MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Januari 2018 11:02
Panwaslu Sudah Panggil KPU

Menyoal Laporan Sabirin-Tajuddin

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Pasca ditolaknya pendaftaran yang dilakukan Sabirin-Tajuddin Tuwo (Santun), karena dianggap melewati batas waktu pendaftaran berbuntut panjang. Kini Panwaslu Tarakan sudah memanggil terlapor dan beberapa saksi terkait, termasuk komisioner KPU Tarakan untuk dimintai keterangan dalam hal ini.

Ketua Panwaslu Tarakan, Sulaiman saat ditemui di kantornya mengaku, pihaknya belum bisa membeberkan hasil dari pendalaman tersebut karena masih berproses. “Kita juga sudah memanggil pihak-pihak yang dilaporkan. Termasuk saksi-saksi,” kata Sulaiman kepada media ini, Rabu (17/1).

Dijelaskan pria yang kerap mengenakan kemeja putih lengan panjang ini, keterangan yang disampaikan kepada pihaknya hasil pendalaman itu, nantinya akan dikaji lagi Panwaslu Tarakan. “Kesimpulannya masih membutuhkan kajian,” imbuhnya.

Kajian dan informasi yang dimaksud itu, kata alumnus Fakultas Hukum UBT Tarakan ini, harus didalami agar dapat memastikan kejadian yang disampaikan pelapor, terlapor serta saksi.  Sehingga nantinya, pada saat Pamwaslu memutuskan hasilnya, tidak ada pihak yang dirugikan. Baik itu KPU Tarakan sebagai terlapor maupun Santun pihak pelapor untuk bisa menerimanya. 

Saat disinggung apakah Panwaslu ada saat kejadian penolakan pendafataran Santun, karena dianggap sudah melewati batas pukul 00.06 di hari ketiga pendaftaran pada 10 Januari, yang bertepatan dengan KPU RI yang sudah memplenokan tanda ditutupnya pendaftaran. Sulaiman menuturkan bahwa Panwaslu ada saat kejadian.

“Anggota kami ada di sana. Memang tidak lengkap semua ada di KPU saat itu,” jelas Sulaiman.

Terpisah, Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo membenarkan jika dirinya sudah dimintai keterangan oleh Panwaslu Tarakan terkait laporan Santun. Dalam laporan itu, beberapa saksi yang berada di KPU juga disampaikan untuk menguatkan laporannya. “Jadi saya sudah ke Panwaslu dan sudah saya sampaikan kronologisnya,” kata Teguh.

“Kepada media juga sudah saya sampaikan, sehingga nanti biar masyarakat yang menilai,” tambah Teguh.

Sebelumnya, saat ditolaknya berkas pasangan figur Santun, oleh KPU Tarakan pada masa akhir pendaftaran Pilwali Tarakan. Figur Santun melalui kuasa hukumnya Mukhlis Ramlan, bersikukuh membawa persoalan ini menuju meja hijau.

“Harusnya KPU Tarakan tidak boleh menolak berkas yang sudah dibawa oleh klien kami. Ini sistem demokrasi,” tutur Mukhlis kepada Radar Tarakan.

Jika mengacu pada juklak dan juknis penyelenggaraan pemilu, pihaknya menginginkan agar KPU, terlebih dulu bisa menerima dan melihat persyaratan berkas yang telah dibawa oleh Sabirin-Tajuddin.

Akan tetapi, sebelum memeriksa berkas tersebut, justru KPU menolak dengan alasan di luar ketentuan waktu dan jumlah komisioner yang tidak mencukupi lima orang. Melalui hal tersebut, ia meyakini bahwa alasan tersebut merupakan alasan yang dibuat-buat KPU Tarakan, sehingga hal inilah yang akan menjadi titik utama materi gugatan Sabirin-Tajuddin ke KPU Tarakan.

“Secara tegas kami akan menggugat KPU Tarakan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Bawaslu dan laporan ke KPU RI, bahwa KPU Tarakan benar-benar arogan dan tidak sesuai dengan mandat konstitusi dalam UU Pilkada,” jelasnya.

Untuk diketahui, dasar KPU Tarakan tidak menerima berkas pendaftaran yang dibawa kedua figur yang berasal dari politisi dan birokrat itu mengacu pada aturan, PKPU nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyebutkan pada pasal 38 ayat 4 poin a dan b tentang pencalonan disebutkan bahwa pelaksanaan pendaftaran balon hari kedua dilaksanakan hingga pukul 16.00 waktu setempat, sedang hari ketiga diberikan waktu hingga pukul 24.00 waktu setempat.

Artinya jika telah melewati waktu yang ditentukan, maka figur yang ingin melaksanakan proses pendaftaran, tidak memiliki waktu lagi untuk membawa berkas ke KPU Tarakan. (keg/nri)


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 15:55
Dugaan Korupsi Lahan di Karang Balik

BPKP Bilang Tersangka di Tangan Penyidik

TARAKAN – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Utara…

Rabu, 14 November 2018 15:54

Air Menyembur di Bagian Mesin Lampu

TARAKAN - Keenam anak buah kapal (ABK) tugboat atau kapan…

Rabu, 14 November 2018 15:52

Wisuda UBT, Lagu ‘Ayah’ untuk Orangtua Enggarsyah

TARAKAN - Universitas Borneo Tarakan mewisuda 262 mahasiswanya di Gedung…

Rabu, 14 November 2018 15:51

Canggung Hanya karena Anak dari Desa

Emha Bintang menerima predikat cum laude pada wisuda ke-XX Universitas…

Rabu, 14 November 2018 15:49

Perbatasan Rentan Kekerasan terhadap Perempuan

JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN BERI ORASI ILMIAH: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan…

Rabu, 14 November 2018 15:48

UNTUNG NGGA DITUNTUT MATI..!! Dituntut 20 Tahun, Cewek Cantik Ini Syok

TARAKAN- Terdakwa kasus sabu 1,08 kg yaitu Andi Riski Amelia…

Rabu, 14 November 2018 11:53

Di Pesantren Lapas, BNNP Temukan Sabu

TARAKAN – Berkunjung ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan,…

Rabu, 14 November 2018 11:51

Persoalan Sampah Masih Berlarut-larut

TARAKAN - RT 13 Kelurahan Selumit Pantai masih memiliki masalah…

Rabu, 14 November 2018 11:47

Wakil Menteri ESDM Harapkan Konversi BBM ke LPG Bisa Lebih Hemat

TARAKAN - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),…

Selasa, 13 November 2018 21:45

FINAL! DPT Tarakan 154.706 Pemilih

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih menunggu petunjuk teknis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .