MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Januari 2018 11:16
Empat Terdakwa Diberikan Upah Puluhan Juta
PERLIHATKAN BUKTI: Barang bukti dua jeriken tempat penyimpanan sabu-sabu 11,4 kg kepada para terdakwa. Ariyanto dalam sidang Senin (15/1). JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sidang lanjutan kepemilikan sabu-sabu 11,4 kilogram (kg) kembali digelar di Pengadilan Negeri Tarakan, kemarin. Dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Masing-masing terdakwa diminta untuk bersaksi, agar dapat melihat peran dan posisi masing-masing.

Dalam sidang kali ini  Kelima terdakwa Amin, Roni, Ari, Haryanto alias Anto dan Andi alias Hendra alias Udin atau yang akrab disapa Hendra32, yang merupakan salah seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan, didampingi kuasa hukumnya masing-masing.

Selain mendengarkan keterangan saksi dari masing-masing terdakwa, turut dihadirkan juga salah seorang saksi yakni Ketua RT 16 Kelurahan Juata Laut, Mappantunru. Dia menjadi saksi dalam tiga perkara sekaligus yakni Roni, Amin dan Hariyanto, dalam keterangannya, Mappatunru mengaku, salah satu barang bukti jerigen hijau didapatkan dari sekitar jembatan yang ada sekitar 2 meter dari rumah Roni.

“Saya tidak saksikan penggeledahan di rumah Roni, tetapi saya lihat jerigen warna hijau dari jembatan dibawa masuk ke dalam rumah Roni dan dibuka, isinya benar adalah sabu-sabu dan saya sempat foto juga,” ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan saat dipanggil oleh BNN Pusat yang berjumlah sekitar 7 orang untuk melakukan penggeledahan di rumah Roni, saat ia datang sudah ada Roni, Amin dan Hariyanto di dalam rumah Roni.

“Jembatan tempat ditemukannya barang bukti merupakan jalan umum dan siapa saja bisa lewat,” tegasnya

Sementara, dalam kesaksian terdakwa lainnya yakni Ari untuk perkara terdakwa Hariyanto, dia mengaku diamankan bersama Hariyanto saat berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang kerumahnya di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan. Di dalam persidangan ini Ari membantah mengetahui jerigen yang dibawanya di dalam mobil yang dikendarainya adalah sabu-sabu.

“Saya kenal dengan Hen (sebutan lain terdakwa Andi alias Hendra alias Udin. Red) di Facebook dan dijanjikan pekerjaan. Saya tidak pernah bertemu dengan dia, tapi waktu dia hubungi mau kasih pekerjaan langsung saya terima,” ungkapnya.

Pekerjaan pertama yang diberikan Hendra32 untuk Ari adalah, menjemput sebuah karung yang di dalamnya ada kotak berukuran besar dari laut, dengan menggunakan speedboat bersama Hariyanto dan Roni. Kotak di dalam karung yang diduga berisi sabu-sabu ini kemudian dibawa Ari pulang kerumahnya, kemudian atas perintah Hendra32 diserahkan kepada orang suruhannya.

“Setelah saya lakukan perintahnya, Hendra32 menanyakan nomor rekening saya dan tidak lama saya ditransfer Rp 25 juta. Saya kaget juga dikasih uang sampai puluhan juta, tapi karena saya senang jadi tidak sempat berpikir  dan menanyakan apa barang yang saya bawa tersebut kepada Hendra32,” ucapnya dalam persidangan.

Berbeda dengan keterangan Ari yang langsung menyampaikan keterlibatannya dalam urusan sabu-sabu belasan kilo ini, dalam keterangan Amin untuk terdakwa Hariyanto lebih berbelit-belit. Bahkan, Amin mengatakan terpaksa mengaku karena dipukul oleh penyidik BNN Pusat saat diperiksa di Jakarta.

“Tidak masalah, nanti pengakuannya kita konfrontir dan penyidik BNN saya minta jaksa hadirkan dalam sidang selanjutnya,” kata Ketua Majelis Hakim, Christo E.N Sitorus.

Setelah beberapa kali ditanya hakim dan dicocokkan dengan keterangan Amin, saat dimintai keterangan oleh penyidik BNN Pusat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), akhirnya Amin mengakui dia sebagai penghubung antara Hendra 32 dengan para terdakwa lain, Ari, Roni dan Hariyanto.

“Saya kenal Hendra di Lapas, waktu itu saya masih jadi warga binaan, kami satu blok,” katanya.

Dalam urusan bisnis sabu-sabu ini, Amin mengaku mendapatkan upah Rp 5 juta dan Rp 25 juta, sementara dari pengakuan Hariyanto mendapatkan uang Rp 30 juta dan yang kedua diberikan Rp 12,5 juta, ketiga kalinya menjemput barang Hariyanto keburu tertangkap BNN.

“Saya tidak pernah dijanjikan berapa uang yang dikirim saya terima, tapi saya kaget ternyata yang dikirim sampai puluhan juta padahal cuma bawa speedboat dan disuruh jemput bawa barang. Saya menyesal,” ungkapnya.

Andi alias Hendra 32 alias Udin dalam kesaksiannya, membantah keterangan dari para terdakwa, termasuk pengakuan Amin yang mengatakan sudah mengenalnya sejak dari dalam Lapas. “Tapi, sejak Amin keluar dari dalam Lapas tahun 2016 lalu, kami sudah tidak berkomunikasi lagi,” ucapnya.

Dalam persidangan selanjutnya masih diagendakan untuk mendengarkan keterangan saksi, rencananya JPU akan menghadirkan saksi petugas dari BNN pusat. Diberitakan sebelumnya Lima orang warga Tarakan ini ditangkap BNN pusat karena terlibat kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 11,4 kg pada bulan September tahun lalu.(jnr/nri)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 20:05

Gerakan Menghadap Laut, Sisir Pantai Binalatung

TARAKAN – Berbagai kegiatan digalakkan dalam peringatan HUT ke-73 RI. Seperti yang digelar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:43

Pawai Obor Semarakkan Kemerdekaan

SEMARAK Dirgahayu Republik Indonesia ke-73 masih terasa. Semangat perlombaan terus digelar masyarakat.…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .