MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Januari 2018 11:58
Beras ‘Tetangga’ Makin Langka
ASLI DALAM NEGERI: Beras asal Sulsel yang akan diangkut ke Kecamatan Sebuku. Beras dalam negeri itu cukup memenuhi kebutuhan warga hingga ke Kabupaten Malinau. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan menggunakan beras asal Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebab, keberadaan beras Tawau, Malaysia terbilang langka.

Salah satu faktor kelangkaan, akibat penutupan jalur penyeberangan kapal barang Nunukan-Tawau. Pemerintah Malaysia menginginkan penggunaan kapal berkonstruksi besi. Sementara kapal pengangkut barang selama ini semuanya berkonstruksi kayu.

H. Abbas, seorang pengusaha sembako di Pasar Sentral Inhutani mengatakan, sejak adanya trayek Nunukan-Parepare dan sebaliknya, suplai kebutuhan dalam negeri sudah sangat memudahkan. Khususnya untuk beras dan bahan makanan lainnya. Kendati demikian, beberapa kubutuhan penting, seperti gula dan minyak makan masih didominasi produk Malaysia. “Persoalan harga. Gula pasir dan minyak makan Malaysia masih murah. Selisihnya Rp 2 hingga 3 ribu per kilogram,” ungkapnya saat ditemui media ini.

Ia mengatakan, gula pasir dan minyak makan dalam negeri saat ini sulit bersaing dengan produk Malaysia. Mulai dari harga dan kualitasnya. Hanya saja, produk makanan lainnya mulai bersaing. Seperti makanan instan dan bahan makanan seperti bumbu dapur. “Hanya gula pasir dan minyak makan yang mencolok. Kalau produk lainnya sepertinya sudah mulai dikuasai produk lokal,” bebernya.

Muis, distributor sembako lainnya mengatakan, harga beras Malaysia tak pernah fluktuatif. Sebaliknya beras yang kerap naik itu dari Sulsel. Harganya naik sejak dua pekan lalu. Untuk beras kualitas medium dan premium naik mulai Rp 10 hingga 15 ribu per karung dengan isi 25 kg. Sementara untuk susu formula anak, produk Malaysia masih mendominasi. Termasuk popok anak-anak. Jumlahnya yang banyak dan harganya terjangkau. “Tapi kalau air mineral, produk dalam negeri jagonya. Termasuk air isi ulang itu. Pastinya dalam negeri yang lebih banyak. Apalagi air mineral dalam kemasan gelas,” ungkap Muis kepada media ini.

Sementara untuk alat-alat rumah tangga, seperti tikar dan perkakas tukang serta mesin pemotong masih tetap didominasi produk Malaysia. Barang-barang seperti itu lebih mudah ditemukan dan kualitasnya masih menjadi primadona bagi masyarakat di perbatasan. “Termasuk tali untuk pembuatan bentangan rumput laut. Semuanya produk Malaysia,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar membenarkan hal tersebut. Ia mengaku jika sejumlah produk Malaysia itu masih belum mampu dilepas 100 persen masyarakat Nunukan. Meskipun saat ini, produk dalam negeri sudah mulai merambah perdagangan di Nunukan. “Untuk lepas 100 persen dari Malaysia memang masih sulit. Tapi, upaya itu terus dilakukan. Karena, saat ini masih didukung dengan program Nawacita Pak Jokowi,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

Mengenai beras dan bahan sembako lainnya, khususnya gula pasir dan minyak makan, kata Jabbar, sudah ada pembicaraan dengan pengusaha dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Saat ini masih dalam pemantauan juga. “Intinya, ada usaha untuk mendatangkan produk dalam negeri ke Nunukan. Masih tahap penjajakan juga,” urainya. (oya/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .