MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Januari 2018 11:58
Beras ‘Tetangga’ Makin Langka
ASLI DALAM NEGERI: Beras asal Sulsel yang akan diangkut ke Kecamatan Sebuku. Beras dalam negeri itu cukup memenuhi kebutuhan warga hingga ke Kabupaten Malinau. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan menggunakan beras asal Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebab, keberadaan beras Tawau, Malaysia terbilang langka.

Salah satu faktor kelangkaan, akibat penutupan jalur penyeberangan kapal barang Nunukan-Tawau. Pemerintah Malaysia menginginkan penggunaan kapal berkonstruksi besi. Sementara kapal pengangkut barang selama ini semuanya berkonstruksi kayu.

H. Abbas, seorang pengusaha sembako di Pasar Sentral Inhutani mengatakan, sejak adanya trayek Nunukan-Parepare dan sebaliknya, suplai kebutuhan dalam negeri sudah sangat memudahkan. Khususnya untuk beras dan bahan makanan lainnya. Kendati demikian, beberapa kubutuhan penting, seperti gula dan minyak makan masih didominasi produk Malaysia. “Persoalan harga. Gula pasir dan minyak makan Malaysia masih murah. Selisihnya Rp 2 hingga 3 ribu per kilogram,” ungkapnya saat ditemui media ini.

Ia mengatakan, gula pasir dan minyak makan dalam negeri saat ini sulit bersaing dengan produk Malaysia. Mulai dari harga dan kualitasnya. Hanya saja, produk makanan lainnya mulai bersaing. Seperti makanan instan dan bahan makanan seperti bumbu dapur. “Hanya gula pasir dan minyak makan yang mencolok. Kalau produk lainnya sepertinya sudah mulai dikuasai produk lokal,” bebernya.

Muis, distributor sembako lainnya mengatakan, harga beras Malaysia tak pernah fluktuatif. Sebaliknya beras yang kerap naik itu dari Sulsel. Harganya naik sejak dua pekan lalu. Untuk beras kualitas medium dan premium naik mulai Rp 10 hingga 15 ribu per karung dengan isi 25 kg. Sementara untuk susu formula anak, produk Malaysia masih mendominasi. Termasuk popok anak-anak. Jumlahnya yang banyak dan harganya terjangkau. “Tapi kalau air mineral, produk dalam negeri jagonya. Termasuk air isi ulang itu. Pastinya dalam negeri yang lebih banyak. Apalagi air mineral dalam kemasan gelas,” ungkap Muis kepada media ini.

Sementara untuk alat-alat rumah tangga, seperti tikar dan perkakas tukang serta mesin pemotong masih tetap didominasi produk Malaysia. Barang-barang seperti itu lebih mudah ditemukan dan kualitasnya masih menjadi primadona bagi masyarakat di perbatasan. “Termasuk tali untuk pembuatan bentangan rumput laut. Semuanya produk Malaysia,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar membenarkan hal tersebut. Ia mengaku jika sejumlah produk Malaysia itu masih belum mampu dilepas 100 persen masyarakat Nunukan. Meskipun saat ini, produk dalam negeri sudah mulai merambah perdagangan di Nunukan. “Untuk lepas 100 persen dari Malaysia memang masih sulit. Tapi, upaya itu terus dilakukan. Karena, saat ini masih didukung dengan program Nawacita Pak Jokowi,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

Mengenai beras dan bahan sembako lainnya, khususnya gula pasir dan minyak makan, kata Jabbar, sudah ada pembicaraan dengan pengusaha dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Saat ini masih dalam pemantauan juga. “Intinya, ada usaha untuk mendatangkan produk dalam negeri ke Nunukan. Masih tahap penjajakan juga,” urainya. (oya/lim)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 20:18

Dianggap Melanggar UU Adminduk

NUNUKAN - Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)…

Kamis, 24 Mei 2018 11:16

Setengah Tahun, Kejari Baru Tangani Dua Kasus Korupsi

NUNUKAN – Selama periode Januari-Mei 2018, baru dua kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri…

Kamis, 24 Mei 2018 11:14

Diselundup dari Sebatik, Rokok asal Indonesia Diamankan Malaysia

NUNUKAN – Dikutip dari Berita Ekhwal Semasa (BES) Tawau FM, Selasa (22/5), Agensi Penguatkuasaan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:08

Pengawasan Takjil Belum Dilakukan Dinas Terkait

NUNUKAN–Pengawasan penganan berbuka puasa hingga hari ketujuh Ramadan kemarin belum juga berjalan.…

Kamis, 24 Mei 2018 11:07

Pengawasan Takjil Belum Dilakukan Dinas Terkait

NUNUKAN–Pengawasan penganan berbuka puasa hingga hari ketujuh Ramadan kemarin belum juga berjalan.…

Rabu, 23 Mei 2018 11:49

Terkendala Daya Listrik, Ditunda Beroperasi

NUNUKAN – Pengoperasian Pasar Liem Hie Djung yang direncanakan awal Mei lalu terpaksa tertunda.…

Rabu, 23 Mei 2018 11:46

Jaringan Terganggu, Listrik PLN Padam Total

NUNUKAN – Sejak memasuk Ramadan, kondisi listrik di wilayah Nunukan terus bermasalah. Meskipun…

Selasa, 22 Mei 2018 12:58

Usulan Pembangunan Kantor Baru

NUNUKAN - Gedung obat dan alat kontrasepsi di belakang kantor gabungan dinas (gadis) I terkesan dibiarkan.…

Selasa, 22 Mei 2018 12:56

Target Hukuman Mati, Pelaku Kasus Narkoba

NUNUKAN – Saat ini setidaknya sudah ada 7 SPDP Surat Pemberitahuan Dimulainya Pemeriksaan (SPDP)…

Selasa, 22 Mei 2018 12:54

Target Hukuman Mati, Pelaku Kasus Narkoba

NUNUKAN – Saat ini setidaknya sudah ada 7 SPDP Surat Pemberitahuan Dimulainya Pemeriksaan (SPDP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .