MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 26 Januari 2018 15:47
Verifikasi Balon Diumumkan Melalui Laman KPU
PENGUMUMAN: Hasil verifi kasi dokumen persyaratan pencalonan kandidat yang akan maju Pilwali akan diumumkan melalui lama resmi KPU Tarakan. BANK DATA

PROKAL.CO, TARAKAN – Dokumen syarat pencalonan empat pasangan bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Tarakan 2018 masih diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).  Sesuai tahapan, KPU melakukan verifikasi syarat pencalonan pada 20-26 Januari. Selanjutnya, akan diumumkan di laman resmi terkait perbaikan. ”Kami akan umumkan syarat calon. Sampai dengan saat ini lengkap. Secara umum, semua berkas sudah diserahkan dan dilanjutkan verifikasi administrasi. Secara substansi pada prinsipnya mereka sudah lengkap tinggal menunggu waktu (pengumuman),” ungkap Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo, kemarin (23/1).

Dari beberapa syarat calon yang harus diverifikasi, yaitu ijazah. Disampaikan Teguh, pihaknya sudah memeriksa berkas delapan kandidat. Termasuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dinyatakan sudah lengkap. “Cuma pengolahan data yang punya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Nanti setelah ditetapkan baru kami laporkan ke KPK,” ujarnya.

Disampaikan, bagi balon yang berlatar belakang pejabat negara, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah tanda terima LHKPN dari KPK. Harta kekayaan itu akan diumumkan KPK setelah penetapan oleh KPU. “Dia dinyatakan lengkap oleh KPK, berarti sudah tidak ada masalah. Tinggal nanti KPK merilis berapa semua harta mereka,” bebernya.

Nah, yang kerap membatalkan calon saat penetapan, yaitu yang berkaitan dengan ijazah. Sejauh ini disampaikan Teguh, pihaknya sudah memeriksa. Tetapi jika nantinya ada yang perlu dikonfirmasi kepada pihak sekolah, hal itu akan dilakukan untuk memastikan legal tidaknya ijazah. “Nanti akan dilihat. Jika ada sesuatu yang sifatnya harus kami konfirmasi, kami akan datangi sekolahnya. Mungkin dua hari lagi kami akan diskusikan, apakah ada nanti yang dikonfirmasi terkait dokumen dan ijazah mereka,” kata dia.

Sementara itu, dia menambahkan, berkaitan dengan tahapan yang sudah berjalan, proses pencocokan dan penelitian (coklit) yang sudah dilakukan di hari pertama, Sabtu 20 Januari lalu, jumlahnya mencapai 4.426 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, jumlah pemilih yang sudah didata sebanyak 11.679 pemilih. “Secara periodik diperkirakan 10 hari, data tersebut akan dilaporkan terus kepada KPU RI,” pesannya.

RESMI, DPRD TARAKAN 30 KURSI

KPU RI akhirnya menetapkan jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan sebanyak 30 orang pada Pileg 2019 mendatang. Secara resmi, KPU RI sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) nomor 13 tahun 2018 tentang Jumlah Penduduk dan Kursi Masing-Masing Wilayah. Termasuk Kota Tarakan yang bertambah lima kursi dari sebelumnya. “Sesuai tahapannya KPU RI sudah menetapkan berdasarkan data Kemendagri, jumlah penduduk Kota Tarakan yang akan dijadikan sebagai dasar penentuan kursi,” kata Teguh.

Sesuai ketentuan, dijelaskan Teguh, jika jumlah penduduk suatu daerah di atas 200 ribu jiwa, maka akan berpengaruh dengan jumlah daerah pemilihan (dapil) dan kursi di wilayah tersebut.

Lanjutnya, dari hasil simulasi semester pertama, jumlah penduduk Kota Tarakan sekira 221.802 jiwa, maka ditetapkan penambahan jumlah kursi di DPRD. “Maka, sesuai dengan perundangan yang ada, Kota Tarakan ditetapkan jumlah kursinya 30,” sebutnya.

Walaupun periode perhitungan penduduk yang digunakan Kemendagri masih periode pertama, tetapi dengan jumlah melampaui 200 ribu jiwa, maka hal itu bukan permasalahan kendati perhitungan periode berikutnya terjadi penambahan penduduk. “Saya pikir tidak masalah karena jumlah penduduk Tarakan di atas 200 ribu. Maka sudah pasti ditetapkan KPU RI jumlah kursinya 30,” Teguh memastikan. 

Sehingga, kata dia, hasil rancangan dapil dan jumlah kursi akan segera dirilis untuk dilakukan uji publik. Nah, untuk skenario dapil, Kecamatan Tarakan Barat dan Utara yang tadinya 1 dapil denagn kuota berjumlah 11 kursi, maka akan dipecah menjadi dua dapil. Secara teknis, memperhatikan jumlah kursi yang besar di 2 kecamatan yang berdekatan, mendekati 12 kursi menjadi pertimbangan harus dipecah. Sesuai pengaturannya 6-12 kursi.  “Disarankan mengutamakan jumlah kursi 6 sampai 12. Artinya, jika ada kecamatan yang bersebelahan maka itu diutamakan digabung jadi satu dapil. Tapi kalau lebih 12 kursi maka harus dipecah,” paparnya. 

Disinggung simulasi dapil yang akan dipecah, maka dengan perhitungan itu pihaknya sudah membuat skema. Tarakan Tengah 9 kursi. Tarakan Timur 7, Tarakan Barat 10, dan Tarakan Utara 4.

Sementara itu, Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al Islami menambahkan, bersama komisioner kabupaten/kota, mereka menggelar rapat koordinasi penetapan dapil dan kursi masing-masing wilayah. “Untuk dapil dan jumlah kursi sudah kami gelar rakor KPU se-Kaltara tadi pagi (kemarin). Untuk Tarakan sesuai jumlah penduduk bertambah 30 kursi dan nantinya akan dilakukan uji publik,” kata Suryanata. (keg/lim)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:40

BPK Ungkap Risiko Bisnis Kelalaian PDAM

TARAKAN – Kejadian yang dialami Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:30

Rp 70 M untuk Bangun Balai POM

Tarakan - Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat terhadap obat dan makanan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:28

Dua Kali Longsor, Penanganan Masih Sementara

TARAKAN - Musibah longsor kembali terjadi di Tarakan, tepatnya di RT 4 Kelurahan Pamusian. Longsor yang…

Kamis, 22 Februari 2018 10:27

Tak Banyak Usulan, Infrastruktur Masih Baik

TARAKAN - Ketua RT 9, Kelurahan Pamusian, Eddy Suyono mengatakan, infrastruktur di wilayahnya dapat…

Rabu, 21 Februari 2018 11:21

Petugas PDAM Lalai, Konsumen Menanggung

TARAKAN - Betapa terkejutnya Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara ketika…

Rabu, 21 Februari 2018 11:15

Turut Awasi Institusi Masing-Masing

TARAKAN – Memberantas tindak pidana narkotika di Kaltara, memang menjadi pekerjaan yang hingga…

Rabu, 21 Februari 2018 11:12

Lima Kelurahan Belum Terpasang Jargas

TARAKAN - Sebagai salah satu kota yang memiliki sumber daya minyak dan gas (migas), menjadikan Bumi…

Rabu, 21 Februari 2018 11:06

Belum Tersentuh Bantuan Pemkot

Tarakan - Berbagai fasilitas umum guna menunjang aktivitas dan menciptakan lingkungan nyaman dan aman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .