MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 29 Januari 2018 10:56
Ada ASN Menyebarkan Visi Misi Calon
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Pengawas pemilu memperingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak netral dalam tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Tarakan yang berlangsung saat ini. Sebab ada ASN yang diduga ikut menyebarkan atau memposting visi misi bakal calon (balon) wali kota ke media sosial.

Jika hal ini terus dilakukan, maka dikhawatirkan dapat menggiring keberpihakan kepada salah satu balon dan tentu merugikan balon lainnya.

Larangan keras bagi ASN memposting visi misi ini berlaku mulai saat ini, terlebih saat para kandidat sudah ditetapkan sebagai pasangan calon. Jika dilaporkan ke penyelenggara dan terbukti, maka sanksi menanti.

Ketua Panwaslu Tarakan, Sulaiman menegaskan, jika oknum ASN tersebut beralasan postingan itu dilakukan sebelum masuk masa kampanye, maka bisa dikenakan Undang-Undang ASN nomor 5 tahun 2014. Selain itu, diperkuat dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

"Kalau masuk tahapan kampanye berarti dia sudah masuk undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada," tegas Sulaiman saat ditemui di Kantor KPU Tarakan, kemarin (27/1).

Lantas, bagaimana jika oknum ASN tersebut memosting keempat visi misi kandidat?

Alumnus Fakultas Hukum UBT ini menuturkan, akan melihat terlebih dahulu substansi postingan tersebut. Termasuk instansi dan lembaga mana.

Apakah postingan tersebut dari instansi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Tata Pemerintahan (Tapem) atau Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Karena hanya instansi tertentu saja yang bisa memposting. Itupun tanpa ada tendensi dan kepentingan pribadi.

"Tapi apapun itu sebaiknya jangan," pesannya.

Sulaiman menjelaskan, sebagai lembaga pengawas, jika menemukan postingan yang sarat muatan politik dan bernuansa ajakan, maka dianjurkan segera melaporkan ke Panwaslu.

"Kalau ada akun (ASN) yang share bisa laporkan saja ke kami. Asal dilaporkan secara tertulis. Tapi kalau dikirim ke WA (WhatsApp), maka hanya bisa ditindaklanjuti karena bukan dalam bentuk laporan resmi," bebernya.

Siapa yang menjadi pelapor, disampaikan Sulaiman, harus warga negara Indonesia yang berdomisili di Kota Tarakan.

"Sejauh ini belum ada yang lapor. Sekadar informasi ada, tapi itu baru kita jadikan informasi untuk didalami. Informasi ini berbeda kalau bentuknya laporan dan sudah diregistrasi, maka wajib kami tindaklanjuti," timpal Sulaiman.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo, mengimbau hal yang sama. Karena aturan bagi ASN sudah sangat jelas tertuang dalam undang-undang dan peraturan pemerintah.

"Ya pada prinsipnya aturan jelas. ASN kan tidak boleh berpihak. Kalau ada ASN memberikan opini terhadap paslon tertentu apalagi menggiring, saya pikir itu ada kesan tidak netral. Nanti bisa ditindak Panwaslu," imbuhnya.

Disampaikan pria berkacamata ini, ASN dan penyelenggara, statusnya sama. Harus bersikap netral. Sekalipun punya pilihan, tetap harus disimpan dalam hati sehingga bisa menjaga netralitas selama proses dan tahapan pilkada berlangsung.

"ASN sama dengan penyelenggara, ada batasan dalam membahas persoalan visi misi," sebutnya.

Dia melanjutkan, ASN sebagai pelayan publik bisa mendapat sorotan jika kedapatan berpihak pada salah satu kandidat. Sekalipun saat ini status keempat kandidat belum ditetapkan. Begitupun pasca penetapan dan masa kampanye, juga mendapat larangan keras.

"Artinya, dia (ASN) tidak boleh menggiring, tidak boleh berpolitik praktis. Itukan larangan keras," kata Teguh menegaskan.

 

KODIM AWASI PERGERAKAN PILKADA TARAKAN

Selain ASN, netralitas TNI juga menjadi harga mati yang tidak boleh dilanggar oleh anggota TNI.

Untuk menunjukkan netralitas tersebut, Komandan Kodim 0907 Tarakan Letkol Inf Hipni Maulana Farhan memastikan akan melakukan pengawasan terhadap jajarannya.

“Kalau ke dalam, semua prajurit netral. Karena TNI sudah jelas, diperintahkan pimpinan mulai Danrem, Pangdam hingga Panglima TNI. Seluruh prajurit TNI harus netral dan tidak ada alasan kita harus tidak netral,”ujarnya.

Dijelaskannya, pelaksanaan Pilkada tahun ini tidak hanya digelar di Tarakan, namun digelar serentak di beberapa wilayah di Indonesia ini. “Termasuk ibu-ibunya, kan punya hak pilih. Tapi, kami tidak mau mencampuri, mau memilih siapa sesuai hati nurani masing-masing,” ucapnya.

“Kami ada sanksi untuk personel yang tidak netral sesuai instruksi satuan atas. Ancamannya administrasi. Tidak sampai dipecat, kecuali narkoba, sudah pasti dipecat,” ungkapnya.

Terkait potensi kerawanan, Hipni mengaku belum mendapatkan informasi kerawanan di suatu wilayah yang akan dilakukan oleh oknum tertentu.

Sebagai upaya meningkatkan pengawasan untuk meminimalisir potensi kerawanan, Dandim sudah memerintahkan Babinsa untuk lebih melakukan pendekatan. Salah satunya memberikan imbauan agar tetap ikut serta sebagai pemilih.

“Jangan nanti sudah ada yang terpilih baru menyesal, kita juga meminta agar masyarakat juga bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban di tahapan Pilkada ini hingga selesai,” tuturnya.

Perwira dengan dua melati di pundaknya ini juga memberikan apresiasinya pada keempat paslon yang bisa mengendalikan massa pendukungnya saat pendaftaran calon beberapa waktu lalu. Diakuinya, saat itu memang sempat terjadi gesekan namun langsung dilakukan antisipasi dengan cepat. “Kita hanya monitor dan melakukan pemantauan wilayah, tapi kami belum melakukan pemetaan dan masih menunggu penetapan calon itu,” tegasnya. (jnr/keg/ddq)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 21:04

Pemkot Pengin Mengadu ke Kemendagri

TARAKAN - Rencana pengalihan sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Senin, 21 Mei 2018 17:43

Terduga Jaringan ISIS Sebut Dirinya Iseng

TANJUNG SELOR – Terduga teroris AS (22) yang beberapa waktu lalu diamankan Densus 88 Antiteror,…

Senin, 21 Mei 2018 12:49

Kadin Bingung Birokrasi Kewenangan di Laut

Beras 2.900 ton dari Vietnam. Begitu temuan aparat Kamis 19 April lalu. Kapal Vietnam Dong Thien Phu…

Senin, 21 Mei 2018 12:45

Hidup dari Pecahan Batu Kerikil

Tidak selamanya kehidupan layak dan dinikmati dengan nyaman. Sennang, nenek berusia 72 tahun di RT 61…

Senin, 21 Mei 2018 12:32

Tak Ada Bom, EF Dipulangkan

PRIA berinisial EF yang sempat membuat heboh Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Jumat (18/5),…

Senin, 21 Mei 2018 12:29

Perketat Lingkungan, Poskamling Harus Aktif

TARAKAN – Mengantisipasi tindak kriminal di lingkungan rukun tetangga (RT), masing-masing Ketua…

Senin, 21 Mei 2018 11:16

Waspada Indekos dan Kontrakan

SEJAK penangkapan AS, terduga kelompok ISIS di Karang Anyar, Tarakan Barat, Kamis 17 Mei lalu, Pemerintah…

Senin, 21 Mei 2018 11:11

Pelunasan Tahap Kedua Menunggu Dua CJH

GELOMBANG kedua tahap pelunasan biaya haji kembali dibuka sejak 16 Mei lalu hingga 25 Mei mendatang.…

Senin, 21 Mei 2018 11:08

Jeli dan Perketat TPS

TARAKAN - Penggunaan lilin pada jari kelingking saat pemilihan memang harus dicegah. Pasalnya, jika…

Senin, 21 Mei 2018 11:02

Prioritaskan Dua Item di Musrenbang

TARAKAN – Di lingkungan RT 1, Kelurahan Kampung Enam memprioritaskan dua item dalam usulan Musyawarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .