MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Januari 2018 11:58
Beras ‘Tetangga’ Makin Langka
ASLI DALAM NEGERI: Beras asal Sulsel yang akan diangkut ke Kecamatan Sebuku. Beras dalam negeri itu cukup memenuhi kebutuhan warga hingga ke Kabupaten Malinau. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan menggunakan beras asal Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebab, keberadaan beras Tawau, Malaysia terbilang langka.

Salah satu faktor kelangkaan, akibat penutupan jalur penyeberangan kapal barang Nunukan-Tawau. Pemerintah Malaysia menginginkan penggunaan kapal berkonstruksi besi. Sementara kapal pengangkut barang selama ini semuanya berkonstruksi kayu.

H. Abbas, seorang pengusaha sembako di Pasar Sentral Inhutani mengatakan, sejak adanya trayek Nunukan-Parepare dan sebaliknya, suplai kebutuhan dalam negeri sudah sangat memudahkan. Khususnya untuk beras dan bahan makanan lainnya. Kendati demikian, beberapa kubutuhan penting, seperti gula dan minyak makan masih didominasi produk Malaysia. “Persoalan harga. Gula pasir dan minyak makan Malaysia masih murah. Selisihnya Rp 2 hingga 3 ribu per kilogram,” ungkapnya saat ditemui media ini.

Ia mengatakan, gula pasir dan minyak makan dalam negeri saat ini sulit bersaing dengan produk Malaysia. Mulai dari harga dan kualitasnya. Hanya saja, produk makanan lainnya mulai bersaing. Seperti makanan instan dan bahan makanan seperti bumbu dapur. “Hanya gula pasir dan minyak makan yang mencolok. Kalau produk lainnya sepertinya sudah mulai dikuasai produk lokal,” bebernya.

Muis, distributor sembako lainnya mengatakan, harga beras Malaysia tak pernah fluktuatif. Sebaliknya beras yang kerap naik itu dari Sulsel. Harganya naik sejak dua pekan lalu. Untuk beras kualitas medium dan premium naik mulai Rp 10 hingga 15 ribu per karung dengan isi 25 kg. Sementara untuk susu formula anak, produk Malaysia masih mendominasi. Termasuk popok anak-anak. Jumlahnya yang banyak dan harganya terjangkau. “Tapi kalau air mineral, produk dalam negeri jagonya. Termasuk air isi ulang itu. Pastinya dalam negeri yang lebih banyak. Apalagi air mineral dalam kemasan gelas,” ungkap Muis kepada media ini.

Sementara untuk alat-alat rumah tangga, seperti tikar dan perkakas tukang serta mesin pemotong masih tetap didominasi produk Malaysia. Barang-barang seperti itu lebih mudah ditemukan dan kualitasnya masih menjadi primadona bagi masyarakat di perbatasan. “Termasuk tali untuk pembuatan bentangan rumput laut. Semuanya produk Malaysia,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar membenarkan hal tersebut. Ia mengaku jika sejumlah produk Malaysia itu masih belum mampu dilepas 100 persen masyarakat Nunukan. Meskipun saat ini, produk dalam negeri sudah mulai merambah perdagangan di Nunukan. “Untuk lepas 100 persen dari Malaysia memang masih sulit. Tapi, upaya itu terus dilakukan. Karena, saat ini masih didukung dengan program Nawacita Pak Jokowi,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

Mengenai beras dan bahan sembako lainnya, khususnya gula pasir dan minyak makan, kata Jabbar, sudah ada pembicaraan dengan pengusaha dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Saat ini masih dalam pemantauan juga. “Intinya, ada usaha untuk mendatangkan produk dalam negeri ke Nunukan. Masih tahap penjajakan juga,” urainya. (oya/lim)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:25

Pasien Terima Obat Kedaluwarsa

NUNUKAN – Telah ditemukan obat-obatan dari salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Sebatik…

Jumat, 23 Februari 2018 10:23

Mantan TKI Ditemukan Meninggal Dunia

NUNUKAN – Masyarakat di sekitar Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Jalan Ujang Dewa, Kelurahan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:19

Perkuat Pengawasan, TNI Tambah Koramil

NUNUKAN – Untuk menjaga situasi dan keamanan wilayah perbatasan khusus di Kabupaten Nunukan, Komando…

Kamis, 22 Februari 2018 12:41

Sosok Mayat Ditemukan Depan Kantor Imigrasi

NUNUKAN - Sosok mayat tiba-tiba ditemukan di depan Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Jalan Ujang Dewa, …

Kamis, 22 Februari 2018 10:37

Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

Masak Air Ditinggal, Rumah Jadi Arang

NUNUKAN – Amukan si jago merah melalap satu rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Bukit Indah,…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Sekolah Tanpa Kursi dan Meja Direspons

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mendistribusikan bantuan ke Sekolah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Desak Perusahaan Berkantor di Nunukan

NUNUKAN – Upaya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan agar perusahaan besar berkantor…

Rabu, 21 Februari 2018 11:13

Memprihatinkan, ke Sekolah Memakai Perahu

Berada di daerah pelosok memang segalanya masih serba tertinggal. Begitu pula dengan kondisi pendidikan.…

Rabu, 21 Februari 2018 10:54

NAH KENAPA INI..??? Kejari SP3 Kasus Rumjab Bupati

NUNUKAN - Hilangnya rumah jabatan (rujab) Bupati Nunukan sampai saat ini penuh misteri. Entah, pembongkaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .