MANAGED BY:
SELASA
24 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 13:12
Masih Sebatas Keterangan Saksi
SIDANG SAKSI: JPU kembali hadirkan sejumlah saksi di persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan tanah di Pengadilan Tipikor Samarinda. PENGADILAN TIPIKOR SAMARINDA

PROKAL.CO, NUNUKAN - Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah seluas 62 hektare di Jalan Ujang Dewa, Kecamatan Nunukan Selatan kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, Rabu (10/1).

Dalam sidang, jaksa penuntut umum (JPU) kembali hadirkan setidaknya tujuh orang saksi. Keseluruhannya berasal dari Nunukan. Terdakwa H. Budiman Arifin sekaligus mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan itu membenarkan sejumlah keterangan saksi.

Itu diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan Rusli kepada media ini ketika dikonfirmasi perkembangan sidang dugaan korupsi pengadaan tanah tersebut. “Masih saksi, yang hadir Petrus, Dadang, H. Sumiati dan empat orang lainnya dari lingkungan OPD di Nunukan,” ujar Rusli kepada Radar Nunukan, kemarin.

Sayang Rusli tak banyak mengurai keterangan dari sejumlah saksi yang dihadirkan. Hanya dari keterangan sang pemilik tanah yakni H. Sumiati. Keterangan yang diberikan pun hampir sama pada sidang sebelumnya.

“Jadi tanah tersebut memang merupakan tanah aset. Tapi sejak tahun 2015 lalu, tanah tersebut ternyata tidak terdaftar di aset,” ungkap Rusli.

Keterangan itu pun dibenarkan Budiman. Pada sidang selanjutnya, JPU masih akan kembali menghadirkan saksi. Dikatakannya masih ada sepuluh orang saksi lainnya, belum lagi satu saksi ahli. Sidang pun diprediksi masih berjalan panjang.

Sebelumnya, Budiman didakwa JPU dengan pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang-Undang (UU) nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 KHUP subsider pasal 3 juncto pasal 18 UU nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KHUP.

Budiman memang diduga kuat memiliki peran dalam kasus pengadaan tanah seluas 62 hektare itu. Kerugian negara akibat perkara korupsi itu mencapai Rp 7 miliar. Dalam perkara, beberapa pejabat daerah sudah lebih dulu merasakan dinginnya sel tahanan, salah satunya Bupati Nunukan dua periode H. Abdul Hafid Achmad dan sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Nunukan. (raw/lim)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 12:02

Dua Bulan Tangkapan, 3 Kg Sabu Dilarutkan

NUNUKAN – Hampir 3 kilogram (kg) sabu-sabu dimusnahkan di Kantor Polisi Resor (Polres) Nunukan,…

Jumat, 20 Juli 2018 11:47

Gedung UKM Centre Dipertanyakan

NUNUKAN – Keberadaan gedung UKM Centre di Jalan Bahari, Kelurahan Nunukan Utara, kini mulai menjadi…

Jumat, 20 Juli 2018 11:45

Warga Penderita Gangguan Jiwa Masih Terlantar

NUNUKAN – Sempat berkurang, penderita gangguan jiwa kembali terlihat berkeliaran di tempat umum.…

Jumat, 20 Juli 2018 11:45

PLTMG Mansapa Segera Dibangun

PEMATANGAN lahan telah selesai dikerjakan. Unit-unit bangunan kantor Pembangkit Listrik Tenaga Mesin…

Jumat, 20 Juli 2018 11:34

Tak Lengkap, Parpol Tetap Mengajukan DCS

NUNUKAN - Pengajuan Daftar Calon Sementara (DCS) resmi ditutup Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan tepat…

Kamis, 19 Juli 2018 11:18

KPK Tegur Syarat Pemberian TTP ASN

NUNUKAN – Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:04

Pastikan Normal Pertengahan Agustus

NUNUKAN – Masyarakat Nunukan khususnya warga daerah Nunukan Selatan serta Nunukan Timur mempertanyakan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:03

TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:01

Rutin Pemeliharaan, Listrik PLN Mulai Tahan Banting

NUNUKAN – Sedikit perubahan memang diperlihatkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nunukan…

Rabu, 18 Juli 2018 23:32

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .