MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 22 Januari 2018 14:07
Andalkan Sumbangan Sukarela Masyarakat-Gereja
DIBAWA PULANG: Jenazah Marna Lencau saat dibawa menggunakan MAF menuju Desa Long Temuyak, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau. RURY JAMIANTO/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, KEBERADAAN maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF), seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman di perbatasan di Kaltara. Bagaimana tidak, maskapai ini menjadi satu-satunya tumpuan warga untuk dapat mengakses ke daerah lain melalui jalur udara, baik untuk mengantar orang sakit maupun jenazah.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, Minggu (21/1) sekira pukul 10.45 Wita, di hanggar MAF tampak puluhan warga mengenakan kain bewarna hitam. Usut punya usut, ternyata salah seorang keluarga mereka Marna Lencau, tak lain warga dari desa Long Temuyak, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, baru saja meninggal dan hendak dibawa kembali ke kampung halamannya.

Berdasarkan penuturan dari salah seorang keluarga yakni Ibau Ala, yang juga merupakan anggota DPRD Malinau ini, jenazah wanita yang diperkirakan berusia 48 tahun itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya yang berawal dari sakit demam.

Pada Kamis (18/1) Marna Lencau pun, kemudian dilarikan ke RSUD Tarakan dengan menggunakan maskapai MAF. Namun, setelah dua hari dirawat,  Marna Lencau pun menghadap Sang Pencipta.

“Jenazah kami bawa kembali ke Desa Long Temuyak, kampung halaman untuk dimakamkan di sana,” ungkap Ibau Ala, saat ditemui usai mengantarkan jenazah menuju pesawat, Minggu (20/1).

Dikatakan Ibau sapaan akrabnya, keberadaan MAF sangat membantu warga pedalaman di perbatasan. Meski harus mengeluarkan biaya karena keperluan penerbangan, itu lebih baik jika menggunakan pesawat perintis reguler, yang bisa menghabiskan dana sedikitnya Rp 40 juta untuk tujuan pulang pergi Long Temuyak-Tarakan.

“Dengan MAF, keluarga korban hanya membantu semampu mereka, ditambah donasi dari jemaat di gereja-gereja. Dan juga biaya sedikit yang dikeluarkan, tidak lebih dari Rp 5 juta dari keluarga. Itu dari masyarakat semua (termasuk keluarga almarhum),” kata pria yang juga sebagai Kepala Adat Besar Apau Kayan Kabupaten Malinau ini.

Karena itu, Ibau berharap adanya subsidi yang diberikan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk operasional penerbangan MAF agar bisa terbang ke pedalaman dan perbatasan Kaltara. Dan harapannya masyarakat benar-benar bisa gratis terbang dengan pesawat MAF.

“Harapan kami supaya dapat suntikan dana sedikit dari pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, karena sampai saat ini masyarakt belum ada pilihan untuk keluar dari keterisolasian dari perbatasan. Walaupun sudah ada jalan sekarang ini, tapi itu hanya sebatas badan jalan. Tentu sangat tidak layak sekali dilewati,” harapnya. 

Ada pun donasi dari jemaat, beber Ibau Ala, tidak mencukupi untuk keperluan penerbangan karena dipungut berdasarkan kemampuan warga.  Menurut Ibau Ala, pemerintah patut memperhatikan hal ini karena transportasi udara masih menjadi harapan utama masyarakat pedalaman dan perbatasan untuk berbagai keperluan. Apalagi yang sifatnya mendesak. (eru/nri)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 23:57

BKSDA Sarankan Diserahkan ke LK

TARAKAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyarankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan…

Selasa, 18 September 2018 23:44

Sehari Penukaran, Tembus 1.142 Kartu GPN

TARAKAN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalimantan Utara terus mendorong penggunaan sistem…

Selasa, 18 September 2018 12:24

KASIHAN..!! Beruang Madu Kurus di Kandang Besi

TARAKAN – Sedih rasanya melihat nasib tiga ekor beruang madu di dua kandang di dalam Hutan Kota…

Selasa, 18 September 2018 12:22

Potensi PAD, Investasi dan Libatkan Pihak Ketiga

KRITIK datang dari pemerhati lingkungan di Kalimantan Timur (Kaltim). Mantan Direktur Kawasan Wisata…

Selasa, 18 September 2018 12:19

Dibatasi, Dolar Naik, hingga Kompetitor Menguat

Semarak Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tidak berdampak signifikan bagi usaha jasa percetakan seperti…

Selasa, 18 September 2018 12:13

DPT Dicermati untuk Kali Kedua

TARAKAN- Imbauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI agar dilakukan pencermatan ulang terhadap jumlah…

Selasa, 18 September 2018 12:11

Imunisasi MR Masih 46 Persen

TARAKAN – Pencapaian imunisasi measles rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih cukup…

Selasa, 18 September 2018 11:59

Dua Spesialis Congkel Jok Motor Terciduk

TARAKAN - Dua pelaku pencurian spesialis merusak jok motor berhasil diamankan pihak kepolisian dari…

Selasa, 18 September 2018 11:51

Dolar Naik, Material KPR Ikut Naik

TARAKAN- Naiknya kurs dolar masih menjadi polemik. Pasalnya berbagai usaha juga mengalami imbasnya,…

Selasa, 18 September 2018 11:48

Akses Menuju Pemakaman Rusak Parah

TARAKAN - Jalan lingkungan menuju ke arah Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Nasrani, Kelurahan Juata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .