MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Januari 2018 11:02
Panwaslu Sudah Panggil KPU

Menyoal Laporan Sabirin-Tajuddin

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Pasca ditolaknya pendaftaran yang dilakukan Sabirin-Tajuddin Tuwo (Santun), karena dianggap melewati batas waktu pendaftaran berbuntut panjang. Kini Panwaslu Tarakan sudah memanggil terlapor dan beberapa saksi terkait, termasuk komisioner KPU Tarakan untuk dimintai keterangan dalam hal ini.

Ketua Panwaslu Tarakan, Sulaiman saat ditemui di kantornya mengaku, pihaknya belum bisa membeberkan hasil dari pendalaman tersebut karena masih berproses. “Kita juga sudah memanggil pihak-pihak yang dilaporkan. Termasuk saksi-saksi,” kata Sulaiman kepada media ini, Rabu (17/1).

Dijelaskan pria yang kerap mengenakan kemeja putih lengan panjang ini, keterangan yang disampaikan kepada pihaknya hasil pendalaman itu, nantinya akan dikaji lagi Panwaslu Tarakan. “Kesimpulannya masih membutuhkan kajian,” imbuhnya.

Kajian dan informasi yang dimaksud itu, kata alumnus Fakultas Hukum UBT Tarakan ini, harus didalami agar dapat memastikan kejadian yang disampaikan pelapor, terlapor serta saksi.  Sehingga nantinya, pada saat Pamwaslu memutuskan hasilnya, tidak ada pihak yang dirugikan. Baik itu KPU Tarakan sebagai terlapor maupun Santun pihak pelapor untuk bisa menerimanya. 

Saat disinggung apakah Panwaslu ada saat kejadian penolakan pendafataran Santun, karena dianggap sudah melewati batas pukul 00.06 di hari ketiga pendaftaran pada 10 Januari, yang bertepatan dengan KPU RI yang sudah memplenokan tanda ditutupnya pendaftaran. Sulaiman menuturkan bahwa Panwaslu ada saat kejadian.

“Anggota kami ada di sana. Memang tidak lengkap semua ada di KPU saat itu,” jelas Sulaiman.

Terpisah, Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo membenarkan jika dirinya sudah dimintai keterangan oleh Panwaslu Tarakan terkait laporan Santun. Dalam laporan itu, beberapa saksi yang berada di KPU juga disampaikan untuk menguatkan laporannya. “Jadi saya sudah ke Panwaslu dan sudah saya sampaikan kronologisnya,” kata Teguh.

“Kepada media juga sudah saya sampaikan, sehingga nanti biar masyarakat yang menilai,” tambah Teguh.

Sebelumnya, saat ditolaknya berkas pasangan figur Santun, oleh KPU Tarakan pada masa akhir pendaftaran Pilwali Tarakan. Figur Santun melalui kuasa hukumnya Mukhlis Ramlan, bersikukuh membawa persoalan ini menuju meja hijau.

“Harusnya KPU Tarakan tidak boleh menolak berkas yang sudah dibawa oleh klien kami. Ini sistem demokrasi,” tutur Mukhlis kepada Radar Tarakan.

Jika mengacu pada juklak dan juknis penyelenggaraan pemilu, pihaknya menginginkan agar KPU, terlebih dulu bisa menerima dan melihat persyaratan berkas yang telah dibawa oleh Sabirin-Tajuddin.

Akan tetapi, sebelum memeriksa berkas tersebut, justru KPU menolak dengan alasan di luar ketentuan waktu dan jumlah komisioner yang tidak mencukupi lima orang. Melalui hal tersebut, ia meyakini bahwa alasan tersebut merupakan alasan yang dibuat-buat KPU Tarakan, sehingga hal inilah yang akan menjadi titik utama materi gugatan Sabirin-Tajuddin ke KPU Tarakan.

“Secara tegas kami akan menggugat KPU Tarakan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Bawaslu dan laporan ke KPU RI, bahwa KPU Tarakan benar-benar arogan dan tidak sesuai dengan mandat konstitusi dalam UU Pilkada,” jelasnya.

Untuk diketahui, dasar KPU Tarakan tidak menerima berkas pendaftaran yang dibawa kedua figur yang berasal dari politisi dan birokrat itu mengacu pada aturan, PKPU nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyebutkan pada pasal 38 ayat 4 poin a dan b tentang pencalonan disebutkan bahwa pelaksanaan pendaftaran balon hari kedua dilaksanakan hingga pukul 16.00 waktu setempat, sedang hari ketiga diberikan waktu hingga pukul 24.00 waktu setempat.

Artinya jika telah melewati waktu yang ditentukan, maka figur yang ingin melaksanakan proses pendaftaran, tidak memiliki waktu lagi untuk membawa berkas ke KPU Tarakan. (keg/nri)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:30

Kecelakaan Laut Terjadi Lagi, Pejabat Dishub Terancam Dicopot

TARAKAN – Selang empat bulan pasca terbaliknya speedboat Anugerah Express di Sungai Kayan, kini…

Kamis, 24 Mei 2018 11:52

Keluarga Korban Terima Santunan

LIMA korban meninggal dunia atas kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express akhirnya diberi santunan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:43

Perbaiki Dulu, PAD Diatur Kemudian

TARAKAN – Aset-aset Pemkot Tarakan hingga kini masih dipertahankan, yang tak kunjung dialihkan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:41

MAU COBA..?? Timbun Sembako, Denda Rp 100 M

TARAKAN – Antisipasi adanya penimbunan sembako saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri, Tim Satuan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:38

Jembatan dan Jalan Pesisir Digarap Pusat

TARAKAN – Progres pengerjaan jalan dan jembatan miring di pesisir tepatnya Selumit Pantai mulai…

Kamis, 24 Mei 2018 11:28

Menunggu Usulan Direalisasikan

Tarakan – Ketua RT 4, Kelurahan Selumit, Mansyur mengatakan, meski berulang kali mengusulkan perbaikan…

Rabu, 23 Mei 2018 12:11

Ramadan dan Lebaran, Inflasi Diprediksi Naik

TARAKAN – Seperti tahun-tahun sebelumnya peningkatan inflasi akan terjadi ketika memasuki Ramadan…

Rabu, 23 Mei 2018 12:09

AISS NGGA ASIK..!! TPP di Kota Ini ASN Ditunda

TARAKAN – Para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tarkan mesti ekstra bersabar.…

Rabu, 23 Mei 2018 12:08

Dikejar, Dipepet dan Dilecehkan

DI bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kejahatan jalanan masih saja terjadi. Sejumlah wanita mengalami…

Rabu, 23 Mei 2018 11:55

Belum Ada Peminat, Mobil Dinas Masih Terparkir

TARAKAN- Sejumlah mobil dinas yang terparkir di dalam parkiran Masjid Islamic Center masih menganggur.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .