MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 13:25
Santun Muncul, Bawa Dua SK
SK HANURA DAN PKB: Sabiring Sanyong menunjukkan bukti jika komunikasinya dengan sejumlah DPP parpol selama ini terus berjalan. AZWARD HALIM/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sabirin Sanyong, salah satu figur yang sejak awal bersemangat mengikuti Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Tarakan 2018 akhirnya datang pada malam di hari akhir pendaftaran. Di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Taraka, Sabirin datang bersama kompatriotnya, Tajuddin Tuwo, berikut dua surat keputusan (SK) dukungan berupa formulir B1 KWK Parpol dari Partai Hanura dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selain tiga pasangan jalur parpol yang mendaftar sebelumnya, Sabirin juga sejak awal mengklaim penugasan berupa SK. Hanya saja, banyak yang meragukan.

Menjawab keraguan publik, malam tadi SK itu pun ia tunjukkan. Dua SK, berstempel basah, lengkap dengan tanda tangan Ketua Umum dan Sekjen DPP masing-masing parpol.

Niat Sabirin mendaftar ke KPU sudah berusaha dikonfirmasi siangnya. Salah satu kontestan dalam Pilwali Tarakan 2013 itu menyatakan masih berada di Jakarta. Namun, ia enggan berbicara lebih lanjut soal pencalonannya, apalagi SK yang diklaim sebelumnya.

“Saya masih dalam perjalanan dari Jakarta. Nanti kita bicara lagi yah,” singkat di ujung telepon lantas mengakhiri.

Sabirin yang datang tadi malam menyiratkan rasa kecewa. Jam di tangannya tepat menunjuk pukul 12.00 Wita. Namun di jam milik KPU, lewat 15 menit. Sehingga menurut KPU, pendaftaran telah ditutup. Sesuai teknis pendaftaran ditutup Rabu malam pukul 24.00 Wita.

“Kita berharap kontestasi politik tanpa kegaduhan. Saya mendengar, SK lebih dari satu juga membuat gaduh. Tarakan ini luar biasa dinamikanya, positif. Ini harus kita pertahankan. Dari Santun kita legowo saja, yang menurut KPU tidak memenuhi deadline waktu. Sekalipun menurut kita kami sampai 12 tit,” kata Sabirin.

Ia menyayangkan pengambilan keputusan yang seharusnya melibatkan lima komisioner. “Pengambilan keputusannya kolektif, kolegial, ketika telat harusnya dirapatkan. Saya juga, keterbatasan barang kali berkaitan aturan perundang-undangan. Kalau menurut saya, terima saja semua. Baru kemudian ini dinyatakan tidak lengkap, ini lengkap dan sebagainya,” akunya.

Sabirin menampik jika dua SK yang digenggamnya dari sebuah perjuangan berikut sejumlah mahar. “Kalau di dalam politik itu ada istilah beda-beda tipis, cost politic, oppprtunity cost, ada money politic. Misalnya ketika saya mengiming-imingi seseorang jabatan untuk mendukung saya, harta, duit, itu money politic. Ketika saya kumpulkan orang, dia meninggalkan pendapatannya, katakanlah dua jam bisa dapat Rp 100 ribu. Rp 100 ribu saya ganti, maka itu opportunity cost. Kemudian kami mengurus rekomendasi, di tengah kesibukan Ketua Umum, Sekjen, kami minta waktu mereka. Wajar barangkali ketika ada biaya yang timbul. Itu opportunity cost,” jelas Sabirin.

Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo mengatakan, Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo bersama rombongan datang ke KPU Kota Tarakan Rabu (11/1) sekitar pukul 00.06 Wita dengan niatan menyerahkan berkas untuk mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam ajang Pilwali 2018. Menurutnya, sesuai Peraturan KPU nomor 3 tahun 2017 tentang Waktu Pendaftaran bahwa hari pertama dan kedua pendaftaran, dilakukan pada pukul 08.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita.

“Untuk (pendaftaran) hari terakhir atau hari ketiga (Rabu) dibuka mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 24.00 Wita,” tuturnya.

Kami (komisioner KPU) telah sepakat bahwa hanya akan menunggu proses pendaftaran hingga pukul 24.00 Wita sesuai dengan aturan. Namun dengan kedatangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo secara dengan maksud dan tujuan yang baik, maka tetap pihaknya jelaskan bahwa proses penerimaan berkas dan pendaftaran sudah tidak bisa dilakukan.

“Karena apabila kami lakukan untuk diterima dan proses pendaftaran serta memverifikasi maka kami justru melanggar aturan. Saya tidak membuka (menerima) berkas dan tidak mengetahui partai mana yang mengusung pasangan tersebut,” tuturnya.

Kemudian ketika ada waktu untuk berfoto bersama sebagai dokumentasi maka itu merupakan suatu yang manusiawi dan baik. Mudah-mudahan ini menjadi dinamika proses suatu pemilihan dalam pendaftaran, di mana keterlambatan sebentar saja tidak bisa diterima. “Ini sebuah pembelajaran bagi kita semua,” ujarnya.

Sebelumnya telah ada komunikasi bahwa Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo akan datang Rabu kemarin sekitar pukul 20.00 Wita lalu dikonfirmasi lagi akan hadir pukul 22.00 Wita.  Ternyata pasangan tersebut baru tiba di Kantor KPU Kota Tarakan Kamis (11/1) pukul 00.06 Wita.

“Sudah terlambat dan melewati waktunya. Kami jelaskan kepada mereka dan mereka telah memahami,” ujarnya.

 

KANDIDAT MENGERUCUT

Jumlah pasangan calon Pilwali 2018 dipastikan tidak sebanyak 2013 lalu. Diprediksi hanya ada empat pasangan. Itu sesuai dengan tahapan pendaftaran yang berjalan di KPU saat ini.

Teguh menambahkan, kandidat yang berkurang banyak dipengaruhi regulasi. Pada 2013 lalu, setiap bakal pasangan diwajibkan minimal kursi 15 persen atau suara sah 20 persen. “Sekarang kursi 20 persen, suara sah 25 persen. Dulu seorang paslon bisa menyampaikan 4 kursi, sekarang 5. Ditambah lagi regulasi yang berlaku, partai politik yang tidak memiliki kursi di parlemen DPRD Kota Tarakan tidak bisa mencalonkan diri. Tidak bisa mengusung atau mendaftarkan diri,” sebutnya.

Dari 12 parpol di Tarakan, 10 dapat kursi, yang dua tidak dapat kursi, PKPI dan PPP. “Kalau dulu partai non parlemen bisa (mendaftar). Pak Suparlan berpasangan dengan Pak Jumain, menggunakan suara sah, bisa. Kalau sekarang, hanya partai yang memiliki kursi. PPP, PKPI, PSI itu partai baru. Itu urusan (dukungan) internal mereka,” sambungnya lagi.

“Prinsip sekali aturannya, ada kenaikan jumlah minimal kursi. Kedua, ada batasan yang boleh mencalonkan partai yang memiliki kursi,” urai Teguh. (keg/lim)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:30

Kecelakaan Laut Terjadi Lagi, Pejabat Dishub Terancam Dicopot

TARAKAN – Selang empat bulan pasca terbaliknya speedboat Anugerah Express di Sungai Kayan, kini…

Kamis, 24 Mei 2018 11:52

Keluarga Korban Terima Santunan

LIMA korban meninggal dunia atas kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express akhirnya diberi santunan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:43

Perbaiki Dulu, PAD Diatur Kemudian

TARAKAN – Aset-aset Pemkot Tarakan hingga kini masih dipertahankan, yang tak kunjung dialihkan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:41

MAU COBA..?? Timbun Sembako, Denda Rp 100 M

TARAKAN – Antisipasi adanya penimbunan sembako saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri, Tim Satuan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:38

Jembatan dan Jalan Pesisir Digarap Pusat

TARAKAN – Progres pengerjaan jalan dan jembatan miring di pesisir tepatnya Selumit Pantai mulai…

Kamis, 24 Mei 2018 11:28

Menunggu Usulan Direalisasikan

Tarakan – Ketua RT 4, Kelurahan Selumit, Mansyur mengatakan, meski berulang kali mengusulkan perbaikan…

Rabu, 23 Mei 2018 12:11

Ramadan dan Lebaran, Inflasi Diprediksi Naik

TARAKAN – Seperti tahun-tahun sebelumnya peningkatan inflasi akan terjadi ketika memasuki Ramadan…

Rabu, 23 Mei 2018 12:09

AISS NGGA ASIK..!! TPP di Kota Ini ASN Ditunda

TARAKAN – Para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tarkan mesti ekstra bersabar.…

Rabu, 23 Mei 2018 12:08

Dikejar, Dipepet dan Dilecehkan

DI bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kejahatan jalanan masih saja terjadi. Sejumlah wanita mengalami…

Rabu, 23 Mei 2018 11:55

Belum Ada Peminat, Mobil Dinas Masih Terparkir

TARAKAN- Sejumlah mobil dinas yang terparkir di dalam parkiran Masjid Islamic Center masih menganggur.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .