MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 27 Januari 2018 12:14
Adu Kekuatan Strategi

Masing-Masing Tim Siapkan Pasukan Per Kelurahan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Mesin politik pada Pilwali Tarakan tahun ini bergerak semakin dinamis. Semua tim sukses beradu strategi untuk bisa memenangkan jagoan masing-masing.

Empat bakal calon (balon) peserta pilwali yakni Sofian Raga-Sabar Santuso (Sobat), H. Badrun-Ince A. Rifai (Bais), dr. Khairul-Effendhi Djuprianto (Oke) dan dari jalur perseorangan Hj. Umi Suhartini-Mahrudin Mado yang terus menggerakkan sayap-sayap para pendukungnya.

Kesiapan kampanye juga diungkapkan oleh Ketua Tim Pemenangan pasangan Oke, Muddain yang mana saat ini pihaknya telah selesai, membentuk infrastruktur tim pemenangan dari tingkat kelurahan dan kecamatan, sehingga merekalah yang bertugas untuk menyebarkan program pasangan Oke kepada seluruh masyarakat di Bumi Paguntaka.

“Kami membagikan dan menginformasikan beberapa program agar masyarakat tahu tentang program Oke, sehingga keinginan masyarakat untuk bergabung ke Oke itu jauh lebih besar,” tutur Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Tarakan tersebut.

Menurutnya, jika tim pemenangan tidak melakukan penyebaran visi dan misi Oke, maka keinginan masyarakat untuk memilih pasangan Oke tidak akan berjalan lancar. Sebab itu, tim pemenangan Oke terus melakukan penyebaran visi dan misi sampai pada lorong-lorong RT. Baginya tidak akan mungkin dapat melakukan blusukan jika infrastruktur tim Oke tidak mencakup seluruh RT. Oleh sebab itu, tim pemenangan Oke-lah yang mengakomodir terhadap seluruh RT.

“Semua tim memiliki strategi pemenangan yang berbeda, yang jelas orang-orangnya Oke ada di seluruh Kota Tarakan. Merekalah yang ditugaskan untuk menyampaikan visi dan misi serta program unggulan Oke,” jelasnya.

Akan tetapi, tim pemenangan juga memberikan kewenangan kepada pasangan Oke untuk melakukan komunikasi di luar komunikasi yang dilakukan tim. Sebab gerakan pribadi pasangan Oke dinilai kuat untuk membangun komunikasi di masyarakat.

Dalam kesempatan ini Muddain pun belum dapat berkomentar banyak terkait daerah mana saja yang diprediksi menjadi lumbung suara pasangan Oke. Menurutnya semua berpotensi besar untuk bisa memperoleh suara banyak.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Tarakan yang juga merupakan tim dari pemenangan pasangan Bais, Tigor Nainggolan mengatakan bahwa sistem komando Partai Golkar otomatis telah terbentuk di seluruh kelurahan, kecamatan sampai pada tingkat RT. Sehingga sistem inilah yang dapat memenangkan pasangan Bais menuju kursi nomor satu di Tarakan. “Jadi persiapan itu tidak perlu, karena memang itu sudah siap kapan saja,” bebernya.

Sistem pembentukan kepengurusan Golkar telah terbentuk sejak berdirinya partai tersebut. Untuk itu, Tigor menegaskan bahwa pihaknya sudah siap untuk mem-back up pasangan Bais di Pilwali 2018 ini.

Bagi Tigor, dalam dunia perpolitikan tidak mengharuskan pihaknya untuk bersikap terang-terangan. Akan tetapi, dalam dunia perpolitikan hendaknya seperti kapal selam yang tidak pernah menunjukkan strateginya, namun menang pada akhirnya. “Jadi bagus diam dulu. Nanti muncul, langsung menang,” tegasnya.

Untuk itu, Tigor menjelaskan kampanye harus dilakukan sejak manusia terlahir di dunia. Ia menegaskan, pada prinsipnya Golkar dan PDIP merupakan sebuah partai lama sehingga lebih paham mengenai dunia perpolitikan. Hal senada juga dituturkan Ketua Tim Pemenangan Sobat, Rudi Hartono, bahwa sejak melakukan deklarasi, maka saat itulah mereka menyatakan kesiapannya. “Kami dari jauh hari sudah siap ketika pasangan Sobat mendeklarasikan diri,” tegas politikus Gerindra ini, kemarin (26/1).

Saat ditanyakan terkait persiapan untuk bisa meraih dukungan suara dari warga Tarakan yang memiliki hak pilih, kata Rudi, pada prinsipnya secara administrasi dan teknis juga sudah disiapkan. Namun, semuanya perlu mengutamakan prosedur yang sudah disiapkan KPU. Termasuk aturan yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

 

Lantas, sejauh mana dalam pembentukan tim? Disampaikan Rudi, selain membentuk tim dari gabungan parpol, juga menyiapkan tim relawan yang terdiri dari simpastisan dan tokoh masyarakat.

Disinggung apakah selain tim pasangan Sobat menggunakan konsultan politik dalam mengawal hingga hari pemungutan nanti. Dirinya mengaku kubu mereka akan berbeda dari tim lainnya. “Nanti kami lihat saat presentasi permainannya,” ujarnya diplomatis.

“Karena adu strategi dalam berpolitik. Tidak mungkin kami melakukan hal yang sama juga dengan tim lain. Intinya, berbeda dan menang. Kalau dari sebelah kalah, masa kami kalah?” timpalnya.

Perbedaan yang dimaksud Rudi, merupakan hal penting dari tim lainnya. Alasannya, karena hal itu yang akan lebih menonjol guna meraup pundi dukungan. “Karena akhirnya itu ada dua, kalah atau menang. Kalau di sebelah (lawan) kalah, kami harus menang,” ujarnya bercanda.

Di bagian lain pada jalur perseorangan, Sekretaris Tim Pemenangan Umi-Mahrudin, Surya Maulana menuturkan kesiapan mereka meraih surara terbanyak saat Pilwali. “Untuk sementara di tim kami sudah siap, termasuk verifikasi perbaikan. Persiapan kami sama saja dengan tim lain,” kata politikus PKB itu.

Walaupun tidak diusung parpol, tetapi mereka optimistis mendapat dukungan dari masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan dukungan sebagai syarat untuk mencalonkan. Belum lagi adanya dukungan dari PKB tentunya menjadi spirit tersendiri.

 

“Terkait sebaran tim, kami sudah menyiapkan per kecamatan dan kelurahan dan termasuk kami persiapkan tim dari relawan,” tutur Surya lelaki yang baru saja menyelesaikan studi doktornya ini.

 

Saat ditanyakan apakah pihaknya juga menggunakan konsultan politik? Dirinya menuturkan, secara umum semua tim kemungkinan akan menggunakan konsultan politik. “Tapi kalau di kami masih dari relawan dan teman-teman, termasuk konsultan politik. Untuk kami (PKB) memang tidak pada posisi mengusung. Hanya tetap mobilitas masyarakat melalui kami,” kata dia.

DPT TARAKAN DIPREDIKSI BERTAMBAH

Di sisi lain,  jumlah warga Kota Tarakan yang bakal memilih dalam Pilwali 27 Juni mendatang, diprediksi bakal bertambah dari pemilih sebelumnya, saat digelar Pilgub Kaltara 2015 lalu, berjumlah 137.466 pemilih.

Penambahan ini, jika melihat dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kota Tarakan, yang sudah diserahkan secara resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) berjumlah 150.758 pemilih. “Data penduduk potensial yang diserahkan pemerintah bertambah,” kata Nasruddin, Komisioner KPU Tarakan, kemarin (26/1).

Nah, prediksi penambahan potensial pemilih yang diserahkan dari Kemendagri itu, dikarenakan adanya pemilih pemula, pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dan pensiunan TNI-Polri.  “Itu (pemilih) sudah termasuk pensiunan PNS dan TNI-Polri. Tapi yang paling banyak pemilih pemula,” bebernya.

Tetapi, untuk hitungan sementara penambahannya, disampaikan Nasruddin, akan diketahui pasca dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) yang hingga kini masih dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Nantinya, kata dia, sesuai petunjuk teknis (juknis), PPDP akan melaporkan hasil coklit kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) setiap 10 hari. Selanjutnya, PPS melaporkan juga kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan diteruskan ke KPU Tarakan.  “Jadi PPDP setiap 10 hari melapor ke PPS, apa yang didapatkan, kendalanya apa saja, termasuk berapa jumlah yang didata,” ujarnya.

Hasil coklit kemudian akan dilaporkan setiap 10 hari itulah dijadikan sebagai bahan monitoring kinerja PPDP berapa persen capaiannya. Hasil coklit ini yang kemudian direkap untuk menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS). Setelah ditetapkan DPS oleh KPU Tarakan, akan dikembalikan dan diumumkan kepada masyarakat. Nantinya masyarakat akan mengecek kembali DPS tersebut untuk dikoreksi, ada atau tidaknya ditemukan warga yang belum masuk atau terdapat pemilih ganda.

Setelah itu, Nasruddin menambahkan, nantinya hasil perbaikan DPS direkap lagi oleh PPS dan PPK menjadi DPS Hasil Perbaikan (HP). Untuk diketahui, pada saat pelaksanaan Pilgub Kaltara 2015 lalu, DPT Tarakan berjumlah 144.049. “Jadi, dari DPS selanjutnya DPS HP, baru ditetapkan menjadi DPT,” ungkapnya. (*/shy/keg/nri/lim)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 21:04

Pemkot Pengin Mengadu ke Kemendagri

TARAKAN - Rencana pengalihan sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Senin, 21 Mei 2018 17:43

Terduga Jaringan ISIS Sebut Dirinya Iseng

TANJUNG SELOR – Terduga teroris AS (22) yang beberapa waktu lalu diamankan Densus 88 Antiteror,…

Senin, 21 Mei 2018 12:49

Kadin Bingung Birokrasi Kewenangan di Laut

Beras 2.900 ton dari Vietnam. Begitu temuan aparat Kamis 19 April lalu. Kapal Vietnam Dong Thien Phu…

Senin, 21 Mei 2018 12:45

Hidup dari Pecahan Batu Kerikil

Tidak selamanya kehidupan layak dan dinikmati dengan nyaman. Sennang, nenek berusia 72 tahun di RT 61…

Senin, 21 Mei 2018 12:32

Tak Ada Bom, EF Dipulangkan

PRIA berinisial EF yang sempat membuat heboh Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Jumat (18/5),…

Senin, 21 Mei 2018 12:29

Perketat Lingkungan, Poskamling Harus Aktif

TARAKAN – Mengantisipasi tindak kriminal di lingkungan rukun tetangga (RT), masing-masing Ketua…

Senin, 21 Mei 2018 11:16

Waspada Indekos dan Kontrakan

SEJAK penangkapan AS, terduga kelompok ISIS di Karang Anyar, Tarakan Barat, Kamis 17 Mei lalu, Pemerintah…

Senin, 21 Mei 2018 11:11

Pelunasan Tahap Kedua Menunggu Dua CJH

GELOMBANG kedua tahap pelunasan biaya haji kembali dibuka sejak 16 Mei lalu hingga 25 Mei mendatang.…

Senin, 21 Mei 2018 11:08

Jeli dan Perketat TPS

TARAKAN - Penggunaan lilin pada jari kelingking saat pemilihan memang harus dicegah. Pasalnya, jika…

Senin, 21 Mei 2018 11:02

Prioritaskan Dua Item di Musrenbang

TARAKAN – Di lingkungan RT 1, Kelurahan Kampung Enam memprioritaskan dua item dalam usulan Musyawarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .