MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 27 Januari 2018 11:26
Mertua Jadi ‘Bidan’ Mendadak

Anak Diberi Nama Merek Mobil

PERAWATAN: Rasha Inova Qallesya yang sedang diinkubator dengan ditemani sang ibu Hapsa, di salah satu rumah sakit di Jalan Mulawarman, kemarin (25/1). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Di balik nama seorang anak terdapat arti yang mendalam. Selain sebagai doa, juga nama anak bisa dikaitkan dengan kondisi saat akan dilahirkan ke dunia.

Ibu muda bernama Hapsah (19) menamai anaknya dengan merek sebuah mobil. Hal itu dikarenakan sang anak lahir saat perjalanan menuju rumah sakit kemarin.

Kelahiran si Rasha  Inova Qallesya sempat menghebohkan publik. Sebab video Hapsa melahirkan diabadikan oleh sang ibu, yang mengantarkannya ke RSUD Tarakan. Video yang berdurasi 21 detik itu, memperlihatkan proses bagaimana bayi perempuan dengan nama Inova yang lahir pada Kamis 25 Januari sekira pukul 07.10 Wita di dalam mobil.

Saat itu pula, tali pusar bayi yang memiliki berat kurang lebih 2 kilogram (kg) itu masih menyatu dengan ibunya. Sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Video yang di-upload itu pun langsung mendapatkan respons postif dari para pengguna media sosial, dengan memberikan doa terbaik.

Radar Tarakan pun langsung menyambangi salah satu rumah sakit swasta. Di mana bayi dengan nama unik ini berada. Hapsah masih terlihat lemas, karena proses persalinan yang dilakukannya di dalam mobil.

Media ini mencoba bertemu dengan Linda Fani (37), yang tak lain mertua dari Hapsa, yang ternyata membantu menantunya seorang diri saat proses melahirkan di dalam mobil. Meski tidak memiliki bekal dalam proses persalinan.

Ditemui usai salat Magrib. Linda menceritakan bahwa, dirinya sebenarnya sudah mewanti-wanti jika menantunya akan melahirkan. Namun, karena sang menantu belum menunjukkan waktu untuk melahirkan. Akhirnya ia dan Hapsa memilih hari ini (26/1) untuk ke rumah sakit sebagai persiapan lahiran.

Namun, karena menantunya ini sangat pendiam, dan jarang memberitahukan apa yang dialaminya. Akhirnya, saat proses melahirkan ini pun semuanya serba mendadak.

“Dia ini kalau merasa sakit, dia diam saja. Dan saat itu memang tidak ia tunjukkan kalau dia mau melahirkan. Tetapi saat saya selesai salat Subuh sekira pukul 05.00 Wita, kok saya lihat dia sudah mengejan di kursi,” ucap Linda.

Melihat keadaan menantunya tersebut, Linda pun sontak langsung memanggil suaminya untuk menyiapkan mobil. Sementara menantunya

“Saya panggil suami saya. Lalu Hapsa kami angkat ke dalam mobil dan saat itu lah bayi dalam kandungannya tiba-tiba keluar. Di situ saya benar-benar kaget, dan pertama kalinya menjadi bidan dadakan bagi menantu saya,” ucapnya.

Bahkan kata Linda, saat itu tidak ada persiapan apapun yang dilakukannya. Ia hanya melihat bayi tersebut keluar sambil ia membantu sang menantu untuk melahirkan. “Saat suami saya melihat anak bayi ini sudah keluar. Suami saya langsung berteriak minta pertolongan. Sementara saya sudah pegang cucu saya masih berdarah-darah,” katanya.

Saat itu juga Linda dan suaminya langsung membawa menantunya ke salah satu rumah sakit swasta di Tarakan.  Seketika sampai di rumah sakit, suami Linda yang merupakan mertua Hapsa, langsung meminta perawat menindak sang menantu yang sudah dalam kondisi berdarah-darah.

 “Perawat langsung bawa gunting, untuk menggunting pusar cucu saya di atas mobil, karena masih lengket. Setelah itu, baru digendong masuk ke ruang persalinan,” jelasnya.

Dikatakan Linda, saat itu sang cucu sudah dalam keadaan membiru karena kedinginan. Setelah tiba di rumah sakit langsung dimasukkan ke incubator untuk mendapatkan perawatan medis. Dan setelah diperiksa lebih lanjut, yang tadinya membiru secara perlahan tubuh bayi mungil itu sudah dalam keadaan membaik.

“Agak mendingan ini sudah Mas,” jelasnya.

Linda dan Hapsah pun berharap sang anak dapat menjadi anak soleha dan dapat membanggakan kedua orang tuanya. “Sebenarnya bapaknya ini ingin punya anak laki-laki. Karena bapaknya seorang pembalap. Namun, kami tetap bersyukur karena sudah diberikan cucu yang cantik,” kata Hapsah sembari tersenyum.

Sementara itu, saat dihubungi Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kaltara Rahmi Padillah yang dikonfirmasi media ini, Kamis (25/1) malam, mengungkapkan, secara umum jika seorang ibu hamil berada dalam kondisi demikian, tidak boleh langsung panik. Karena diakuinya, 80 persen persalinan secara alami pasti akan lahir secara normal. “Mau dia di manapun posisinya seperti kasusnya di dalam mobil, tetap akan melahirkan normal. Nah tipsnya jangan langsung panik,” ungkap Rahmi.

Langkah awal yang harus dilakukan seorang ibu yakni setelah melahirkan sang bayi, segera angkat sang bayi lalu bersihkan dari air ketuban atau air lendir dan darah yang ikut mengalir dari rahim. Tujuannya agar bayi tetap hangat. “ Bayi yang baru lahir harus tetap hangat sehingga ketika dia baru dilahirkan harus segera dibersihkan dan dikeringkan. Setelahnya harus diselimuti sang bayi dan angkat, letakkan lalu tutupi perut atau dada,” papar Rahmi.

Setelah itu, segera meminta bantuan petugas medis. Lantas bagaimana dengan plasenta yang masih bertahan di dalam perut, lanjut Rahmi, itu tidak berbahaya. Jika ada dokter atau petugas yang mendampingi bisa segera digunting. “Tapi kalau posisinya dia sendirian di dalam mobil belum tentu ada gunting atau alat bedah. Jadi tidak apa-apa dibiarkan saja karena normalnya setelah bayi lahir lalu biasanya 7 menit kemudian plasenta atau ari-ari baru ikut keluar,” ungkap Akademisi Kebidanan di Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Informasinya sang bayi yang baru dilahirkan tubuh dan wajahnya sempat membiru. Menurut Rahmi hal ini akan dialami seluruh bayi yang baru dilahirkan. Namun penanganannya tidak boleh lambat karena jika dibiarkan bayi ini bisa berada dalam kondisi hipoksia (bayi kekurangan oksigen dalam darah).

“Kebiruan di wajah itu agak sedikit wajar, nanti kalau oksigenasi di tubuhnya  normal dan baik dan beredar ke seluruh tubuh, maka warna kulit bayi kembali normal. Namun harus hati-hati karena jika dibiarkan bisa membahayakan nyawa bayi jika oksigen di tubuhnya kurang,” ungkapnya.

Begitu juga dengan kasus kepala bayi berada dalam kondisi kepala di luar dan tubuh di dalam rahim dan leher dalam kondisi terjepit mulut vagina. Jika dibiarkan maka bisa berpotensi terjadi distosia. “Itu bisa membahayakan nyawa sang bayi,” ucapnya.

Lebih lanjut Rahmi menjelaskan, bayi normalnya saat melahirkan akan menangis. Tergantung kondisi si bayi. Lalu kemudian harus segera dikeringkan dari air ketubannya maka akan mengurangi risiko kehilangan kehangatan tubuhnya. “ Bayi kehilangan kehangatan tubuhnya berbahaya. Normalnya, tubuh bayi bisa bertahan setelah lahir dari kedinginan sekitar 15 menit, begitu juga pernapasannya, harus dilihat apakah harus diberikan resustansi atau tidak,” ungkapnya.

Rahmi turut berpesan, seorang ibu hamil seharusnya melakukan kontrol ke bidan atau dokter atau petugas kesehatan. Terlebih jika sudah memasuki akhir kehamilan trimester ketiga, seorang ibu harus  tahu tanda persalinan. “Mungkin ini karena anak pertama, belum pengalaman jadi tidak tahu tanda persalinanan dan mungkin dikira sakit biasa. Makanya akhir kehamilan trimester ketiga harus rajin kontrol,” tegasnya.(eru/zia/nri)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*