MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 27 Januari 2018 11:15
Kasus P19, Tapi Masih Stagnan

Dua Bulan Masih Menunggu Audit

AKBP Dearystone Supit - Kapolres Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah ditetapkan P19 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, pada Oktober tahun 2017 lalu terkait kasus dugaan penggelapan PT Idec Wood, yang menetapkan mantan Kepala Unit Pertokoan Koperasi Idec, EL sebagai tersangka. Namun EL kembali dibebaskan demi hukum, karena masa tahanannya habis, sementara kasusnya hingga saat ini masih stagnan.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Ipda Taharman saaat ditemui pewarta, Kamis (25/1) kemarin, menuturkan penyidik hingga saat ini masih menunggu hasil audit dari tim penyelesai.

“Tim penyelesai itu dari PT Idec, hingga saat ini belum menyerahkan data audit terbaru. Sehingga  kami belum bisa melangkahkan ke Kejaksaan, karena sesuai petunjuk Jaksa, auditnya kan harus audit investigasi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Sebelum ini, PT Idec sendiri sebenarnya sudah pernah menyerahkan hasil audit hingga nilai kerugian koperasi mencapai Rp 27 miliar dan khusus dari unit pertokoan dengan tersangka EL ini, nilai kerugiannya mencapai Rp 4 miliar.

“Dari audit sebelumnya hanya audit berdasarkan data satu pihak, itu tidak bisa dan harus audit investigasi itu,” imbuhnya.

Pria dengan balok satu di pundaknya ini menambahkan, jika audit diulang, berarti berganti tim audit dan diperkirakan jumlah kerugian PT Idec akan berubah.

“Kami juga masih menunggu, tidak bisa pastikan kapan kasus ini bisa selesai, tanya pihak Idec saja. Saya saja sampai menyurat ke PT Idec menanyakan sudah sampai di mana hasil auditnya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus yang berkaitan dengqn salah satu perusahaan plywood terbesar di Tarakan dan Kaltara ini berawal dari dugaan korupsi di koperasi yang dikelola oleh Ambo, dengan dana dari potongan gaji para karyawan.

Ada beberapa unit, di antaranya konsinyasi, pertokoan dan simpan pinjam. Penyidikan polisi kemudian mengerucut ke penggelapan dalam jabatan di unit pertokoan, dengan tersangka EL, sebagai kepala unit pertokoan dan kerugiannya sampai Rp 4 miliar. namun penyidik memastikan unit lainnya juga dalam tahap penyelidikan dan pengumpulan barang bukti.

Penggelapan yang dilakukan EL baru diketahui saat tim audit PT Idec menemukan ada selisih barang dan laporan dari yang sudah dilaporkan EL. Termasuk tagihan tanpa barang juga ada ditemukan. EL dijerat dengan Pasal 374 KUHP yaitu penggelapan dalam jabatan, ia sempat menjadi tahanan di Rutan Polres Tarakan, namun karena masa tahanan habis sementara berkas belum siap limpah ke Kejaksaan, akhirnya dikeluarkan demi hukum.(jnr/nri)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*