MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 13 Januari 2018 11:07
Baru Saja Diusir, Ingin Balik Lagi

Bawa Paspor Baru dari Indonesia

DIPULANGKAN: Sebanyak 98 WNI yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia, akibat tidak memiliki dokumen resmi selama berada di Tawau, Malaysia. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebanyak 98 Warga Negara Indonesia (WNI) dideportasi Pemerintah Malaysia, Kamis (11/1) melalui Pelabuhan Tunon Taka. Lagi-lagi semuanya tersangkut masalah dokumen keimigrasian. Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nasution mengatakan, Pemerintah Malaysia telah mendeportasi WNI tersebut setelah disidang atas berbagai kasus selama berada di Tawau, Malaysia.

“Deportasi pertama di 2018 dan jumlahnya cukup banyak,” kata Nasution kepada Radar Nunukan, Jumat (12/1).

Mereka yang tidak berhak tinggal di Malaysia, 89 orang di antaranya adalah laki-laki dewasa. Delapan orang perempuan dewasa dan satu orang anak perempuan. Para deportan telah menjalani masa hukumannya di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau, Malaysia.

Para deportan ini dipulangkan ke Indonesia, karena telah menyelesaikan hukumannya. Dari 98 WNI mayoritas melakukan pelanggaran keimigrasian sebanyak 84 orang. Sedangkan kasus narkoba 12 orang dan kasus kriminal lainnya sebanyak dua orang.

“Kembali kasus keimigrasian menjadi yang terbanyak, seperti deportasi 2017 lalu. WNI yang dipulangkan pasti bermasalah dari dokumen yang tidak lengkap,” ujarnya.

Menurutnya, para WNI yang masih banyak dipulangkan karena kasus keimigrasian, karena masih banyak yang berani ke Tawau, Malaysia tak menggunakan dokumen resmi. Di garis perbatasan masih banyak jalur yang tidak resmi dapat dilalui.

“Para WNI ini cukup berani, masih ingin masuk ke Malaysia tanpa dokumen resmi,” tuturnya.

Seperti yang diungkapkan salah seorang WNI yang baru saja dideportasi, Harmang. Mengaku saat pertama kali ke Tawau, Malaysia pada 2013 lalu tak menggunakan dokumen resmi berupa paspor. Dijanji akan dijamin dan akan diberikan paspor setelah bekerja nantinya. Paspor tersebut hanya dipegang oleh majikan, pekerja tidak diberikan, kecuali sedang cuti dan ingin kembali ke kampung.

“Ada teman di kampung panggil kerja di Tawau, kerja di perusahaan kayu, nanti dijanji akan dibuatkan paspor dan gaji akan dipotong, saat paspor telah jadi,” kata Harmang.

Harmang berniat kembali ke Tawau, Malaysia. Anak dan istrinya sedang berada di Tawau, Malaysia. Namun ingin melalui jalur resmi agar tidak ditahan lagi oleh aparat Malaysia.

“Harus minta paspor dengan majikan dulu itu pun jika diberikan. Jika tidak, maka harus buat paspor baru lagi,” ujarnya. (nal/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:54

Kuota Angkutan Online Se-Kaltara 191 Unit

TARAKAN- Pengoperasian kendaraan online atau angkutan sewa khusus belum dibuka, kendati diketahui kuota…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…

Senin, 20 Agustus 2018 23:43

SUDAH TAK WAJAR..!! Harga Ayam Potong di Tarakan

TARAKAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar masih saja berpolemik. Berkaca dari Hari Raya Idulfitri…

Senin, 20 Agustus 2018 17:32

Sabu Dikirim via Kargo

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Bandara Internasional Juwata…

Senin, 20 Agustus 2018 17:30

Jaringan Tiga Kabupaten Blackout

TARAKAN - Ruang baterai Site Telkom Mamburungan Minggu (19/8) malam hangus terbakar. Belum diketahui…

Senin, 20 Agustus 2018 17:23

Dilanda Suhu Panas, Jamaah Lebih Banyak di Hotel

SUHU panas di Kota Makkah yang mencapai 46 derajat celcius membuat para jamaah calon haji diimbau untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .