MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 22 Januari 2018 13:29
Mampu Berikan Multiplier Effect
INT.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara berkomitmen mewujudkan percepatan realisasi pembangunan Jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan).

Sejak 2016 dan 2017 lalu, Pemprov Kaltara telah mulai melaksanakan pembangunan jalan pendekat yang titik awalnya dari Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara. Panjang jalan itu sekitar 60 kilometer (km) dari arah Pelabuhan Feri Ancam ke Desa Liagu, Kecamatan Sekatak.

Koridor Desa Liagu tersebut dijadikan pertigaan dari Jalan Kecamatan Sekatak, Jalan Nasional Desa Panca Agung dan arah Kelubir menuju Silva Rahayu, Tanjung Palas Utara dilanjutkan ke Salimbatu, Tanjung Palas Tengah.

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kaltara, Sudjadi mengatakan, pihaknya fokus menyelesaikan tahapan pendukung terwujudnya pembangunan jembatan dengan panjang 5,6 km tersebut dan digadang-gadang jembatan terpanjang yang pernah ada di Indonesia jika terealisasi nantinya.

Saat ini, pihaknya sedang fokus dalam pembangunan jalan koridor. “Kalau desain dan konstruksinya kementerian yang akan menyusun dan menyelesaikannya,” ungkap Sudjadi beberapa waktu lalu.

Sehingga untuk kepastian kapan pembangunan akan dimulai masih akan dikoordinasikan dengan Kemen PUPR. Sudjadi memastikan, setidaknya dibutuhkan jalan sepanjang sekitar 60 km untuk mencapai titik terdekat antara Bulungan dan Tarakan.

Selain itu, bentang Jembatan Bulan diperkirakan mencapai 2.100 meter dari daratan Bulungan ke Pulau Sadau. “Termasuk membangun jembatan-jembatan kecil yang total panjangnya mencapai 7 kilometer,” kata dia

Sudjadi berharap rencana pembangunan jembatan dengan tujuan meningkatkan laju perekonomian di provinsi termuda ini dapat berjalan sesuai rencana awal. Terlebih, Pemprov Kaltara telah memperlihatkan keseriusannya agar Jembatan Bulan benar-benar terwujud dengan cara mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan jalan pendukung. “Mudahan berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono saat melakukan kunjungan kerja di Kaltara September tahun lalu mengatakan, rencana pembangunan Jembatan Bulan diakuinya memang masuk dalam pemantauannya. “Kami baru hanya melakukan diskusi-diskusi awal saja, jadi kami menggunakan Surfing Investigation Design (SID),” kata Basuki.

Dikatakannya, peninjauan ini baru awalnya saja, jadi belum ada pengerjaan yang signifikan yang dilakukan walaupun rencananya akan dibangun jembatan yang menghubungkan pulau Tarakan dengan Tanjung Selor itu. “Saat ini memang menggunakan kapal laut dan pesawat untuk berkendara, dan itu memang terbatas,” tuturnya.

Diakuinya, pelabuhan terbesar di Kaltara berada di Tarakan. Kegiatan ekspor dan impor juga harus melalui Tarakan untuk disebar ke Kaltara. Namun, dengan transportasi laut dan udara, pasti sangat terbatas dan mahal sekali. “Karena itu ada usulan dari Tarakan harus ke Tanjung Selor dulu,” ungkapnya.

Untuk pembangunan Jembatan Bulan, usulannya dengan  panjang 56 km dengan enam jembatan panjang yang akan saling terhubung. Jadi setiap jari-jari delta akan dibangun jembatan yang menghubungkan Tarakan dan Tanjung selor. “Yang pasti saya harus berhati-hati dalam memutuskan, dan belum tahu kapan bisa diputuskan,” tambahnya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa main-main dalam mengambil keputusan. Harus diputuskan dengan sebaik-baiknya agar tidak hanya menjadi janji-janji kosong dan membuat masyarakat berharap sangat besar.

Terkait penganggaran Jembatan Bulan, Basuki mengatakan tidak mungkin menggunakan APBD. Bahkan, untuk menggunakan APBN saja pemerintah masih harus memikirkan matang-matang. Untuk menawarkan kepada swasta juga, Tarakan komoditasnya belum ada sehingga cukup sulit.

“Ini harus presiden yang memutuskan, tetapi sebelum diputuskan saya akan men-support beliau, agar dapat diputuskan berdasarkan kajian teknis dan ekonomis yang benar,” jelasnya.

Sementara itu, pembangunan jembatan yang menghubungkan kabupaten dengan kota di Kaltara itu saat ini sudah dibicarakan dalam rapat terbatas (ratas) di Istana oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi mengatakan, kelanjutan pembangunan jembatan penghubung Bulungan dengan Kota Tarakan itu masih dalam pembahasan dan sedang dalam perhitungan Kementerian PUPR.

“Jadi semuanya masih dihitung, dikalkulasi di Kementerian PUPR. Tunggulah sabar,” kata Jokowi dalam keterangan resminya seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Oktober 2017 lalu.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan, setiap pembangunan memerlukan business study yang mendalam, sehingga perlu dikalkulasi. Namun hal ini kata dia masih terus dibahas. “Karena kalkulasinya itu belum masuk. Nanti kalau dari Kementerian PU sudah masuk, Bappenas masuk, kebutuhannya sekian. Oh bisa diambil anggarannya dari sini, eksekusi,” ujar Jokowi menjelaskan.

Hal tersebut juga diamini oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Dia bilang pembahasan mengenai pembangunan jembatan sepanjang 5,6 km dengan total jalan sepanjang 60 km tersebut masih terus dilakukan.

Jika jadi direalisasikan, maka pembangunan jembatan sepanjang 5,6 kilometer ini, diperkirakan akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia mengalahkan jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang memiliki panjang 5,5 kilometer.

Manfaat ekonomi yang akan dirasakan masyarakat, dengan adanya Jembatan Bulan bersifat multiplier effects. Di antaranya merangsang naiknya permintaan barang dan jasa, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga lebih terjangkau.

Pasalnya, Jembatan Bulan akan berdampak pada kelancaran arus barang keluar dan masuk dari Tarakan menuju daerah daratan Kalimantan, seperti Bulungan, Tana Tidung dan Malinau. Sehingga berbagai aktivitas perekonomian juga akan ikut berkembang. (isl/*pij/eza)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:29

Caleg Tak Boleh Lamar CPNS

TANJUNG SELOR – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, menegaskan masyarakat yang sudah terdaftar…

Jumat, 21 September 2018 11:24

Oknum PNS Terlibat Judi Togel

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resort (Polres) Bulungan melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)…

Jumat, 21 September 2018 11:21

Informasi Teknis CPNS Harus Valid

PEMPROV Kalimantan Utara (Kaltara) diingatkan secepatnya mematangkan persiapan rekrutmen calon pegawai…

Jumat, 21 September 2018 11:16

Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella

TANJUNG SELOR – Batas waktu pemberian vaksin Measles-Rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara)…

Jumat, 21 September 2018 11:12

Tiga Parpol Bersengketa Lolos ke DCT

TANJUNG SELOR  - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengumumkan daftar…

Jumat, 21 September 2018 11:04

DPRD Harus Tahu Peruntukkan Anggaran

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2018…

Kamis, 20 September 2018 12:43

Gunakan Jalur Resmi, Perlu Sinergikan Puluhan Pengusaha

TANJUNG SELOR – Pekan lalu tepatnya Kamis (13/9), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)…

Kamis, 20 September 2018 12:40

Tingkatkan Ekonomi Warga, Bhabinkamtibmas Harus Berperan Aktif

TANJUNG SELOR – Tugas kepolisian sebagai abdi negara tak semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban…

Kamis, 20 September 2018 12:37

Jalan 603,91 Kilometer Prioritas KemenPU-PR

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Kamis, 20 September 2018 12:35

Modus Mengajari, Mawar Digauli Selama 3 Tahun

KASUS pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .