MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 27 Januari 2018 11:26
Mertua Jadi ‘Bidan’ Mendadak

Anak Diberi Nama Merek Mobil

PERAWATAN: Rasha Inova Qallesya yang sedang diinkubator dengan ditemani sang ibu Hapsa, di salah satu rumah sakit di Jalan Mulawarman, kemarin (25/1). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Di balik nama seorang anak terdapat arti yang mendalam. Selain sebagai doa, juga nama anak bisa dikaitkan dengan kondisi saat akan dilahirkan ke dunia.

Ibu muda bernama Hapsah (19) menamai anaknya dengan merek sebuah mobil. Hal itu dikarenakan sang anak lahir saat perjalanan menuju rumah sakit kemarin.

Kelahiran si Rasha  Inova Qallesya sempat menghebohkan publik. Sebab video Hapsa melahirkan diabadikan oleh sang ibu, yang mengantarkannya ke RSUD Tarakan. Video yang berdurasi 21 detik itu, memperlihatkan proses bagaimana bayi perempuan dengan nama Inova yang lahir pada Kamis 25 Januari sekira pukul 07.10 Wita di dalam mobil.

Saat itu pula, tali pusar bayi yang memiliki berat kurang lebih 2 kilogram (kg) itu masih menyatu dengan ibunya. Sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Video yang di-upload itu pun langsung mendapatkan respons postif dari para pengguna media sosial, dengan memberikan doa terbaik.

Radar Tarakan pun langsung menyambangi salah satu rumah sakit swasta. Di mana bayi dengan nama unik ini berada. Hapsah masih terlihat lemas, karena proses persalinan yang dilakukannya di dalam mobil.

Media ini mencoba bertemu dengan Linda Fani (37), yang tak lain mertua dari Hapsa, yang ternyata membantu menantunya seorang diri saat proses melahirkan di dalam mobil. Meski tidak memiliki bekal dalam proses persalinan.

Ditemui usai salat Magrib. Linda menceritakan bahwa, dirinya sebenarnya sudah mewanti-wanti jika menantunya akan melahirkan. Namun, karena sang menantu belum menunjukkan waktu untuk melahirkan. Akhirnya ia dan Hapsa memilih hari ini (26/1) untuk ke rumah sakit sebagai persiapan lahiran.

Namun, karena menantunya ini sangat pendiam, dan jarang memberitahukan apa yang dialaminya. Akhirnya, saat proses melahirkan ini pun semuanya serba mendadak.

“Dia ini kalau merasa sakit, dia diam saja. Dan saat itu memang tidak ia tunjukkan kalau dia mau melahirkan. Tetapi saat saya selesai salat Subuh sekira pukul 05.00 Wita, kok saya lihat dia sudah mengejan di kursi,” ucap Linda.

Melihat keadaan menantunya tersebut, Linda pun sontak langsung memanggil suaminya untuk menyiapkan mobil. Sementara menantunya

“Saya panggil suami saya. Lalu Hapsa kami angkat ke dalam mobil dan saat itu lah bayi dalam kandungannya tiba-tiba keluar. Di situ saya benar-benar kaget, dan pertama kalinya menjadi bidan dadakan bagi menantu saya,” ucapnya.

Bahkan kata Linda, saat itu tidak ada persiapan apapun yang dilakukannya. Ia hanya melihat bayi tersebut keluar sambil ia membantu sang menantu untuk melahirkan. “Saat suami saya melihat anak bayi ini sudah keluar. Suami saya langsung berteriak minta pertolongan. Sementara saya sudah pegang cucu saya masih berdarah-darah,” katanya.

Saat itu juga Linda dan suaminya langsung membawa menantunya ke salah satu rumah sakit swasta di Tarakan.  Seketika sampai di rumah sakit, suami Linda yang merupakan mertua Hapsa, langsung meminta perawat menindak sang menantu yang sudah dalam kondisi berdarah-darah.

 “Perawat langsung bawa gunting, untuk menggunting pusar cucu saya di atas mobil, karena masih lengket. Setelah itu, baru digendong masuk ke ruang persalinan,” jelasnya.

Dikatakan Linda, saat itu sang cucu sudah dalam keadaan membiru karena kedinginan. Setelah tiba di rumah sakit langsung dimasukkan ke incubator untuk mendapatkan perawatan medis. Dan setelah diperiksa lebih lanjut, yang tadinya membiru secara perlahan tubuh bayi mungil itu sudah dalam keadaan membaik.

“Agak mendingan ini sudah Mas,” jelasnya.

Linda dan Hapsah pun berharap sang anak dapat menjadi anak soleha dan dapat membanggakan kedua orang tuanya. “Sebenarnya bapaknya ini ingin punya anak laki-laki. Karena bapaknya seorang pembalap. Namun, kami tetap bersyukur karena sudah diberikan cucu yang cantik,” kata Hapsah sembari tersenyum.

Sementara itu, saat dihubungi Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kaltara Rahmi Padillah yang dikonfirmasi media ini, Kamis (25/1) malam, mengungkapkan, secara umum jika seorang ibu hamil berada dalam kondisi demikian, tidak boleh langsung panik. Karena diakuinya, 80 persen persalinan secara alami pasti akan lahir secara normal. “Mau dia di manapun posisinya seperti kasusnya di dalam mobil, tetap akan melahirkan normal. Nah tipsnya jangan langsung panik,” ungkap Rahmi.

Langkah awal yang harus dilakukan seorang ibu yakni setelah melahirkan sang bayi, segera angkat sang bayi lalu bersihkan dari air ketuban atau air lendir dan darah yang ikut mengalir dari rahim. Tujuannya agar bayi tetap hangat. “ Bayi yang baru lahir harus tetap hangat sehingga ketika dia baru dilahirkan harus segera dibersihkan dan dikeringkan. Setelahnya harus diselimuti sang bayi dan angkat, letakkan lalu tutupi perut atau dada,” papar Rahmi.

Setelah itu, segera meminta bantuan petugas medis. Lantas bagaimana dengan plasenta yang masih bertahan di dalam perut, lanjut Rahmi, itu tidak berbahaya. Jika ada dokter atau petugas yang mendampingi bisa segera digunting. “Tapi kalau posisinya dia sendirian di dalam mobil belum tentu ada gunting atau alat bedah. Jadi tidak apa-apa dibiarkan saja karena normalnya setelah bayi lahir lalu biasanya 7 menit kemudian plasenta atau ari-ari baru ikut keluar,” ungkap Akademisi Kebidanan di Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Informasinya sang bayi yang baru dilahirkan tubuh dan wajahnya sempat membiru. Menurut Rahmi hal ini akan dialami seluruh bayi yang baru dilahirkan. Namun penanganannya tidak boleh lambat karena jika dibiarkan bayi ini bisa berada dalam kondisi hipoksia (bayi kekurangan oksigen dalam darah).

“Kebiruan di wajah itu agak sedikit wajar, nanti kalau oksigenasi di tubuhnya  normal dan baik dan beredar ke seluruh tubuh, maka warna kulit bayi kembali normal. Namun harus hati-hati karena jika dibiarkan bisa membahayakan nyawa bayi jika oksigen di tubuhnya kurang,” ungkapnya.

Begitu juga dengan kasus kepala bayi berada dalam kondisi kepala di luar dan tubuh di dalam rahim dan leher dalam kondisi terjepit mulut vagina. Jika dibiarkan maka bisa berpotensi terjadi distosia. “Itu bisa membahayakan nyawa sang bayi,” ucapnya.

Lebih lanjut Rahmi menjelaskan, bayi normalnya saat melahirkan akan menangis. Tergantung kondisi si bayi. Lalu kemudian harus segera dikeringkan dari air ketubannya maka akan mengurangi risiko kehilangan kehangatan tubuhnya. “ Bayi kehilangan kehangatan tubuhnya berbahaya. Normalnya, tubuh bayi bisa bertahan setelah lahir dari kedinginan sekitar 15 menit, begitu juga pernapasannya, harus dilihat apakah harus diberikan resustansi atau tidak,” ungkapnya.

Rahmi turut berpesan, seorang ibu hamil seharusnya melakukan kontrol ke bidan atau dokter atau petugas kesehatan. Terlebih jika sudah memasuki akhir kehamilan trimester ketiga, seorang ibu harus  tahu tanda persalinan. “Mungkin ini karena anak pertama, belum pengalaman jadi tidak tahu tanda persalinanan dan mungkin dikira sakit biasa. Makanya akhir kehamilan trimester ketiga harus rajin kontrol,” tegasnya.(eru/zia/nri)


BACA JUGA

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…

Selasa, 21 Mei 2019 12:33

Masjid Al-Amin Simbol Organisasi Muhammadiyah

Masjid Al-Amin merupakan salah satu masjid terbesar di Jalan Yos…

Selasa, 21 Mei 2019 11:44

Pertamina Isyaratkan Harus Ditertibkan

TARAKAN– Pertamina EP (PEP) harus menghentikan produksi salah satu sumurnya…

Selasa, 21 Mei 2019 11:39

Buka Bersama Nenek Ngatiah di Samping Pemakaman

Jika sebelumnya kegiatan Sahur dan Buka Bareng Yuk (SBY) Radar…

Selasa, 21 Mei 2019 11:38

JANGAN MOLOR LAGI..!! Waktu Pelunasan Jemaah Haji Ditambah Seminggu

TARAKAN – Dua tahap pelunasan biaya penyelenggara ibadah haji (BPIH)…

Selasa, 21 Mei 2019 11:31

Makin Dekat Lebaran, Calo Tiket Mulai Beraksi

TARAKAN – Memasuki H-15 Idulfitri, sebagian besar warga bersiap-siap melakukan…

Selasa, 21 Mei 2019 11:30

Kemenkes Instruksikan Tingkatkan Kewaspadaan Monkeypox

TARAKAN – Meski di Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Tarakan belum…

Selasa, 21 Mei 2019 11:06

Mencoba Kabur, Kaki Pelaku Ditembak

NEKAT ingin melarikan diri saat diminta untuk menunjukkan barang bukti,…

Selasa, 21 Mei 2019 11:05

Tersangka Ajukan Praperadilan

TERSANGKA perkara sabu berinisial MR yang diamankan oleh Badan Narkotika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*