MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Januari 2018 10:49
Pikun, Kakek Hilang 19 Jam
SELAMAT: Kondisi Haris Sagu (58) saat ditemukan tim SAR gabungan setelah selama lebih dari 19 jam menghilang, Rabu (17/1). JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah melakukan pencarian selama 19 jam lebih, tim Search and Rescue (SAR) gabungan, berhasil menemukan  Haris Sagu (58) warga RT 3 Kelurahan Mamburungan Rabu (17/1) sekira pukul 13.30 Wita yang sempat dinyatakan hilang di dalam hutan kawasan Mamburungan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tarakan, Satradar 225 Tarakan, Kompi C Yonif Raider 613 Raja Alam, BPBD Tarakan, Satpol PP Tarakan, Polsek Tarakan Timur, PMI Tarakan warga dan keluarga korban berhasi menemukan Haris Sagu 1,5 km dari lokasi awal menghilang.

Rasa haru pun terlihat saat pihak keluarga melihat langsung Haris Sagu ditemukan selamat tanpa mengalami luka, untuk memastikan kondisi kesehatannya, Haris Sagu dibawa pihak keluarga dengan menggunakan mobil PMI Tarakan ke RSUD Tarakan.

Koordinator Pos SAR Tarakan, Manangap Jumala Hutajulu mengatakan, ia mendapatkan informasi bahwa ada warga Kelurahan Mamburungan menghilang, pihaknya langsung menurunkan 8 orang untuk bergabung dalam tim SAR gabungan mencari keberadaan Haris Sagu.

“Sebelum menghilang, Haris Sagu diketahui meninggalkan rumahnya Selasa (16/1) pada pukul 15.30 Wita tujuannya ke perkebunan, namun tidak kembali rumah sehingga dinyatakan hilang pada pukul 18.00 Wita,” bebernya.

Diduga Haris Sagu menghilang karena memiliki penyakit lupa atau pikun sehingga tidak mengingat lagi jalan kembali ke rumah. “Pencarian dilakukan mulai pukul 18.00 Wita setelah dinyatakan hilang hingga pukul 11.00 Wita, namun oleh beberapa warga dan keluarga melakukan pencarian hingga pagi hari,”  tuturnya.

Baru pada pukul 13.30 Wita, Haris Sagu ditemukan oleh seorang warga yang melintas di hutan tersebut secara tak sengaja. Melihat korban, warga tersebut langsung melaporkan kepada tim SAR gabungan.

“Haris Sagu ditemukan dalam kondisi hidup dan sedang tertidur di dekat pepohonan, jarakanya sekitar 1,5 km dari tempatnya menghilang pertama kali,” bebernya.

Terpisah Kadisops Satradar 225 Tarakan, Umar mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan hilangnya 18.00 Wita, setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal pencarian korban.

“Dari Satradar 225 Tarakan menurunkan anggota  sebanyak 10 orang, yang paling melakukan pencarian korban kali ini adalah Kompi C Yonif Raider 613 Raja Alam sebanyak 32 orang, berdasarkan informasi ini kali kelima Haris Sagu menghilang,” bebernya.

Dalam pencarian korban tim SAR gabungan harus menahan dinginnya cuaca, karena sejak malam hingga pagi hari Tarakan kondisi cuaca hujan. “Selain itu kondisi cuaca yang hujan, kondisi medan yang basah juga menghambat upaya pencarian, namun kami bersyukur korban ditemukan dalam kondisi selamat,” ucapnya.

Sementara itu Korlap BPBD Tarakan, Supriyadi mengatakan, pihaknya membantu pencarian pada pukul 10.00 Wita, setelah mendapatkan informasi dari Kompi C Yonif Raider 613 Raja Alam.

“Kami langsung menurunkan 6 orang dalam pencarian kali ini, kendalanya yang kami hadapi hanyalah kondisi medan yang basah dan licin karena hujan mengguyur Tarakan, tapi untungnya korban sudah ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Sementara salah satu perwakilan keluarga korban, Suwardi mengungkapkan, bahwa sebelum menghilang Haris Sagu pada pukul 15.30 Wita pergi ke kebun belakang rumahnya. “Saat dia akan pergi diikuti oleh keponakannya Reyhan, melihat keponakannya mengikutinya, Haris Sagu melarang keponakannnya mengikutinya sambil melemparkan tanah untuk menyuruhnya pulang,” ujarnya.

Setelah pergi, Haris Sagu tidak kembali pulang, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk melaporkannya. “Memang dia memiliki penyakit lupa, kejadian dia menghilang tidak pulang ini sudah terjadi beberapa kali, namun ini yang paling lama,” pungkasnya.(jnr/udn)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:49

Korban Salah Catat Bermunculan

TARAKAN – Ternyata tak hanya Lukas Yusuf, saja yang syok akan tagihan airnya yang melonjak senilai…

Jumat, 23 Februari 2018 10:45

Oleng Kiri, Terperosok ke Selokan

TARAKAN – Warga yang tinggal di daerah Jalan Kusuma Bangsa tepatnya di dekat gedung Polisi Militer…

Jumat, 23 Februari 2018 10:43

Besar di Tarakan, Tahu Seluk-beluk Perkembangan Kota

Tiga di antara empat pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan sudah berdiskusi langsung dengan kru dan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:41

Menebus Dosa Proyek Raksasa

BEGITU banyak pertanyaan tentang siapa Robert Lai dan siapa Meiling yang sering saya sebut dalam tulisan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:40

Bila Negatif, Penyelidikan Dihentikan

TARAKAN – Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil lab atas makanan,…

Jumat, 23 Februari 2018 10:38

Anggaran Kurang-Kontur Tanah Jadi Penyebab

TARAKAN — Dari 5.000 sambungan jaringan gas (jargas) yang menjadi target Perusahaan Gas Negara…

Jumat, 23 Februari 2018 10:37

Butuh Perbaikan Jalan Akses ke Masjid

TARAKAN – Ketua RT 10, Kelurahan Selumit, Gunawan mengatakan, semenisasi jalan lingkungan layak…

Jumat, 23 Februari 2018 10:36

Jalan di Tarakan yang Rawan Kecelakaan

TARAKAN – Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kecelakaan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .