MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 13 Januari 2018 11:07
Baru Saja Diusir, Ingin Balik Lagi

Bawa Paspor Baru dari Indonesia

DIPULANGKAN: Sebanyak 98 WNI yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia, akibat tidak memiliki dokumen resmi selama berada di Tawau, Malaysia. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebanyak 98 Warga Negara Indonesia (WNI) dideportasi Pemerintah Malaysia, Kamis (11/1) melalui Pelabuhan Tunon Taka. Lagi-lagi semuanya tersangkut masalah dokumen keimigrasian. Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nasution mengatakan, Pemerintah Malaysia telah mendeportasi WNI tersebut setelah disidang atas berbagai kasus selama berada di Tawau, Malaysia.

“Deportasi pertama di 2018 dan jumlahnya cukup banyak,” kata Nasution kepada Radar Nunukan, Jumat (12/1).

Mereka yang tidak berhak tinggal di Malaysia, 89 orang di antaranya adalah laki-laki dewasa. Delapan orang perempuan dewasa dan satu orang anak perempuan. Para deportan telah menjalani masa hukumannya di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau, Malaysia.

Para deportan ini dipulangkan ke Indonesia, karena telah menyelesaikan hukumannya. Dari 98 WNI mayoritas melakukan pelanggaran keimigrasian sebanyak 84 orang. Sedangkan kasus narkoba 12 orang dan kasus kriminal lainnya sebanyak dua orang.

“Kembali kasus keimigrasian menjadi yang terbanyak, seperti deportasi 2017 lalu. WNI yang dipulangkan pasti bermasalah dari dokumen yang tidak lengkap,” ujarnya.

Menurutnya, para WNI yang masih banyak dipulangkan karena kasus keimigrasian, karena masih banyak yang berani ke Tawau, Malaysia tak menggunakan dokumen resmi. Di garis perbatasan masih banyak jalur yang tidak resmi dapat dilalui.

“Para WNI ini cukup berani, masih ingin masuk ke Malaysia tanpa dokumen resmi,” tuturnya.

Seperti yang diungkapkan salah seorang WNI yang baru saja dideportasi, Harmang. Mengaku saat pertama kali ke Tawau, Malaysia pada 2013 lalu tak menggunakan dokumen resmi berupa paspor. Dijanji akan dijamin dan akan diberikan paspor setelah bekerja nantinya. Paspor tersebut hanya dipegang oleh majikan, pekerja tidak diberikan, kecuali sedang cuti dan ingin kembali ke kampung.

“Ada teman di kampung panggil kerja di Tawau, kerja di perusahaan kayu, nanti dijanji akan dibuatkan paspor dan gaji akan dipotong, saat paspor telah jadi,” kata Harmang.

Harmang berniat kembali ke Tawau, Malaysia. Anak dan istrinya sedang berada di Tawau, Malaysia. Namun ingin melalui jalur resmi agar tidak ditahan lagi oleh aparat Malaysia.

“Harus minta paspor dengan majikan dulu itu pun jika diberikan. Jika tidak, maka harus buat paspor baru lagi,” ujarnya. (nal/lim)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:49

Korban Salah Catat Bermunculan

TARAKAN – Ternyata tak hanya Lukas Yusuf, saja yang syok akan tagihan airnya yang melonjak senilai…

Jumat, 23 Februari 2018 10:45

Oleng Kiri, Terperosok ke Selokan

TARAKAN – Warga yang tinggal di daerah Jalan Kusuma Bangsa tepatnya di dekat gedung Polisi Militer…

Jumat, 23 Februari 2018 10:43

Besar di Tarakan, Tahu Seluk-beluk Perkembangan Kota

Tiga di antara empat pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan sudah berdiskusi langsung dengan kru dan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:41

Menebus Dosa Proyek Raksasa

BEGITU banyak pertanyaan tentang siapa Robert Lai dan siapa Meiling yang sering saya sebut dalam tulisan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:40

Bila Negatif, Penyelidikan Dihentikan

TARAKAN – Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil lab atas makanan,…

Jumat, 23 Februari 2018 10:38

Anggaran Kurang-Kontur Tanah Jadi Penyebab

TARAKAN — Dari 5.000 sambungan jaringan gas (jargas) yang menjadi target Perusahaan Gas Negara…

Jumat, 23 Februari 2018 10:37

Butuh Perbaikan Jalan Akses ke Masjid

TARAKAN – Ketua RT 10, Kelurahan Selumit, Gunawan mengatakan, semenisasi jalan lingkungan layak…

Jumat, 23 Februari 2018 10:36

Jalan di Tarakan yang Rawan Kecelakaan

TARAKAN – Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kecelakaan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .