MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 15 Januari 2018 12:57
Kayu dan Batang Hanyut Ganggu Transportasi Sungai
JADI KENDALA: Batang pohon atau kayu yang hanyut di Sungai Kayan cukup mengganggu jalur transportasi. Tampak salah satu speedboat reguler Tanjung Selor–Tarakan usai dari Pelabuhan Kayan II. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Transportasi laut dan sungai sudah menjadi penghubung utama antar daerah kabupaten/kota di Kaltara. Namun, bagi nakhoda wilayah perairan di Kaltara, khususnya jalur sungai memiliki kendala berupa kayu atau batang pohon yang hanyut dan cukup mengganggu jalur transportasi.

Bahkan, menurut nakhoda yang biasa melintasi perairan yang penuh kayu itu justru menjadi tantangan terbesar dalam berlayar. Bukan, cuaca ataupun ombak yang kerap muncul secara bersamaan juga.

Erwin (34), salah seorang nakhoda mengatakan, persoalan kayu atau batang menjadi tantangan terbesar karena jika speedboat menabrak,  maka dapat saja kayu itu membuat speedboat terbalik. Seperti kejadian speedboat Anugrah Express belum lama ini.

“Kayu ini ada yang tak terlihat. Ini yang berbahaya. Apalagi, kalau terlihat dari jauh kecil dan ketika tak sengaja tertabrak ternyata besar. Nah, inilah yang memicu kecelakaan terbesar,” jelasnya.

Disinggung mengenai penyebab lain karena muatan berlebih? Pria yang sudah menggeluti pekerjaan nakhoda selama delapan tahun ini menampiknya. Menurutnya, selama ini hanya mengangkut penumpang di luar pelabuhan resmi. Pasalnya, mereka terkadang cukup jauh jika harus pergi ke pelabuhan resmi. “Tapi, ini jika speedboat kondisinya tak penuh. Kalau penuh kami tak berani juga,” akunya .

Senada dikatakan Mustar (29), nakhoda lainnya mengaku, kayu yang hanyut terbawa arus terkadang membuatnya terkecoh. Bahkan, kerap membuatnya terkejut jika kayu itu muncul tiba-tiba di depan speedboat -nya. “Kayu itu kadang sama seperti air. Dari jauh tak terlihat,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, ia dalam hal ini berupaya tetap fokus dalam mengemudi. Pasalnya, jika ia terkejut, itu akan berdampak pada penumpang yang menjadi panik. “Kami berupaya tenang. Padahal, ada rasa khawatir jika kayu itu muncul kembali di depan,” ujarnya.

Dikatakan juga, pekerjaan nakhoda ini menurutnya penuh tantangan. Apalagi yang dibawa adalah nyawa seseorang. Maka, keteledoran sekecil apapun dapat berbahaya. “Tapi, kami pastikan dalam perjalanan keselamatan penumpang tetap menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.

Berbeda dengan Eko (30), nakhoda lain mengungkapkan, tantangan terbesar selain kayu adalah gusung. Sebab, pernah ketika ia membawa penumpang harus terhambat karena adanya gusung. “Pernah kami berhenti sejenak menunggu air kembali tinggi. Sebab, gusung itu terkadang semakin meluas. Sehingga jalur yang sebelumnya kami lewati ikut terkena juga,” ungkapnya.

Disindir kembali terkait penumpang berlebih? Eko menjelaskan bahwa ia hanya mengangkut penumpang sesuai dengan kapasitas yang ada. Hanya, saja diakui terkadang penumpang itu di luar dari pelabuhan resmi.

“Tapi, soal uang hasil penumpang ini kami tak ada berikan ke petugas. Dan ini saya lakukan karena kasihan pada penumpang yang dari Tanjung Palas atau Salimbatu berjarak cukup jauh,” ungkapnya seraya mengatakan uang dari hasil penumpang di luar untuknya dan ABK di luar dari petugas.

KNKT Akan Buat Speedboat Percontohan

Sebelumnya, Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono meminta kepada semua pihak terkait mengevaluasi dan memetik pelajaran dari kejadian speedboat Anugrah Express. Sehingga perlu adanya perbaikan model speedboat yang mewajibkan adanya pintu darurat dan penumpang harus mengenakan life jacket.

“Kita tentu berdosa bilamana tak melakukan langkah nyata. Untuk itu, ke depan kami juga akan membuat satu armada speedboat sebagai percontohan yang layak dan berlaku di seluruh Indonesia,” tuturnya.

“Dan contoh armada itu nanti juga dipersilakan untuk seluruh penyedia jasa dapat mencontohnya,” sambungnya.

Terkait model speedboat yang ada saat ini, ia mengkui memiliki tingkat kerawanan kecelakaan tinggi. Karenanya, ia meminta agar barang bawaan penumpang dapat dikurangi dan tak menumpuk di atas speedboat. Sebab, itu menyebabkan tak stabilnya speedboat saat berlayar.

“Tapi, kalau larangan secara langsung armada untuk tak berlayar tak bisa secara langsung juga. Hanya, saran dapat dikurangi beban di atasnya,” pintanya.

Tambah Soerjanto, pihaknya memastikan secara bertahap transportasi air di Kaltara bakal membaik. Meski, tak dapat secara signifikan perubahannya. Namun, dengan kejadian itu para penyedia jasa speedboat akan selalu diberikan pengarahan tentang pentingnya keselamatan berlayar. Sehingga, ke depannya mereka juga memiliki armada yang memenuhi standar minimun keselamatan.

“Untuk merubah tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, kami tetap memikirkan keselamatan berlayar nomor satu. Dan speedboat yang benar-benar tak layak. Baik soal izin ataupun fisik akan ditegaskan larangan berlayar ,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Kaltara Taufan Madjid menegaskan terkait kesadaran semua pihak dalam mengikuti aturan yang berlaku. Bahkan, jika tak diindahkan, maka izin trayek dapat dicabut hingga yang bersangkutan dapat memenuhi ketentuan yang dimaksud. “Jika tak sesuai izin bisa dicabut,” tegasnya.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dapat mencari jalan keluar permasalahan speedboat di provinsi termuda di Indonesia ini. “Jadi, nanti ada pertimbangan tentang bahan apa yang layak digunakan atau tidak,” ujarnya. (omg/eza)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 17:34

Baru Satu Daerah Usulkan Kebutuhan CPNS

TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara (Kaltara) segera menyerahkan usulan…

Kamis, 24 Mei 2018 17:31

CATAT..!! Wilayah Ini Butuh Ratusan Guru

TANJUNG SELOR – Jumlah tenaga pengajar di Kalimantan Utara (Kaltara) untuk Sekolah Menengah Atas…

Kamis, 24 Mei 2018 11:27

Dua Pasangan Tak Resmi Terjaring Razia Pekat

TANJUNG SELOR - Petugas gabungan berhasil menjaring dua pasangan muda-mudi bukan pasangan resmi dan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:26

Dua Pasangan Tak Resmi Terjaring Razia Pekat

TANJUNG SELOR - Petugas gabungan berhasil menjaring dua pasangan muda-mudi bukan pasangan resmi dan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:23

Pembersihan Sungai Kayan Belum Terealisasi

TANJUNG SELOR – Wacana Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltara dalam program pembersihan sampah…

Kamis, 24 Mei 2018 11:21

BUMR Investasi Rp 260 M untuk Pertanian Modern

TANJUNG SELOR – Beberapa waktu lalu Pemkab Bulungan telah mengunjungi PT Badan Usaha Milik Rakyat…

Rabu, 23 Mei 2018 17:35

Pencetakan KIA di Wilayah Ini Belum Merata

TANJUNG SELOR – Proses percetakan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk lima kabupaten kota di Kalimantan…

Rabu, 23 Mei 2018 17:33

Belasan Ton BBM Bersubsidi Ini Diamankan Polisi

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengamankan satu…

Rabu, 23 Mei 2018 11:54

Takjil Diindikasi Gunakan Pewarna yang Dilarang

TANJUNG SELOR – Sepekan berjalannya ibadah puasa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan akhirnya melakukan…

Rabu, 23 Mei 2018 11:52

Usulan DOB Perlu Dikaji Ulang

TANJUNG SELOR – Usulan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di beberapa daerah di Indonesia,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .