MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Januari 2018 11:02
Panwaslu Sudah Panggil KPU

Menyoal Laporan Sabirin-Tajuddin

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Pasca ditolaknya pendaftaran yang dilakukan Sabirin-Tajuddin Tuwo (Santun), karena dianggap melewati batas waktu pendaftaran berbuntut panjang. Kini Panwaslu Tarakan sudah memanggil terlapor dan beberapa saksi terkait, termasuk komisioner KPU Tarakan untuk dimintai keterangan dalam hal ini.

Ketua Panwaslu Tarakan, Sulaiman saat ditemui di kantornya mengaku, pihaknya belum bisa membeberkan hasil dari pendalaman tersebut karena masih berproses. “Kita juga sudah memanggil pihak-pihak yang dilaporkan. Termasuk saksi-saksi,” kata Sulaiman kepada media ini, Rabu (17/1).

Dijelaskan pria yang kerap mengenakan kemeja putih lengan panjang ini, keterangan yang disampaikan kepada pihaknya hasil pendalaman itu, nantinya akan dikaji lagi Panwaslu Tarakan. “Kesimpulannya masih membutuhkan kajian,” imbuhnya.

Kajian dan informasi yang dimaksud itu, kata alumnus Fakultas Hukum UBT Tarakan ini, harus didalami agar dapat memastikan kejadian yang disampaikan pelapor, terlapor serta saksi.  Sehingga nantinya, pada saat Pamwaslu memutuskan hasilnya, tidak ada pihak yang dirugikan. Baik itu KPU Tarakan sebagai terlapor maupun Santun pihak pelapor untuk bisa menerimanya. 

Saat disinggung apakah Panwaslu ada saat kejadian penolakan pendafataran Santun, karena dianggap sudah melewati batas pukul 00.06 di hari ketiga pendaftaran pada 10 Januari, yang bertepatan dengan KPU RI yang sudah memplenokan tanda ditutupnya pendaftaran. Sulaiman menuturkan bahwa Panwaslu ada saat kejadian.

“Anggota kami ada di sana. Memang tidak lengkap semua ada di KPU saat itu,” jelas Sulaiman.

Terpisah, Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo membenarkan jika dirinya sudah dimintai keterangan oleh Panwaslu Tarakan terkait laporan Santun. Dalam laporan itu, beberapa saksi yang berada di KPU juga disampaikan untuk menguatkan laporannya. “Jadi saya sudah ke Panwaslu dan sudah saya sampaikan kronologisnya,” kata Teguh.

“Kepada media juga sudah saya sampaikan, sehingga nanti biar masyarakat yang menilai,” tambah Teguh.

Sebelumnya, saat ditolaknya berkas pasangan figur Santun, oleh KPU Tarakan pada masa akhir pendaftaran Pilwali Tarakan. Figur Santun melalui kuasa hukumnya Mukhlis Ramlan, bersikukuh membawa persoalan ini menuju meja hijau.

“Harusnya KPU Tarakan tidak boleh menolak berkas yang sudah dibawa oleh klien kami. Ini sistem demokrasi,” tutur Mukhlis kepada Radar Tarakan.

Jika mengacu pada juklak dan juknis penyelenggaraan pemilu, pihaknya menginginkan agar KPU, terlebih dulu bisa menerima dan melihat persyaratan berkas yang telah dibawa oleh Sabirin-Tajuddin.

Akan tetapi, sebelum memeriksa berkas tersebut, justru KPU menolak dengan alasan di luar ketentuan waktu dan jumlah komisioner yang tidak mencukupi lima orang. Melalui hal tersebut, ia meyakini bahwa alasan tersebut merupakan alasan yang dibuat-buat KPU Tarakan, sehingga hal inilah yang akan menjadi titik utama materi gugatan Sabirin-Tajuddin ke KPU Tarakan.

“Secara tegas kami akan menggugat KPU Tarakan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Bawaslu dan laporan ke KPU RI, bahwa KPU Tarakan benar-benar arogan dan tidak sesuai dengan mandat konstitusi dalam UU Pilkada,” jelasnya.

Untuk diketahui, dasar KPU Tarakan tidak menerima berkas pendaftaran yang dibawa kedua figur yang berasal dari politisi dan birokrat itu mengacu pada aturan, PKPU nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyebutkan pada pasal 38 ayat 4 poin a dan b tentang pencalonan disebutkan bahwa pelaksanaan pendaftaran balon hari kedua dilaksanakan hingga pukul 16.00 waktu setempat, sedang hari ketiga diberikan waktu hingga pukul 24.00 waktu setempat.

Artinya jika telah melewati waktu yang ditentukan, maka figur yang ingin melaksanakan proses pendaftaran, tidak memiliki waktu lagi untuk membawa berkas ke KPU Tarakan. (keg/nri)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:49

Korban Salah Catat Bermunculan

TARAKAN – Ternyata tak hanya Lukas Yusuf, saja yang syok akan tagihan airnya yang melonjak senilai…

Jumat, 23 Februari 2018 10:45

Oleng Kiri, Terperosok ke Selokan

TARAKAN – Warga yang tinggal di daerah Jalan Kusuma Bangsa tepatnya di dekat gedung Polisi Militer…

Jumat, 23 Februari 2018 10:41

Menebus Dosa Proyek Raksasa

BEGITU banyak pertanyaan tentang siapa Robert Lai dan siapa Meiling yang sering saya sebut dalam tulisan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:40

Bila Negatif, Penyelidikan Dihentikan

TARAKAN – Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil lab atas makanan,…

Jumat, 23 Februari 2018 10:38

Anggaran Kurang-Kontur Tanah Jadi Penyebab

TARAKAN — Dari 5.000 sambungan jaringan gas (jargas) yang menjadi target Perusahaan Gas Negara…

Jumat, 23 Februari 2018 10:37

Butuh Perbaikan Jalan Akses ke Masjid

TARAKAN – Ketua RT 10, Kelurahan Selumit, Gunawan mengatakan, semenisasi jalan lingkungan layak…

Jumat, 23 Februari 2018 10:36

Jalan di Tarakan yang Rawan Kecelakaan

TARAKAN – Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kecelakaan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:40

BPK Ungkap Risiko Bisnis Kelalaian PDAM

TARAKAN – Kejadian yang dialami Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .