MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 24 Januari 2018 11:23
Waduh !!! Baru Menang di PTUN, Dua ASN Terancam Dipecat Kok Bisa ...

Sepuluh ASN Akan Dikenakan Sanksi

HUKUMAN BERLANJUT: Dua dari tiga ASN yang baru saja dilantik akan terancam mendapatkan sanksi hukuman berat, karena diduga melakukan pelanggaran disiplin. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan mencatat sepuluh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, melakukan pelanggaran dan akan dikenakan sanksi. Pada Juni 2017 lalu BKPSDM Nunukan telah membuat surat edaran kepada ASN. Bahwa telah ditekankan dalam pelaksanaan disiplin ASN bersifat wajib. Tak ada satu pun yang akan diberi toleransi ketika melakukan pelanggaran.

Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pembinaan dan Pengembangan pada BKPSDM Nunukan Hamseng, S.H, mengatakan, sanksi yang akan dijatuhkan kepada ASN yang melakukan pelanggaran bertujuan memberi efek jera, selanjutnya agar ASN lain tidak ikut melakukan pelanggaran disiplin. “Tiap tahun pasti ada yang diproses terhadap ASN yang melakukan pelanggaran disiplin,” kata Hamseng saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/1).

Ia menjelaskan, pada 2017 lalu ada enam ASN yang telah tercatat akan diberhentikan, empat ASN mendapat sanksi penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun. Kemudian ada beberapa yang dikenakan sanksi langsung oleh organisasi perangkat daerah (OPD) sendiri di mana ASN ditempatkan. Menurutnya, ASN yang akan diberhentikan karena tidak pernah masuk kerja selama 46 hari. Salah satu disiplin ASN adalah jam kerja, ketika ASN dalam setahun ada 46 hari tak masuk kerja akan berdampak pada output kerja. “Walaupun tiap hari masuk kerja, namun lambat datang dan cepat pulang dan dihitung tidak sampai 7 jam kerja maka dihitung tidak hadir,” ujarnya.

Hal tersebut telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 52/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terkait pelanggaran disiplin yang dilakukan ASN, diduga dua di antaranya, Budi Prasetya. Dari sebuah sumber, Budi diduga telah melanggar kode etik PNS sesuai PP nomor 42/2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS pada pasal 10 huruf a dan c. Selanjutnya melanggar ketentuan PP nomor 53/2010 tentang disiplin PNS pada pasal 10 poin 9 huruf d. Sesuai tim yang telah melakukan pemeriksaan, Budi Prasetya dijatuhi hukuman disiplin berat yakni pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

Begitu pula dengan Muhammad Firnanda, telah melakukan pelanggaran yang sama dan akan dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. Mengingat keduanya, meninggalkan tugas dikarenakan penyelesaian masalah hukum. Di mana bersangkutan terlibat secara langsung baik dalam persiapan hingga proses persidangan yang dilaksanakan di PTUN Samarinda. Berdasarkan hal tersebut, agar pembinaan kepegawaian berjalan dengan baik dan yang bersangkutan tidak melakukan pelanggaran kembali, sehingga dapat dipertimbangkan hukuman disiplin sedang berupa pembebasan dari jabatan.

Namun, Hamseng tak ingin fokus kepada beberapa ASN yang melakukan pelanggaran. Karena saat ini proses hukuman disiplin sementara berjalan terhadap 10 ASN tersebut, termasuk Muhammad Firnanda dan Budi Prasetya. Sangat tidak baik jika seluruhnya disebutkan namanya di publik. “Kami fokus pada objek pelanggaran saja kepada ASN yang melakukan pelanggaran disiplin,” ujarnya.

Namun ada tiga ASN yang diproses hukuman disipilin melalui tim ad hoc atau tim pemeriksa yang dibentuk. Secara prinsip tim tersebut dibentuk ketika ada ASN yang melakukan pelanggaran. Misalkan, ASN setingkat kabid melakukan pelanggaran maka yang wajib memeriksa adalah kepala dinas (kadis). Namun ketika atasan (kadis) tidak melakukan hal tersebut, maka dibentuk tim pemeriksa atau tim ad hoc yang menggantikan tugas dari atasan langsung.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Kepala (Perka) Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor 21/2010, ketentuan pelaksanaan PP nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS. Pemeriksaan telah selesai dilakukan oleh tim pemeriksa dan segera akan diproses dan disampaikan kepada ASN yang bersangkutan. Ia menambahkan, tim pemeriksa di tingkat kabupaten yang dibentuk ini bertujuan untuk memberikan pertimbangan kepada Bupati terhadap ASN yang melakukan tindak pidana jika ada pelanggaran berat. Selain itu tim tersebut tetap melakukan pengujian kembali terhadap hasil pemeriksaan jika pernah dilakukan oleh atasan ASN yang bersangkutan. “Tim pemeriksa ini bekerja secara komprehensif berdasarkan data bahan yang dianalisa dan dikaji berdasarkan pelanggaran yang dilakukan ASN bersangkutan,” tambahnya.

Selama proses hukuman disiplin berjalan, pengujian terakhir ada di Badan Pertimbangan Kepegawaian, yang dilakukan langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Namun berdasarkan data dari tim pemeriksa kabupaten.

Sementara, Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura yang dikonfirmasi media belum ingin berkomentar banyak. Hanya membenarkan adanya sanksi yang akan dijatuhkan kepada ASN di lingkungan Pemkab Nunukan. Hal tersebut telah diintruksikan kepada BKPSDM Nunukan. (nal/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:36

Enaknya Musim Durian, di Sebatik, Bersantap Durian di Bawah Pohon

MUSIM durian di Sebatik telah berlangsung sejak Juli lalu. Sejumlah masyarakat dari daerah lain di Kaltara…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .