MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Januari 2018 12:30
Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri
DIMANFAATKAN: Embung Desa Lapri Kecamatan Sebatik Utara sudah dimanfaatkan setahun terakhir. BANK DATA

PROKAL.CO, EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah warga memenuhi kebutuhan air bersihnya dari embung. Tiba musim kemarau warga tidak lagi susah mencari air. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Desa Lapri, Arbi bahwa embung telah beroperasi. Hampir setahun warga Desa Lapri menikmati air dari embung, namun masih terbatas di beberapa desa.

“Sepertinya warga Desa Lapri saja yang menikmati air dari embung tersebut,” kata Arbi, kemarin (22/1).

Menurutnya, Embung Desa Lapri belum mampu menyuplai ke seluruh desa yang ada di Sebatik. Di Kecamatan Sebatik Utara misalnya, ada tiga desa. Hanya satu di antaranya yang dapat dilayani. Saat ini hampir warga di Desa Lapri telah memasang meteran air. Selama ini belum pernah ada kendala, walaupun musim kemarau air dari embung mengalir ke rumah warga. Sangat membantu masyarakat di Desa Lapri.

“Jumlah rumah di Desa Lapri ada 200 rumah, diperkirakan ada 180 rumah yang telah terpasang meteran air,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bagi warga yang menggunakan air bersih dari embung dibebankan biaya sebesar Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per bulan. Namun yang menjadi kendala saat ini, lahan embung tersebut masih ada yang belum dibebaskan. “Jadi belum bisa membendung air dalam jumlah banyak, karena masih ada lahan warga yang belum dibebaskan,” tuturnya.

Sementara, Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Nunukan Masdi mengatakan, embung tersebut telah difasilitasi instalasi pengelolaan air (IPA). Sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih dari embung di Desa Lapri. “Pelanggan yang aktif saat ini sebanyak 171 rumah warga di Desa Lapri,” kata Masdi.

Ke depannya, ia memastikan akan menambah pelanggan hingga 3 ribu sambungan. Hal tersebut akan dilaksanakan hingga akhir 2018. Saat dilakukan uji coba, air dari embung dapat mengalir hingga ke Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Menurutnya, pemasangan kepada pelanggan akan dilakukan bertahap karena embung belum dilengkapi listrik, sehingga belum dapat maksimal mengalirkan air. Termasuk jalan menuju ke area embung masih rusak parah, sehingga banyak kendala jika ingin mengangkut keperluan embung tersebut. Seperti bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin di embung.

“Jalan masuk ke embung sepanjang 3 km, jadi memang ada kendala untuk saat ini,” ujarnya. (nal/lim)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:25

Pasien Terima Obat Kedaluwarsa

NUNUKAN – Telah ditemukan obat-obatan dari salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Sebatik…

Jumat, 23 Februari 2018 10:23

Mantan TKI Ditemukan Meninggal Dunia

NUNUKAN – Masyarakat di sekitar Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Jalan Ujang Dewa, Kelurahan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:19

Perkuat Pengawasan, TNI Tambah Koramil

NUNUKAN – Untuk menjaga situasi dan keamanan wilayah perbatasan khusus di Kabupaten Nunukan, Komando…

Kamis, 22 Februari 2018 12:41

Sosok Mayat Ditemukan Depan Kantor Imigrasi

NUNUKAN - Sosok mayat tiba-tiba ditemukan di depan Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Jalan Ujang Dewa, …

Kamis, 22 Februari 2018 10:37

Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

Masak Air Ditinggal, Rumah Jadi Arang

NUNUKAN – Amukan si jago merah melalap satu rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Bukit Indah,…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Sekolah Tanpa Kursi dan Meja Direspons

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mendistribusikan bantuan ke Sekolah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Desak Perusahaan Berkantor di Nunukan

NUNUKAN – Upaya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan agar perusahaan besar berkantor…

Rabu, 21 Februari 2018 11:13

Memprihatinkan, ke Sekolah Memakai Perahu

Berada di daerah pelosok memang segalanya masih serba tertinggal. Begitu pula dengan kondisi pendidikan.…

Rabu, 21 Februari 2018 10:54

NAH KENAPA INI..??? Kejari SP3 Kasus Rumjab Bupati

NUNUKAN - Hilangnya rumah jabatan (rujab) Bupati Nunukan sampai saat ini penuh misteri. Entah, pembongkaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .