MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 29 Januari 2018 12:03
Kelapa Pandan Berpeluang ‘Go Internasional’

Pasca Kunjungan Mentan RI Andi Amran di Sebatik

PELUANG EKSPOR: Nunukan menjadi salah satu daerah penghasil buah kelapa pandan wangi. Saat ini pemerintah sedang mengembangkan pembibitan serta menjalankan serangkaian sertifikasi. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Buah kelapa pandan di Pulau Sebatik menjadi idola. Pasca kedatangan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Oktober 2017 lalu, petani buah dengan nama ilmiah botanical itu menjalani pendataan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan.

SYAMSUL

PETANI Sebatik menyambut baik. Mentan mengemukakan jika buah kepala pandan dari pulau perbatasan itu sangat unik. Kepala DPKP Nunukan Cholid Mohammad pun mengakui ada tindak lanjut pihaknya dengan pendataan berkaitan rencana sertifikasi. “Saat ini proses sertifikasi dulu. Biar buahnya tidak diklaim negara atau daerah lain. Sementara berjalan saat ini,” kata Cholid kepada Radar Nunukan, Sabtu (27/1).

Cholid mengatakan, proses sertifikasi kelapa pandan asal Sebatik dilakukan Badan Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Balitka) Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Seluruh kelapa pandan yang ada di Pulau Sebatik dan Nunukan telah didata. “Dalam proses sertifikasi ini, peneliti ini memeriksa kelapa pandan ini apakah memenuhi syarat atau tidak untuk disertifikasi,” ungkap Cholid.

Dikatakan, kelapa pandan wangi merupakan salah satu kelapa eksotik dengan karakter spesifik. Aroma wangi pandan pada sabut, air dan daging buahnya serta cita rasa pandan dan manis pada air dan daging buahnya. Kelapa pandan ini ternyata banyak ditanam masyarakat secara pribadi. “Sesuai saran Pak Menteri Pertanian, pengembangannya kini telah berjalan,” jelasnya.

Disebutkan, yang telah terdata saat ini sebanyak 300 pohon. Kelapa ini berada di Pulau Sebatik dan Nunukan. Sebelum pendataan itu, lanjutnya, sudah ada tim dari Kementan yang juga melakukan survei dan mengambil bibit kelapa pandan tersebut. “Tidak langsung diekspor yang sekarang ini. Proses bertahap. Dalam proses penelitian itu akan ditentukan mana kelapa yang benar-benar dapat dijadikan bibit,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan kelapa yang ingin dijadikan bibit, lanjutnya, akan dikembangkan pada proses pembibitan oleh tim yang ditunjukkan Kementan. Nanti, setelah proses pembibitan berhasil lalu disebarkan kembali ke petani di Pulau Sebatik dan Nunukan. Proses penelitian kelapa pandan ini masih panjang. Sebab, tim yang bekerja di lapangan ingin memastikan apakah benar kelapa pandan ini tumbuh asli di Nunukan. Sebab, di beberapa daerah itu telah memiliki kelapa jenis yang sama. “Tapi, pasti ada perbedaan karakteristik wilayah tumbuhnya. Utamanya soal tanah, cuaca dan lainnya yang pastinya dapat berpengaruh terhadap kelapa tersebut,” ungkapnya. (***/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .