MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 15 Januari 2018 10:14
Pelaku Dikenal Religius dan Berperilaku Baik

Marbut yang Cabuli Anak di Bawah Umur

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Guru ngaji berinisial CM (59) yang diduga melakukan perbuatan pencabulan kepada anak di bawah umur cukup menggemparkan warga di tempatnya tinggal. Sebab, pribadi CM dikenal baik dan taat beribadah dan memang marbut masjid di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Barat.

Seperti yang disampaikan Camat Tanjung Palas Barat, Rahmad. Pria yang diketahui sehari-harinya mengurusi masjid di Desa Long Beluah itu cukup dikenal di desa tersebut.

“Dia (pelaku, Red.) termasuk teman baik juga, sepengetahuan saya orangnya baik. Makanya bisa diangkat untuk mengurusi masjid, kita tidak tahu, mengapa ia demikian. Apakah khilaf atau seperti apa,” bebernya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/1).

Rahmad juga mengungkapkan bahwa, meskipun dikatakan warga pendatang, namun yang bersangkutan sudah hidup puluhan tahun lamanya dan berbaur dengan baik dengan warga di desa tersebut. CM juga diketahui memiliki keluarga dan rumah di desa itu. “Jadi cukup lama lah yang bersangkutan ini, puluhan tahun sudah,” sebutnya.

Untuk itu kata dia, dirinya secara pribadi cukup prihatin dan menyesalkan terkait perilaku CM. Mengapa yang bersangkutan melakukan hal yang tak terpuji tersebut. Namun kembali lagi kata dia, yang namanya manusia tak luput dari kesalahan. “Siapa pun pasti dia ada kekhilafan,” sebutnya.

Disinggung apakah selama ini pelaku memang tinggal di masjid tersebut. Dikatakan mantan Camat Tanjung Palas ini, selama mengurusi masjid, memang yang bersangkutan hanya pulang pergi saja. “Kita tidak menyangka saja, di lingkungan masyarakatnya juga selama ini sangat baik. Tapi secara pribadi, perilakunya ini hanyalah kekhilafannya saja,” jelasnya.

Khilaf tersebut muncul dikatakan Rahmad, dapat saja dikarenakan istri yang bersangkutan sudah memasuki usia tua. Dalam kata lain untuk ukuran suami, istri sudah tidak dapat melayaninya lagi. “Tapi banyak faktor tentunya mengapa ia demikian, dengan adanya kejadian ini masyarakat cukup terkejutlah,” sebutnya.

Sementara itu, Kadaruddin (39) salah seorang warga Long Beluah dan merupakan teman dekat pelaku juga mengatakan bahwa sejauh ini yang ia tahu, yang bersangkutan berperilaku cukup baik. “Dia juga menjadi khotib di masjid besar Long Beluah, tapi kita tidak tahu yang namanya setan kalau sudah menggoda iman,” sebutnya.

Namun pada dasarnya kata dia, dirinya sangat tidak menyangka mengapa nekat melakukan hal tercela tersebut terlebih kata dia pelaku sudah memasuki usia setengah abad. Kemudian juga kesehariannya dikenal selalu dekat dengan masjid.

“Jadi saya tidak menyangka, selama ini beliau juga tidak pernah terlibat kasus apa-apa atau berurusan dengan hukum, dikenal baik dia di masyarakat,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, besar kemungkinan yang bersangkutan keliru sehingga nekat melakukannya. “Mungkin karena itu ia memilih jalan itu, kita tentu menyesali mengapa ia melakukan demikian, sehingga mencoreng namanya pribadi,” bebernya.

Disinggung mengenai seperti apa keseharian pelaku, dikatakannya aktivitas yang bersangkutan memang pengurus masjid. Seperti membersihkan, memutar lagu nuasa islami menjelang sholat dan lainnya. “Sholat lima waktunya juga tidak tertinggal, tapi beliau ini bukan guru mengaji, atau dapat dikatakan penjaga masjid, dan itu dilakukan sejak puluhan tahun lamanya,” sebutnya.

Lanjut dikatakannya, dengan kejadian tersebut, dirinya termasuk masyarakat lainnya sangat terkejut. Sebab kata dia, selama ini tidak pernah ada kecurigaan bahwa pelaku akan melakukan pencabulan atau memiliki kelainan seks ataupun lainnya.

“Dengan kesehariannya di masjid, dan anak-anak pun mengaji di masjid membuatnya berbaur dengan anak-anak itu. Sehingga ia merasa punya kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kanit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bulungan, Aiptu Lince Karlinawati mengaku telah menahan pelaku yang diduga melakukan pencabulan.

“Pria berinisal CM umur 59 tahun diduga melakukan pencabulan, saat ini sudah diamankan di Polres Bulungan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ini terungkap tentu adanya laporan dari pihak korban sendiri,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/1).

Disinggung mengenai jumlah korban, dirinya masih belum dapat memastikan jumlahnya. Namun dari keterangan sementara, setidaknya ada belasan anak dengan rentang umur 7 hingga 8 tahun yang menjadi korbannya.

“Dugaan sementara, setidaknya ada 15 anak korbannya. Namun saat ini baru satu orang saksi korban yang dimintai keterangan, yaitu anak berinisial N yang baru berumur 7 tahun dan baru kelas satu sekolah dasar, karena status anak jadi didampingi orang tuanya,” ungkapnya.

Namun kata dia, korban-korban yang lain juga akan dilakukan pemeriksaan. Namun, akan dilakukan secara bertahap mengingat kondisi lokasi jauh dari Polres Bulungan dan juga rata-rata masih bersekolah di desa setempat. “Kasus akan tetap dilanjutkan,” sebutnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan melakukan gelar perkara sebagai tindak lanjut dari peningkatan kasus tersebut. Sehingga nantinya ada penetapan tersangka, jika memang bukti-bukti cukup kuat.

Selain sebagai marbut, pelaku juga diketahui sebagai guru ngaji bagi anak-anak desa setempat. Modus dari pelaku, beber Lince, sebelum pengajian dimulai, anak-anak dibawa bercanda. Terkadang ada yang diberikan uang untuk upaya pendekatan ke korban, setelah anak-anak dekat dengannya, korban dipangku dan memulai aksi cabulnya. Seperti memegang kelamin dan lainnya. “Dia (pelaku, Red.) menjalin kedekatan dengan korbannya, makanya korban mau saja dipangku-pangku,” sebutnya.

Disinggung seperti apa hukuman yang akan diberikan jika benar terbukti, dikatakannya, pelaku akan dijerat dengan Undang-undang (UU) Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, pasal 82 ayat 1. “Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, sementara ini kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya. (sny/eza)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 16:11

Terkena Demam Piala Dunia Petugas KPU Pakai Baju Timnas

Nuansa piala dunia di tahun ini ternyata tak hanya menyita perhatian khalayak umum. Pada pendaftaran…

Senin, 16 Juli 2018 16:08

Pembangunan Gedung Metrologi Capai 30 Persen

TANJUNG SELOR - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop…

Senin, 16 Juli 2018 16:07

Pemkab Utang Program ke Pusat

TANJUNG SELOR – Peralihan kewenangan Dinas Kehutanan (Dishut) dari kabupaten/kota ke provinsi…

Senin, 16 Juli 2018 16:06

Perusahaan Enggan Lapor TKA

TANJUNG SELOR - Sepanjang tahun ini Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bulungan…

Senin, 16 Juli 2018 16:04

Tak Disiplin, Sanksi Tegas Menunggu ASN

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H. Irianto Lambrie berjanji tidak akan mentolelir…

Senin, 16 Juli 2018 09:08

Nakhoda Harapan Baru Terancam Lima Tahun Penjara

TANJUNG SELOR – Setelah menetapkan tersangka terhadap nakhoda Speedboat (SB) Harapan Baru berinisial…

Senin, 16 Juli 2018 09:07

Warga Krayan Swadaya Perbaiki Pipa PDAM

TANJUNG SELOR - Kerusakan parah instalasi pipa besi pendistribusian air bersih Pa Rumpai di Kecamatan…

Senin, 16 Juli 2018 09:06

BAHAYA..!! Pulau Ini Kekurangan Sumber Air Baku

TANJUNG SELOR - Kecamatan Bunyu hingga saat ini masih sangat kesulitan air baku untuk diolah menjadi…

Senin, 16 Juli 2018 09:05

Fasilitas Taman Sabanar Lama Dirusak

TANJUNG SELOR - Pengerjaan fisik Taman Kalimantan Utara (Kaltara) Abadi, Sabanar Lama, Tanjung Selor…

Senin, 16 Juli 2018 09:03

Kesejahteraan Anak Jadi Prioritas Dinsos

TANJUNG SELOR – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memberikan perhatian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .