MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 12 Januari 2018 13:38
Pemilik Speedboat Harus Ubah Desain
DOK. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Belajar dari insiden tenggelamnya speedboat Rejeki Baru dan Anugrah Express di perairan Kaltara. Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan pun mengambil tindakan cepat dengan mengatur regulasi terbaru tentang standar speedboat reguler.

Pemilik kapal speedboat reguler diminta, untuk segera melakukan perubahan atas desain speedboat seperti pintu darurat, posisi duduk hingga tempat penyimpanan barang yang dianggap menjadi penyebab sulitnya dilakukan evakuasi penumpang.

Kepala KSOP Tarakan, Letkol Marinir Abdul Rahman melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan Syaharuddin menjelaskan ia sudah melakukan pemberitahuan terhadap pemilik speedboat atau bagi pemilik kapal yang sedang melakukan pembuatan speedboat untuk membuat pintu darurat dengan ukuran yang telah ditentukan.

“Untuk ukuran pintu darurat (lihat grafis).  Sehingga apabila terjadi kecelakaan kapal para penumpang bisa dengan mudah untuk segera keluar. Dan ini  disarankan untuk speedboat reguler yang memiliki panjang di atas 10 meter. Minimal memiliki 4 pintu darurat ditambah pintu masuk dari depan kiri dan kanan dan pintu belakang untuk ke ruang mesin sehingga total jalur evakuasi ada 7 pintu,” ungkap Syaharuddin, saat ditemui di ruangannya.

Sementara itu, untuk speedboat reguler  yang memiliki panjang di bawah 10 meter cukup terdapat dua pintu darurat saja. Sesuai kapasitas penumpang sehingga mudah untuk penumpang untuk keluar jika terjadi keadaan yang tak diinginkan.

Saat disinggung soal penyimpanan barang di atas kapal. Syaharuddin juga berharap bagi pemilik speedboat untuk membuat desain baru. Seperti layaknya sebuah pesawat. Ada penyimpanan khusus untuk barang di dalam kapal dengan bentuk kabin.

“Di dalam pesawat itu kan kalau menyimpan barang di dalam kabin. Dan kami berharap nantinya speedboat itu desainnya seperti itu. Jadi tidak ada lagi yang namanya overload karena barang. Sebab setiap penumpang juga harus membawa maksimal 10 kilogram (kg) yang sudah tertera di tiket,” jelasnya.

Syahruddin menuturkan, dia pernah menemukan speedboat yang sudah memenuhi standar yang dimaksudkan oleh KSOP. Speedboat tersebut sudah memiliki rancangan yang baik. Bahkan speedboat tersebut sudah didesain, jika terjadi benturan yang bisa mengakibatkan kebocoran. Air  tersebut tidak langsung masuk ke kompartemen lain atau masuk ruangan/deck penumpang. Karena sudah dibuatkan sekat-sekat sehingga langkah-langkah penyelamatan bisa cepat ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kami berharap ini bisa menjadi salah satu pelopor keselamatan kapal penumpang khususnya di Kaltara dan yang lain agar  bisa menyesuaikannya,” jelasnya.

Selain menyoal itu, KSOP juga tengah melakukan sosialisasi agar penumpang tertib saat menaiki speedboat. Nomor kursi harus sesuai dengan tiket yang ada pada penumpang. Sehingga tidak terjadi saling rebut untuk mencari tempat duduk yang disukai. Langkah ini juga mengontrol penjualan tiket yang melebihi kapasitas angkut penumpang.

“Selain itu, kelengkapan alat komunikasi radio VHF marine harus diadakan,bagi yang belum memiliki dan peralatan navigasi yaitu kompas dan GPS harus ada,” bebernya.

Tak hanya itu, alat pemadam kebaran juga harus ada di speedboat. Hal ini menghindari apabila terjadi kebakaran pada ruang mesin atau mesin, maka nakhoda bisa memadamkannya atau mengendalikan dari ruang kemudi dengan cara menarik alat. Tanpa harus bolak-balik memadamkan api.

“Jadi tidak perlu lagi dilakukan pemadaman secara manual. Semuanya sudah dirancang atau terkoneksi. Namun tetap juga kami syaratkan untuk menyiapkan alat pemadam yang dapat dipadamkan secara manual,” katanya. (eru/nri) 


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 14:33

Dalih 'Buta' Aturan Oknum Parpol

TARAKAN - Kasus money politic atau politik uang yang diduga…

Selasa, 18 Desember 2018 14:29

Fasilitas Taman Berkampung Dirusak

TARAKAN - Wajah Bumi Paguntaka menjadi lebih indah dengan hadirnya…

Selasa, 18 Desember 2018 14:28

KPU: Kardus Tak Berbeda dari Aluminium

TARAKAN - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menggunakan kotak…

Selasa, 18 Desember 2018 12:29

Ahli Sebut Video dari Terdakwa Asli

TARAKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli digital…

Selasa, 18 Desember 2018 12:15

Laporan Warga Asing Dominan Illegal Fishing

TARAKAN - Beberapa perusahaan yang ada di Kaltara memakai jasa…

Selasa, 18 Desember 2018 12:14

PDAM Segera Tambah Satu Unit Pompa Utama

TARAKAN - Belum maksimalnya pelayanan air bersih di Kota Tarakan,…

Selasa, 18 Desember 2018 12:08

Sampah Semesta Belum Terlaksana Semua

TARAKAN - Program Sampah Semesta yang digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot)…

Senin, 17 Desember 2018 13:03

Cantik Instan Berbahaya

Memiliki wajah yang cerah, putih, halus, tanpa flek hitam dan…

Senin, 17 Desember 2018 13:00

Temukan Dua Kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

Capaian imunisasi measles dan rubella (MR) di Tarakan belum cukup…

Senin, 17 Desember 2018 12:55

Mau BPJS Sehat, Naikkan Iuran!

TARAKAN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai memikirkan rencana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .