MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 12:51
Libatkan Saksi Ahli, Polres Belum Tetapkan Tersangka

22 Korban Speedboat Anugrah Express Sudah Pulih

Kapolres Bulungan, AKBP Muhammad Fachry. FOTO: RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sudah sepekan lebih pasca kejadian nahas yang menimpa speedboat tujuan Tanjung Selor-Tarakan, Anugrah Express. Namun, Polres Bulungan hingga saat ini belum menetapkan tersangka terkait peristiwa yang menelan sembilan korban jiwa tersebut.

Meski permasalahan ini masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, namun dipastikan masalah ini akan terus diusut Polres Bulungan.

Kelanjutan bagaimana sanksi yang akan diambil jika memang ada unsur kelalaian dari peristiwa tersebut masih terus dinantikan, utamanya dari keluarga korban. Bahkan, masyarakat pun menunggu kejelasan dari kecelakaan tersebut.

Sperti halnya yang dikatakan Nurdin (34), warga Jalan Semangka. Ia masih penasaran atas apa yang sebenarnya terjadi dari peristiwa kelam di awal tahun tersebut. “Kami sebagai orang awam tentu masih penasaran. Apakah ada tersangka atau seperti apa yang sejauh ini memang belum ada kabar beritanya,” ujarnya saat ditemui di salah satu warung kopi di Jalan Katamso belum lama ini.

Untuk itu ia pun berharap, pihak yang berwenang dalam hal ini sekiranya dapat mengungkapkan kejadian sebenarnya. Sehingga masyarakat pun juga tahu dan tidak menimbulkan prasangka lain. “Harapannya tentu kami sebagai masyarakat, kasus kecelakaan itu harus tetap diusut setuntas-tuntasnya dan ada solusinya agar tidak terus terulang. Sebagai masyarakat tentu harus tetap mendukung kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Demikian juga yang disampaikan Herman (29), warga Jalan Jambu ini mengatakan, kelanjutan dari peristiwa tersebut tetap dinantikan. “Ini peristiwa besar, tentu sebagai masyarakat kami membutuhkan perkembangan apa yang sudah terjadi terhadap langkah-langkah yang sudah diambil sejauh ini. Namun pada dasarnya, sebagai masyarakat tetap memberikan dukungan dan kepercayaan bahwa pihak-pihak terkait bisa mengungkapkan kasus tersebut,” singkatnya.

Sementara itu, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry yang ditanyakan terkait perkembangan kasus Anugrah Express mengatakan, dalam penanganan kasus tersebut pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Untuk itu pihaknya berencana melibatkan saksi ahli dari Kementerian Perhubungan maupun instansi terkait lainnya. “Kita masih meminta saksi ahli dari pusat, sebab jangan sampai kita gegabah dalam menetapkan tersangka dari kejadian ini,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, semua yang terlibat dalam peristiwa tersebut masih berstatus sebagai saksi. Sebab, pihaknya harus berkoordinasi terlebih dulu dengan saksi ahli yang dimaksud guna proses selanjutnya. “Surat sudah kami layangkan untuk permintaan saksi ahli tersebut, namun hingga kini belum ada jawaban, akan kami koordinasikan lagi nanti,” ungkapnya.

Untuk itu ia pun berpesan agar pihaknya terus diberikan dukungan untuk semaksimal mungkin mengungkap kasus tersebut. “Setelah ada hasil, tentu akan kita ungkapkan,” ujarnya.

Sementara, terkait biaya perawatan terhadap korban selamat, Kantor PelayananJasa Raharja Tanjung Selor hingga kini belum dapat menyebutkan total anggaran yang dikeluarkan untuk perawatan pasien korban terbaliknya speedboat Anugrah Express.

Kepala Jasa Raharja Erry Hanindya menjelaskan, hal itu lantaran belum lengkapnya persyaratan yang ada. Baik dari pihak rumah sakit ataupun korban yang menjalani perawatan. Seperti surat keterangan sehat dari korban. “Saat ini baru dua yang ready tagihannya ke kami. Dan totalnya sekira Rp 3,7 juta,” ungkapnya kepada Radar Kaltara kemarin.

Dikatakan juga, pihaknya saat ini sifatnya hanya menunggu. Pasalnya, segala persyaratan sebelumnya juga telah disampaikan. “Tapi terkadang kami juga menanyakan tentang syarat yang harus dilengkapi itu. Intinya, bila hari ini syarat lengkap dan tagihan sampai ke kami. Maka, pencarian paling lambat sehari setelahnya,” jelasnya.

Erry juga menyebutkan, total pasien yang saat ini dalam tangguhan Jasa Raharja sebanyak 22 orang. Dan proses pembayaran dan biaya selama dirawat di rumah sakit dipastikannya menjadi tanggungan pihaknya. “Semua akan kami bayar. Ini memang menjadi tugas atau kewajiban kami,” ujarnya.

Terkait masih adanya pasien yang dalam perawatan. Erry mengatakan bahwa saat ini semua sudah tidak sedang dirawat. Artinya, dari 22 pasien telah menjalani perawatan dan pulih. “Tidak ada yang dirawat. Sekarang tinggal proses pembayaran dari kami ke rumah sakit saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jasa Raharja telah mengeluarkan biaya ke korban sebanyak Rp 450 juta. Di mana itu diperuntukkan bagi korban yang meninggal dunia dan mendapatkan Rp 50 juta. Dan itu diberikan langsung ke ahli waris yang sah.

Sementara, Direktur Rumah Sakit dr. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor Surya Tan mengatakan, segala persyaratan itu nantinya akan segera dilengkapi. Pasalnya, pihaknya juga masih menunggu persyaratan dari pasien. “Segera kami lengkapi dan akan serahkan tagihan ke Jasa raharja,” singkatnya.

Seperti diketahui, speedboat Anugrah Express berangkat menuju Tarakan pukul 08.15 Wita pada 1 Januari 2018 dari Pelabuhan Kayan II. Saat itu, speedboat mengangkut sebanyak 51 penumpang dan mengalami kecelaakan di perairan Sungai Kayan setelah sekitar lima menit perjalanan dari Pelabuhan Kayan II. Dalam peristiwa tersebut, sembilan orang meninggal dunia.(sny/omg/eza)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:29

Caleg Tak Boleh Lamar CPNS

TANJUNG SELOR – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, menegaskan masyarakat yang sudah terdaftar…

Jumat, 21 September 2018 11:24

Oknum PNS Terlibat Judi Togel

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resort (Polres) Bulungan melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)…

Jumat, 21 September 2018 11:21

Informasi Teknis CPNS Harus Valid

PEMPROV Kalimantan Utara (Kaltara) diingatkan secepatnya mematangkan persiapan rekrutmen calon pegawai…

Jumat, 21 September 2018 11:16

Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella

TANJUNG SELOR – Batas waktu pemberian vaksin Measles-Rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara)…

Jumat, 21 September 2018 11:12

Tiga Parpol Bersengketa Lolos ke DCT

TANJUNG SELOR  - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengumumkan daftar…

Jumat, 21 September 2018 11:04

DPRD Harus Tahu Peruntukkan Anggaran

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2018…

Kamis, 20 September 2018 12:43

Gunakan Jalur Resmi, Perlu Sinergikan Puluhan Pengusaha

TANJUNG SELOR – Pekan lalu tepatnya Kamis (13/9), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)…

Kamis, 20 September 2018 12:40

Tingkatkan Ekonomi Warga, Bhabinkamtibmas Harus Berperan Aktif

TANJUNG SELOR – Tugas kepolisian sebagai abdi negara tak semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban…

Kamis, 20 September 2018 12:37

Jalan 603,91 Kilometer Prioritas KemenPU-PR

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Kamis, 20 September 2018 12:35

Modus Mengajari, Mawar Digauli Selama 3 Tahun

KASUS pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .