELOR – Puluhan pegawai di lingkungan kantor kecamatan, kantor Desa Salimbatu, Tanjung…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:12

Kelanjutan Pembangunan Jalan Tergantung APBD

TANJUNG SELOR - Salah satu pembangunan ruas jalan yang tahun ini direalisasikan Pemkab Bulungan adalah…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:01

Perda Karthutla Ditarget Segera Rampung

TANJUNG SELOR - Sejumlah bentuk bencana alam, baik skala kecil maupun besar dinilai sangat berpotensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .