MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Januari 2018 10:54
Saksi Kasus Budiman Sakit
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1), terpaksa tertunda lantaran saksi yang akan dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sedang sakit.

Dari sekian saksi yang dihadirkan, hanya tinggal saksi yang diketahui bernama Arifuddin, mantan lurah di lokasi tanah seluas 62 hektare (ha) di Jalan Ujang Dewa, Kecamatan Nunukan itu. Seperti diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Rusli soal kelanjutan sidang mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan H. Budiman Arifin.

“Ditunda dulu, saksinya sakit-sakitan. Jadi hakim hanya beri kesempatan sekali lagi. Kita lihat pekan depan,” ungkap Rusli kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai, kemarin.

“Kalau memang pekan depan saksi yang bersangkutan masih tidak hadir, akan kami bacakan kesaksian Arifuddin selaku yang menandatangani surat kepemilikan tanah. Nanti akan ada surat keterangan dari dokter untuk ditujukan ke hakim,” tambah Rusli.

Usai pemeriksaan saksi terakhir itu, pihaknya memastikan akan menghadirkan saksi ahli. Meski begitu, dirinya belum bisa membeberkan saksi ahli dari mana yang akan mereka datangkan. “Ya, nantilah dilihat di sidang selanjutnya. Semoga tidak ada kendala lagi,” beber Rusli.

Sebelumnya, Budiman didakwa JPU dengan pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 Undang-Undang (UU) nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) KHUP subsider pasal 3 juncto pasal 18 UU nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat (1) KHUP.

Budiman diduga kuat memiliki peran dalam kasus pengadaan tanah seluas 62 ha itu. Kerugian negara akibat perkara korupsi itu mencapai Rp 7 miliar. Dalam perkara, beberapa pejabat daerah sudah lebih dulu merasakan dinginnya sel tahanan, salah satunya Bupati Nunukan dua periode H. Abdul Hafid Achmad dan sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Nunukan. (raw/lim)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 13:55

UMK 2019 Ditetapkan Rp 2,8 Juta

NUNUKAN – Setelah melalui pembahasan dan pertimbangan sejumlah pihak, Pemerintah…

Selasa, 13 November 2018 13:54

Tambah Dua Kecamatan di Perbatasan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, kembali memekarkan dua kecamatan…

Selasa, 13 November 2018 13:53

Bupati Pilih ‘Diam’ Soal Fee Proyek

NUNUKAN – Dunia maya kembali dihebohkan atas unggahan salah satu…

Selasa, 13 November 2018 13:51

Masih Banyak yang Kesulitan Menjangkau Ibu Kota

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan, akan…

Selasa, 13 November 2018 11:48

Kebakaran di Desa Atap Dipicu Korsleting

NUNUKAN – Para korban insiden kebakaran di Desa Atap Kecamatan…

Senin, 12 November 2018 13:52

Pernah Bertugas sebagai Koordinator Eksekutor Pidana Mati

Bertugas di daerah perbatasan merupakan hal baru bagi AKBP Teguh…

Senin, 12 November 2018 13:39

Pemasangan Harus Sesuai Aturan

NUNUKAN – Alat peraga kampanye (APK) harus dipasang sesuai dengan…

Senin, 12 November 2018 13:38

Pastikan Pengesahaan APBD 2019 Tak Terlambat

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku, pengesahan Anggaran…

Senin, 12 November 2018 13:37

Ogah CDOB Dijadikan Komoditas Elite

SEBATIK – Masyarakat Sebatik meminta para elite politik tak lagi…

Senin, 12 November 2018 13:36

Rumah Ditinggal, si Jago Merah Mengamuk

SEBATIK – Baru berselang sehari setelah insiden kebakaran di Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .