MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Januari 2018 11:02
Panwaslu Sudah Panggil KPU

Menyoal Laporan Sabirin-Tajuddin

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Pasca ditolaknya pendaftaran yang dilakukan Sabirin-Tajuddin Tuwo (Santun), karena dianggap melewati batas waktu pendaftaran berbuntut panjang. Kini Panwaslu Tarakan sudah memanggil terlapor dan beberapa saksi terkait, termasuk komisioner KPU Tarakan untuk dimintai keterangan dalam hal ini.

Ketua Panwaslu Tarakan, Sulaiman saat ditemui di kantornya mengaku, pihaknya belum bisa membeberkan hasil dari pendalaman tersebut karena masih berproses. “Kita juga sudah memanggil pihak-pihak yang dilaporkan. Termasuk saksi-saksi,” kata Sulaiman kepada media ini, Rabu (17/1).

Dijelaskan pria yang kerap mengenakan kemeja putih lengan panjang ini, keterangan yang disampaikan kepada pihaknya hasil pendalaman itu, nantinya akan dikaji lagi Panwaslu Tarakan. “Kesimpulannya masih membutuhkan kajian,” imbuhnya.

Kajian dan informasi yang dimaksud itu, kata alumnus Fakultas Hukum UBT Tarakan ini, harus didalami agar dapat memastikan kejadian yang disampaikan pelapor, terlapor serta saksi.  Sehingga nantinya, pada saat Pamwaslu memutuskan hasilnya, tidak ada pihak yang dirugikan. Baik itu KPU Tarakan sebagai terlapor maupun Santun pihak pelapor untuk bisa menerimanya. 

Saat disinggung apakah Panwaslu ada saat kejadian penolakan pendafataran Santun, karena dianggap sudah melewati batas pukul 00.06 di hari ketiga pendaftaran pada 10 Januari, yang bertepatan dengan KPU RI yang sudah memplenokan tanda ditutupnya pendaftaran. Sulaiman menuturkan bahwa Panwaslu ada saat kejadian.

“Anggota kami ada di sana. Memang tidak lengkap semua ada di KPU saat itu,” jelas Sulaiman.

Terpisah, Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo membenarkan jika dirinya sudah dimintai keterangan oleh Panwaslu Tarakan terkait laporan Santun. Dalam laporan itu, beberapa saksi yang berada di KPU juga disampaikan untuk menguatkan laporannya. “Jadi saya sudah ke Panwaslu dan sudah saya sampaikan kronologisnya,” kata Teguh.

“Kepada media juga sudah saya sampaikan, sehingga nanti biar masyarakat yang menilai,” tambah Teguh.

Sebelumnya, saat ditolaknya berkas pasangan figur Santun, oleh KPU Tarakan pada masa akhir pendaftaran Pilwali Tarakan. Figur Santun melalui kuasa hukumnya Mukhlis Ramlan, bersikukuh membawa persoalan ini menuju meja hijau.

“Harusnya KPU Tarakan tidak boleh menolak berkas yang sudah dibawa oleh klien kami. Ini sistem demokrasi,” tutur Mukhlis kepada Radar Tarakan.

Jika mengacu pada juklak dan juknis penyelenggaraan pemilu, pihaknya menginginkan agar KPU, terlebih dulu bisa menerima dan melihat persyaratan berkas yang telah dibawa oleh Sabirin-Tajuddin.

Akan tetapi, sebelum memeriksa berkas tersebut, justru KPU menolak dengan alasan di luar ketentuan waktu dan jumlah komisioner yang tidak mencukupi lima orang. Melalui hal tersebut, ia meyakini bahwa alasan tersebut merupakan alasan yang dibuat-buat KPU Tarakan, sehingga hal inilah yang akan menjadi titik utama materi gugatan Sabirin-Tajuddin ke KPU Tarakan.

“Secara tegas kami akan menggugat KPU Tarakan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Bawaslu dan laporan ke KPU RI, bahwa KPU Tarakan benar-benar arogan dan tidak sesuai dengan mandat konstitusi dalam UU Pilkada,” jelasnya.

Untuk diketahui, dasar KPU Tarakan tidak menerima berkas pendaftaran yang dibawa kedua figur yang berasal dari politisi dan birokrat itu mengacu pada aturan, PKPU nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyebutkan pada pasal 38 ayat 4 poin a dan b tentang pencalonan disebutkan bahwa pelaksanaan pendaftaran balon hari kedua dilaksanakan hingga pukul 16.00 waktu setempat, sedang hari ketiga diberikan waktu hingga pukul 24.00 waktu setempat.

Artinya jika telah melewati waktu yang ditentukan, maka figur yang ingin melaksanakan proses pendaftaran, tidak memiliki waktu lagi untuk membawa berkas ke KPU Tarakan. (keg/nri)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 20:05

Gerakan Menghadap Laut, Sisir Pantai Binalatung

TARAKAN – Berbagai kegiatan digalakkan dalam peringatan HUT ke-73 RI. Seperti yang digelar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:43

Pawai Obor Semarakkan Kemerdekaan

SEMARAK Dirgahayu Republik Indonesia ke-73 masih terasa. Semangat perlombaan terus digelar masyarakat.…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .