MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 24 Januari 2018 11:17
DPRD: Jika Konfl ik, Baru Ditambah
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN -Anggaran pengamanan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Tarakan 2018 hanya disetujui Rp 3,8 miliar. Anggaran tersebut sejatinya lebih rendah dari permohonan anggaran yang diajukan Polres Tarakan sebelumnya sebesar Rp 9,5 miliar. Ketua DPRD Tarakan Salman Aradeng mengungkapkan bahwa anggaran tersebut sudah sesuai. Jika selam Pilkada kondisi kondusif, maka tidak dibutuhkan tambahan pengamanan dari luar. Tambahan anggaran dapat ditinjau ulang atau diadakan apabila terjadi gangguan keamanan yang membuat keadaan kacau. “Selama enggak butuh bantuan pasukan dari luar, ya aman saja,” ungkap Salman.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Michael Hence Royke Supit menilai anggaran tersebut di luar jika terjadi kontijensi atau perlu perkuatan dari luar Tarakan. “Anggaran Rp 3,8 miliar ini hanya khusus untuk pengamanan rutin selama pelaksanaan Pilkada dan sudah termasuk pengamanan oleh TNI yang dilibatkan. Dan jika, ada konflik atau kerusuhan, maka itu akan ada anggarannya tersendiri,” katanya.

Lanjutnya, begitu juga dengan TNI. Jika terjadi konflik berarti TNI juga pasti akan ditambah. “Seperti usulan kami beberapa waktu lalu yang Rp 9 miliar itu. Kalau ditambah dengan anggaran untuk bantuan keamanan operasional (BKO) dari TNI dan Polri nilainya mencapai sekitar Rp 8 miliar sampai Rp 9 miliar itu,” ujarnya.
Penyesuaian anggaran jika ada BKO ini, menurut Supit juga sudah tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Meski demikian, ia berharap pelaksanaan Pilkada hingga waktu pencoblosan Juni mendatang berjalan dengan aman.

Supit mengungkapkan potensi gangguan dapat terjadi kapan saja. Ia mencontohkan saat pendaftaran pasangan calon (paslon) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Sei Sesayap, sempat terjadi gesekan antar pendukung. “Semua indikasi konflik akan kami tindaklanjuti, bahkan sesuai arahan Kapolri dan Kapolda Kaltim, kami mengutamakan kegiatan preventif dan persuasif. Sebisa mungkin kami akan mengadakan koordinasi dengan tokoh agama, masyarakat dan adat untuk mencegah terjadinya konflik,” bebernya.

Rencananya, dalam waktu dekat setelah penetapan calon dan akan dilakukan deklarasi damai bersama semua paslon maupun tim suksesnya. “Nanti waktunya bersamaan dengan penetapan paslon itu lebih bagus. Saat ditetapkan langsung upacara dan tim sukses hadir, dibuatkan deklarasi damai,” bebernya.


Pengamanan pelaksanaan Pilkada ini, kata dia, sudah mulai dilakukan. Di antaranya pengamanan kantor KPU, kantor Panwaslu dan para komisioner. Tidak hanya itu, sebelum penetapan paslon 12 Februari nanti, sudah ada beberapa calon yang meminta pengamanan. “Sudah ada yang dikawal, semua sepertinya termasuk rumah paslonnya,” imbuhnya.

TEGASKANBAISBUKAN PEMECAH SUARA

Pasangan H. Badrun dan Muhammad Ince Rifai (Bais) yang dinilai hanya sebagai pemecah suara ditepis Partai Golkar. Menurut Ketua DPD II Golkar Tarakan Tigor Nainggolan, untuk maju menjadi bakal calon, bukanlah sebuah perkara yang main-main. “Wah, saya tidak pernah mendapat keterangan dari Bais, bahwa ingin maju di Pilwali untuk main-main,” ungkap Tigor Nainggolan, kemarin (23/1).

“Jadi, Pak Badrun dan Ince itu serius mau maju,” tegas mantan anggota DPRD Tarakan tersebut.

Sebagai bukti keseriusan itu, Badrun yang menjabat sebagai Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara mundur dari jabatannya. Malah Tigor mempertanyakan, jika dinilai sebagai pemecah suara, lantas kandidat siapa yang dirugikan dan diuntungkan? “Jadi, jangan dibilang kalau kami ini hanya pemecah suara. Pernahkah Pak Badrun menyatakan bahwa masuknya ia di Pilwali hanya untuk memecah suara?” tanya Tigor sembari meluruskan sejumlah informasi yang berkembang.

“Kalau Pak Badrun bilang hanya ingin memecah suara, kami pastikan tidak akan mendukung Badrun. Tapi nyatanya tidak begitu, Bais ini serius,” sambungnya.

Untuk itu, sebagai partai pengusung, Tigor menegaskan bahwa baik PDIP maupun Golkar mendukung penuh Bais untuk menang. “Tidak ada istilah pecah suara. Kami akan berjuang keras untuk memenangkan Bais, kalau ada yang ngomong kami pemecah suara, itu tidak benar,” tuturnya.

Bagi Tigor, untuk maju menjadi calon wali kota bukanlah sebuah perkara mudah. Sebab itu, setiap calon yang menyatakan siap maju di Pilwali, harus bersikap serius. Meski calon yang lain telah melaksanakan kampanye sejak lama, namun Tigor mengaku pasangan Bais justru baru ingin mulai mendekatkan diri kepada masyarakat. “Jadi kalau orang sudah satu tahun mulai, dan kami baru mulai, itu karena kami sedang menunggu momen yang tepat untuk mengatur strategi,” terangnya.

Tigor menegaskan, Partai Golkar dan PDIP merupakan sebuah partai besar dan kenyang pengalaman politik. “Jadi jangan main-main dengan partai itu. Nah, kursi kami sudah enam. Jadi Golkar dan PDIP merupakan partai yang sudah dewasa, strategi kami beda dengan yang lain, kami juga bisa membaca situasi calon lain. Jadi jangan dipikir kami diam,” tegasnya. (eru/*/shy/lim)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:40

BPK Ungkap Risiko Bisnis Kelalaian PDAM

TARAKAN – Kejadian yang dialami Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:30

Rp 70 M untuk Bangun Balai POM

Tarakan - Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat terhadap obat dan makanan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:28

Dua Kali Longsor, Penanganan Masih Sementara

TARAKAN - Musibah longsor kembali terjadi di Tarakan, tepatnya di RT 4 Kelurahan Pamusian. Longsor yang…

Kamis, 22 Februari 2018 10:27

Tak Banyak Usulan, Infrastruktur Masih Baik

TARAKAN - Ketua RT 9, Kelurahan Pamusian, Eddy Suyono mengatakan, infrastruktur di wilayahnya dapat…

Rabu, 21 Februari 2018 11:21

Petugas PDAM Lalai, Konsumen Menanggung

TARAKAN - Betapa terkejutnya Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara ketika…

Rabu, 21 Februari 2018 11:15

Turut Awasi Institusi Masing-Masing

TARAKAN – Memberantas tindak pidana narkotika di Kaltara, memang menjadi pekerjaan yang hingga…

Rabu, 21 Februari 2018 11:12

Lima Kelurahan Belum Terpasang Jargas

TARAKAN - Sebagai salah satu kota yang memiliki sumber daya minyak dan gas (migas), menjadikan Bumi…

Rabu, 21 Februari 2018 11:06

Belum Tersentuh Bantuan Pemkot

Tarakan - Berbagai fasilitas umum guna menunjang aktivitas dan menciptakan lingkungan nyaman dan aman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .