MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 15 Januari 2018 10:38
Dari Pacaran hingga Berhubungan Badan

Minim Edukasi, Anak Jadi Korban Kekerasan

Faridah Aryani. FOTO: DOK/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Angka kekerasan yang terjadi pada anak tahun lalu alami penurunan. Selama 2016, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nunukan menangani sebanyak 47 kasus dan menjadi 32 kasus selama 2017 lalu.

Kepala DP3AP2KB Nunukan Faridah Aryani, S.E, menjelaskan, jika 2016 ada kenaikan kasus hingga 422,22 persen dibanding 2015. Tahun ini mengalami penurunan sebesar 31,92 persen dibanding 2016.

“Kalau tahun lalu ada penurunan kasus. Jika dibanding dengan 2016 itu sedikit kasus tetapi jumlah korban banyak. Tahun ini, banyak kasus korban sedikit,” ujar Faridah kepada Radar Nunukan, Jumat (12/1).

Dirincikan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) anak yang menjadi korban sebanyak 15 anak. Kekerasan seksual 13 anak, kekerasan fisik satu anak, penelantaran satu orang. Sedangkan 2016 ada 12 anak dan didominasi kekerasan seksual. (lihat grafis). “Untuk KDRT kekerasan seksual pada anak mendominasi,” ungkap mantan Camat Nunukan Selatan ini.

Tingginya jumlah ditengarai anak usia remaja tidak mendapatkan pengawasan dari orang tua. Sehingga, menjadi korban seksual dengan alasan cinta. Sehingga, peran orang tua seharusnya mampu memberikan pemahaman secara dini kepada anak agar terhindar dari kasus kekerasan.

“Usai remaja masa puber, rasa ingin tahun dan mencoba begitu besar. Jika tidak diawasi bisa menjadi korban. Dan anak yang menjadi korban ini berhubungan dengan orang dewasa alasan pacaran,” ungkapnya.

Sedangkan anak yang menjadi korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) dikarenakan ikut orang tua. Sedangkan tiga tahun terakhir kasus ini terjadi hanya sekali. Sedangkan 2017 ada empat anak. “Karena ekonomi ikut orang tua. Sehingga kasus ini masuk kategori eksploitasi anak,” imbuhnya.

Para korban mendapatkan pelayanan seperti rehab medis, rehab sosial, pendampingan rohani, pendampingan hukum, reintegrasi dan pemulangan. Untuk itu pihaknya berharap agar para orang tua ikut mengawasi pergaulan anak. Sehingga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi dan dapat menekan jumlah anak yang menjadi korban.

“Selain mengawasi, edukasi kepada anak juga sangat perlu bagian tubuh mana saja yang tidak bisa disentuh orang dan cara menghindari orang pelaku,” bebernya. (akz/lim)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:25

Pasien Terima Obat Kedaluwarsa

NUNUKAN – Telah ditemukan obat-obatan dari salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Sebatik…

Jumat, 23 Februari 2018 10:23

Mantan TKI Ditemukan Meninggal Dunia

NUNUKAN – Masyarakat di sekitar Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Jalan Ujang Dewa, Kelurahan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:19

Perkuat Pengawasan, TNI Tambah Koramil

NUNUKAN – Untuk menjaga situasi dan keamanan wilayah perbatasan khusus di Kabupaten Nunukan, Komando…

Kamis, 22 Februari 2018 12:41

Sosok Mayat Ditemukan Depan Kantor Imigrasi

NUNUKAN - Sosok mayat tiba-tiba ditemukan di depan Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Jalan Ujang Dewa, …

Kamis, 22 Februari 2018 10:37

Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

Masak Air Ditinggal, Rumah Jadi Arang

NUNUKAN – Amukan si jago merah melalap satu rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Bukit Indah,…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Sekolah Tanpa Kursi dan Meja Direspons

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mendistribusikan bantuan ke Sekolah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Desak Perusahaan Berkantor di Nunukan

NUNUKAN – Upaya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan agar perusahaan besar berkantor…

Rabu, 21 Februari 2018 11:13

Memprihatinkan, ke Sekolah Memakai Perahu

Berada di daerah pelosok memang segalanya masih serba tertinggal. Begitu pula dengan kondisi pendidikan.…

Rabu, 21 Februari 2018 10:54

NAH KENAPA INI..??? Kejari SP3 Kasus Rumjab Bupati

NUNUKAN - Hilangnya rumah jabatan (rujab) Bupati Nunukan sampai saat ini penuh misteri. Entah, pembongkaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .