MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 27 Januari 2018 11:15
Kasus P19, Tapi Masih Stagnan

Dua Bulan Masih Menunggu Audit

AKBP Dearystone Supit - Kapolres Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah ditetapkan P19 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, pada Oktober tahun 2017 lalu terkait kasus dugaan penggelapan PT Idec Wood, yang menetapkan mantan Kepala Unit Pertokoan Koperasi Idec, EL sebagai tersangka. Namun EL kembali dibebaskan demi hukum, karena masa tahanannya habis, sementara kasusnya hingga saat ini masih stagnan.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Ipda Taharman saaat ditemui pewarta, Kamis (25/1) kemarin, menuturkan penyidik hingga saat ini masih menunggu hasil audit dari tim penyelesai.

“Tim penyelesai itu dari PT Idec, hingga saat ini belum menyerahkan data audit terbaru. Sehingga  kami belum bisa melangkahkan ke Kejaksaan, karena sesuai petunjuk Jaksa, auditnya kan harus audit investigasi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Sebelum ini, PT Idec sendiri sebenarnya sudah pernah menyerahkan hasil audit hingga nilai kerugian koperasi mencapai Rp 27 miliar dan khusus dari unit pertokoan dengan tersangka EL ini, nilai kerugiannya mencapai Rp 4 miliar.

“Dari audit sebelumnya hanya audit berdasarkan data satu pihak, itu tidak bisa dan harus audit investigasi itu,” imbuhnya.

Pria dengan balok satu di pundaknya ini menambahkan, jika audit diulang, berarti berganti tim audit dan diperkirakan jumlah kerugian PT Idec akan berubah.

“Kami juga masih menunggu, tidak bisa pastikan kapan kasus ini bisa selesai, tanya pihak Idec saja. Saya saja sampai menyurat ke PT Idec menanyakan sudah sampai di mana hasil auditnya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus yang berkaitan dengqn salah satu perusahaan plywood terbesar di Tarakan dan Kaltara ini berawal dari dugaan korupsi di koperasi yang dikelola oleh Ambo, dengan dana dari potongan gaji para karyawan.

Ada beberapa unit, di antaranya konsinyasi, pertokoan dan simpan pinjam. Penyidikan polisi kemudian mengerucut ke penggelapan dalam jabatan di unit pertokoan, dengan tersangka EL, sebagai kepala unit pertokoan dan kerugiannya sampai Rp 4 miliar. namun penyidik memastikan unit lainnya juga dalam tahap penyelidikan dan pengumpulan barang bukti.

Penggelapan yang dilakukan EL baru diketahui saat tim audit PT Idec menemukan ada selisih barang dan laporan dari yang sudah dilaporkan EL. Termasuk tagihan tanpa barang juga ada ditemukan. EL dijerat dengan Pasal 374 KUHP yaitu penggelapan dalam jabatan, ia sempat menjadi tahanan di Rutan Polres Tarakan, namun karena masa tahanan habis sementara berkas belum siap limpah ke Kejaksaan, akhirnya dikeluarkan demi hukum.(jnr/nri)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Menhan: Ancaman Nyata NKRI dari Dalam Negara

TARAKAN- Sekitar 300 anggota TNI mendapatkan arahan langsung dari Menteri…

Kamis, 13 Desember 2018 13:18

WASPADALAH..!! Kelompok Abu Sayyaf Berencana Lakukan Penculikan

TARAKAN – Status peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju…

Kamis, 13 Desember 2018 13:14

Labkesda Berpeluang Terakreditasi

TARAKAN - Tahun ini Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tarakan…

Kamis, 13 Desember 2018 13:13

Pemerintah Jepang Tawarkan Beasiswa

TARAKAN- Pemberian beasiswa kepada pelajar berprestasi kembali diberikan. Kali ini…

Kamis, 13 Desember 2018 13:11

Gas Sei Menggaris Mampu Bertahan 25 Tahun

TARAKAN - Pasokan gas di Sei Menggaris sampai saat ini…

Kamis, 13 Desember 2018 11:56

Ditsabhara dan Ditpamobvit Gelar Rakernis

TARAKAN - Menghadapi Pemilu 2019 Polda Kalimantan Utara terus meningkatkan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:54

Masih Ada Parpol Tak Pasang APK

TARAKAN - Meski telah melakukan proses penyerahan alat peraga kampanye…

Kamis, 13 Desember 2018 11:49

Dua Terdakwa Sabu 3,9 Kg Saling Membantah dalam Persidangan

TARAKAN – Sidang lanjutan dua terdakwa perkara sabu 3,9 kg…

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .