MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 26 Januari 2018 10:46
Puluhan Rumah Warga Segera Dibongkar

Lokasi Pasar Tradisional Terpadu Jamaker Siap Digunakan

BAKAL DIBONGKAR: Rumah warga yang berdiri di depan bangunan Pasar Tradisional Terpadu. Bangunan permanen ini rencananya akan dibongkar untuk membuka akses jalan masuk ke pasar tersebut. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah melakukan pemantauan dan pendataan, Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan dibantu aparat Kelurahan Nunukan Barat dan Kecamatan Nunukan, memutuskan untuk  meminta rumah warga yang berada di dekat bangunan Pasar Tradisional Terpadu Jamaker untuk dibongkar.

Pembongkaran tersebut untuk mendukung akses masuk ke pasar dan menjadikan pasar yang dibangun senilai Rp 6 miliar dari bantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dapat berfungsi baik. Apalagi, saat ini pasar yang bakal menjadi ikon Kabupaten Nunukan itu kini pembangunan masuk tahap finishing.

Sebanyak 70 pemilik rumah telah diimbau dan diberikan pemahaman melalui sosialisasi tentang rencana penataan pasar tersebut. Sehingga, pembangunan rumah warga ada yang tidak dilanjutkan. Sementara yang terlanjur dibangun tentunya ada kebijakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. “Memang sudah seharus ditempati (pasar). Tidak bisa dibiarkan lama. Nanti bangunannya rusak lagi,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar kepada media ini saat ditemui usai memantau kondisi pasar kemarin.

Sebagaimana rencana awal, di sekitar gedung pasar ini tak ada bangunan milik masyarakat. Utamanya yang tidak ada kaitannya dengan operasional pasar. Pasar ini akan menjadi ikon dan menjadi tempat perpupataran ekonomi yang baru dan terbesar di Kabupaten Nunukan kelak. “Tidak hanya siang. Malam juga ada kegiatan jual beli. Untuk pagi sampai sore itu sayuran dan ikan. Nah, malamnya di tempat parkir menjadi tempat kuliner,” bebernya.

Mengenai pedagang yang menempati lapak dan kios, sesuai kesepakatan awal adalah warga yang merupakan korban kebakaran Pasar Liem Hie Djung. Pedagang itu yang diutamakan. Jika ada lebihnya, akan diberikan ke pedagang yang saat ini masih berjualan. Termasuk yang rumahnya dibongkar. “Tapi, sebelum dibongkar itu akan ada pertemuan lagi dengan pemilik rumah. Pertemuannya rencanan dipimpin Bupati atau Wakil Bupati Nunukan. Jadwal dan tempatnya belum diketahui. Tapi, secepatnya karena bangunan sudah mau selesai dan siap diresmikan dan digunakan,” ungkapnya.

Disebutkan, jumlah korban kebakaran Pasar Liem Hie Djung itu sebanyak 123 rumah. Sementara jumlah kios dan lapak jualan yang ada di Pasar Tradisional Terpadu sebanyak 233 tempat. Sehingga, masih mampu menampung korban Liem Hie Djung semuanya. Jika dihitung, tersisa 110 lapak dan kios yang kosong. Untuk menempatinya ini akan diberikan ke pedagang di luar dari korban Pasar Liem Hie Djung ini. “Bisa saja yang saat ini sedang berjualan. Karena yang tinggal di sekitar pasar ini juga merupakan korban kebakaran Liem Hie Djung juga,” sebutnya.

Untuk memastikan kesiapan bangunannya, Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad kembali memantau lokasi bangunan. Termasuk rumah warga yang bakal dijadikan akses jalan. Dalam kesempatan itu, ia memerintahkan instansi terkait, utamanya Lurah Nunukan Barat dan pihak Kecamatan Nunukan, untuk mengundang pemilik rumah agar kembali diberikan sosialisasi terkait tujuan pembongkaran rumah tersebut.

Faridil berharap keputusan yang diambil harus bijaksana dan tidak menyakiti hati masyarakat. Untuk itu, dirinya meminta agar masyarakat diberikan pemahaman. Tidak langsung dibongkar saja. Termasuk kepada tujuh pemilik bangunan yang memiliki sertifikat tanah. “Sejak awal warga sudah memahami. Pembongkaran akan terjadi untuk perkembangan pasar yang lebih baik,” ungkap Jabbar menjelaskan.

Ari, seorang pedagang yang mengaku rumahnya terletak di dekat bangunan mengaku telah diberikan penjelasan kepada pihak kelurahan dan kecamatan. Sebelum pembangunan sudah sosialisasikan jika pemerintah daerah bakal membangun pasar yang lebih besar dan terarah. “Sudah kami dijelaskan. Tapi, kalau bisa, yang mau digunakan jalan dan yang rumah di depan pintu gerbang pasar dulu yang dibongkar,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Ia mengatakan, selama proses pembangunan, instansi terkait telah memberikan penjelasan kepada masyarakat. Sehingga, proses pembongkaran dilakukan secara sukarela oleh warga. Karena, apa yang dilakukan ini untuk kepentingan masyarakat juga. “Kami tetap memegang janji pemerintah. Penempatannya harus adil dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Sebelumnya, isu adanya kongkalikong dalam penempatan pedagang dibantah keras Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdag Nunukan, Andy Ariyanto, SE. Ia mengaku pembagian lapak dan kios di Pasar Tradisional Terpadu tersebut sejak awal telah diwanti-wanti Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid agar dilakukan secara teliti. “Saya jamin, staf saya di bidang sarana dan prasarana itu sudah paham dan mengerti sikap tegas saya. Insya Allah, tidak ada pakai bayar-bayar. Kami ini tetap sesuai dengan arahan pimpinan dan keputusan rapat,” tegas Andy.

Menurutnya, pengoperasian pasar ini butuh penanganan yang serius. Tak hanya persoalan data saja. Setelah dibangun, penataan di sekitar bangunan juga harus diperhatikan. Begitu juga pengelolaannya, karena Pasar Tradisional Terpadu ini merupakan pasar perbatasan yang dibantu dari anggaran pusat. Menurutnya, proses penempatan pedagang ini memang paling rumit. Sebab, petugas wajib meneliti siapa calon penghuninya. Jangan sampai orang-orang yang sejak awal memiliki masalah di tempat lain justru kembali diberikan hak untuk menempatinya. “Kan, banyak terjadi seperti itu. Makanya hal itu yang ingin kami hindari,” ujarnya.

Kendati demikian, apa yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan pasar ini hanya untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang. Sehingga, pihaknya wajib mengikuti setiap aturan yang telah ditentukan. “Kami dari dinas tidak pernah berniat memungut biaya sepersen pun kepada pedagang untuk mendapatkan tempat di pasar itu. Baik untuk kios ataupun lapak,” pungkasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*