MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 12:55
Anggaran Rp 150 M Sia-Sia

Tiga Kecamatan Belum Teraliri Listrik

ROBOH: Salah satu tiang listrik di Kecamatan Tanjung Palas Timur ini rebah dan belum ada perbaikan yang dilakukan. Jaringan listrik ini masuk dalam proyek pembangunan jaringan untuk mengaliri listrik di tiga kecamatan di Kabupaten Bulungan. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Anggaran sebesar Rp 150 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bulungan 2013 silam yang diperuntukkan pembangunan jaringan listrik seakan sia-sia.

Meski telah dianggarkan lima tahun lalu, proyek multiyears pembangunan jaringan listrik untuk tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sekatak, Tanjung Palas Timur dan Tanjung Palas Barat belum dapat digunakan hingga kini.

Alhasil, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan menyoroti dan mengkritik keras proyek tersebut. Dikatakan Ketua Komisi III, Bidang Ekonomi dan Pembangunan, M. Nafis. Dirinya bersama anggota DPRD lainnya sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi, ada tiga tiang listrik di wilayah Kampung Baru, Kecamatan Tanjung Palas Timur yang roboh.

“Masalah listrik ini paling riskan, kemarin juga di Sekatak ada tiang listrik rebah dan ada kabel yang lepas dari tiangnya. Di Tanjung Palas Barat juga ada tiang listrik yang ditumbuhi rumput liar,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/1).

Selain itu, ada kabel pada jaringan listrik yang terlalu rendah atau setinggi orang dewasa. Sehingga, dikatakannya konstruksi pelaksanaan proyek tersebut kurang memenuhi standar. “Jaringan listrik yang seperti jemuran inikan bahaya. Kalau ada listriknya dan dipegang oleh anak-anak sangat bahaya,” sebutnya.

Dijelaskannya, proyek jaringan listrik yang berbentuk multiyears di tiga keamatan itu diberikan anggaran sebesar Rp 150 miliar pada 2013 lalu melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Ditamben) Bulungan sebelum instansi tersebut berpindah kewenangannya ke provinsi.

“Sampai sekarang satupun (kecamatan, Red.) belum menikmati listrik. Tapi sudah pada hancur semua jaringannya. Inikan bisa dikatakan sia-sia saja anggarannya,” bebernya.

Sebelumnya, Bupati Bulungan memastikan bahwa dalam waktu tiba bulan ini jaringan listrik yang sudah terpasang itu akan dialiri listrik. Namun dirinya pesimis, karena kondisi tiang listrik banyak yang roboh dengan sendirinya dan juga tertimpa pohon tumbang.

“Saya pesimis 1 sampai 3 bulan ini bisa dialiri listrik kalau situasinya seperti ini. Kami juga bingung kewenangannya di mana, karena sebelumnya di Distamben. Selanjutnya apakah ditangani provinsi atau kabupaten, tapi kalau kabupaten tidak mendukung anggarannya,” ungkapnya.

Jika setelah pekerjaan selesai langsung diserahkan ke PLN, jelasnya lagi, maka perawatan selanjutnya dapat dilakukan PLN. Jika sekarang mau diserahkan, PLN tidak akan mau menerima karena dari segi teknis juga belum memenuhi syarat jika dialiri listrik. “Jadi harus segera dibenahi sebagaimana mestinya sesuai dengan SOP agar bisa dimanfaatkaan oleh masyarakat,” tuturnya.

Terpisah, Manajer PT PLN Rayon Tanjung Selor, Adiyoso mengatakan, jaringan listrik yang berada di Tanjung Palas Timur masih milik pemerintah daerah dan belum serah terima operasional (STO) ke PLN, sehingga belum menjadi kewenangan PLN dari segi apapun.

“Kalau jaringan sudah sesuai standar, posisi tiang dan lainnya, ada SLO (sertifikat layak operasi) dan bebas pohon sudah bisa serah terima,” jelasnya singkat.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Bulungan, Hamdani menjelaskan, memang setelah pembangunan selesai hingga 2016 lalu masih tanggung jawab Distamben. Tapi saat pelaksanaan proyek itu, PLN masih kekurangan daya dan tidak memungkinkan mengaliri listrik di tiga kecamatan tersebut.

Selain itu, persyaratan dari PLN mau menerima asalkan seluruh pohon yang ada di bawah atau berada dekat dari jaringan tersebut dibersihkan. Namun, Pemkab Bulungan terkendala dengan persoalan itu karena ada perusahaan yang tidak mau menebang sawitnya. Serta, ada beberapa masyarakat meminta ganti rugi jika ingin menebang pohonnya. “Jaringan PLN yang berada di dalam kota saja ada kabel yang terkena pohon tidak ditebang, kenapa di daerah luar minta ditebang,” bebernya.

Terkait persoalan tiang listrik yang miring, dirinya meminta PLN agar membantu, karena sebelumnya juga pemerintah daerah sudah membantu PLN sejak 2000, mulai dari mesin hingga jaringan listrik. “PLN ini manja karena dari tahun 2000 kami sudah bantu mesin dan lainnya. Cobalah berlapang dada sedikit, kalau ada tiang yang miring tolonglah dibenahi,” sebutnya.

Diakuinya, saat ini memang ada beberapa jaringan listrik yang belum diserahkan ke PLN karena mengalami kerusakan. Namun jika kerusakan akibat faktor alam, maka merupakan tanggung jawab pemerintah, namun jika secara teknis tanggung jawab kontraktor karena sebelumnya sudah ada perjanjian jika dalam jangka waktu 10 tahun ada kerusakan teknis masih menjadi tanggung jawab kontraktor.

“Dan kita tidak ada anggaran untuk perbaikan, nanti kita akan cari jalan keluarnya. Makanya kita mau rapat pekan depan untuk mencari solusinya,” pungkasnya. (lee/eza)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 11:48

Mendagri Beri Pesan Khusus untuk Kaltara

TANJUNG SELOR – Hadirnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ke Provinsi Kalimantan…

Selasa, 24 April 2018 11:42

PAD Kecil, Gubernur Sebut Masih Wajar

TANJUNG SELOR - Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar…

Selasa, 24 April 2018 11:40

‘Ngelunjak’ ke Bupati, Pemkab Hibahkan Asetnya

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan secara resmi menghibahkan asetnya berupa gedung DPRD di Kilometer…

Senin, 23 April 2018 13:39

Dua Berkas Ditolak KPU

TANJUNG SELOR – Hari pertama penyerahan berkas dukungan bakal calon (balon) Dewan Perwakilan Daerah…

Senin, 23 April 2018 13:37

Pemkab Hibahkan Gedung DPRD ke Polda

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memastikan akan menghibahkan Gedung DPRD…

Senin, 23 April 2018 13:31

Operasi Patuh Kembali Digelar

TANJUNG SELOR – Setelah menggelar Operasi Keselamatan belum lama ini, Kepolisian Resor (Polres)…

Senin, 23 April 2018 13:04

Lahan Bersengketa, Pelabuhan Feri Mangkrak

TANJUNG SELOR – Pasca kunjungan kerja (kunker) Kementerian Perhubungan RI di Kaltara yang meninjau…

Senin, 23 April 2018 12:58

Piutang Pajak Kendaraan Tembus Rp 10 Miliar

TANJUNG SELOR - Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat…

Senin, 23 April 2018 12:54

Panwaslu Minta Pemkab Buat Aturan Tegas

TANJUNG SELOR – Mencegah semakin maraknya spanduk bermuatan politik terpajang di sejumlah jalan…

Senin, 23 April 2018 12:53

Begini Loh, Asal Usul Terbentuknya Provinsi Kaltara

Tepat hari ini, Kaltara genap berusia 5 tahun. Namun perlu rasanya kita mengingat kembali, terbentuknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .