MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 12:48
KNKT Segera Beberkan Investigasi

Akan Dibuat Speedboat Percontohan

MASIH DIUSUT: Speedboat Anugrah Express saat dievakuasi tim SAR gabu ngan yang dibantu masyarakat setelah mengalami kecelakaan di Sungai Kayan 1 Januari lalu. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Setelah dilakukan kajian dan analisa terkait kejadian terbaliknya speedboat Anugrah Express Senin (1/1) lalu. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam waktu dekat akan menjadwalkan agenda press release tentang investigasinya di lapangan.

Kepada Radar Kaltara, Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono mengatakan, agenda itu rencananya digelar Februari mendatang. KNKT pun akan membeberkan secara tuntas tentang penyebab utama kecelakaan sungai di awal tahun tersebut.

“Tapi, untuk tanggal pastinya belum. Nanti, akan kami diskusikan dan sampaikan kembali,” ungkap Soerjanto saat dihubungi melalui telepon genggamnya kemarin.

Dikatakan juga, saat ini pihaknya terus melakukan kajian dan analisa di lapangan dan tak ada hambatan berarti. Ini diakui atas dukungan dari pihak pemerintah setempat, sehingga selama proses kajian berlangsung berjalan lancar. “Selama ini lancar saja. Tapi, untuk hasil tak bisa disampaikan saat ini. Nanti di press release baru bisa disampaikan secara tuntas,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, hal yang paling penting dipahami. Soerjanto meminta kepada semua pihak dapat memetik pelajaran atas kejadian tersebut. Mengingat begitu banyak penumpang yang telah menjadi korbannya. Maka, ke depan hal serupa jangan sampai terulang. Sehingga perlu adanya perbaikan model speedboat yang mewajibkan adanya pintu darurat dan penumpang harus mengenakan life jacket.

“Kita tentu berdosa bilamana tak melakukan langkah nyata. Untuk itu, ke depan kami juga akan membuat satu armada speedboat sebagai percontohan yang layak dan berlaku di seluruh Indonesia,” tuturnya.

“Dan contoh armada itu nanti juga dipersilakan untuk seluruh penyedia jasa dapat mencontohnya,” sambungnya.

Sementara, disinggung terkait speedboat yang ada saat ini dengan model ramping memiliki tingkat kerawanan kecelakaan tinggi. Soerjanto mengatakan, hal itu memang benar adanya. Karenanya, ia meminta agar barang bawaan penumpang sekiranya dikurangi dan tak menumpuk di atas. Sebab, itu menyebabkan tak stabilnya speedboat saat tengah berlayar.

“Tapi, kalau larangan secara langsung armada untuk tak berlayar tak bisa secara langsung juga. Hanya, saran dapat dikurangi beban di atasnya,” pintanya.

Adapun, tambah Soerjanto, pihaknya memastikan secara bertahap transportasi air di Kaltara bakal membaik. Meski, tak dapat secara signifikan perubahannya. Namun, dengan kejadian itu para penyedia jasa speedboat akan selalu diberikan pengarahan tentang pentingnya keselamatan berlayar. Sehingga, ke depannya mereka juga memiliki armada yang memenuhi standar minimun keselamatan.

“Untuk merubah tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, kami tetap memikirkan keselamatan berlayar nomor satu. Dan speedboat yang benar-benar tak layak. Baik soal izin ataupun fisik akan ditegaskan larangan berlayar ,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Kaltara Taufan Madjid menegaskan terkait kesadaran semua pihak dalam mengikuti aturan yang berlaku. Bahkan, jika tak diindahkan, maka izin trayek dapat dicabut hingga yang bersangkutan dapat memenuhi ketentuan yang dimaksud. “Jika tak sesuai izin bisa dicabut,” tegasnya.

Adapun, pihaknya dalam hal ini juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dapat mencari jalan keluar permasalahan speedboat di provinsi termuda di Indonesia ini. “Jadi, nanti ada petimbangan tentang bahan apa yang layak digunakan atau tidak,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Pos Kesyahbandaran Kelautan Kayan II Tanjung Selor Mulyono mengatakan, pasca kejadian beberapa hari itu. Pihaknya mengaku telah melakukan pengawasan lebih intens. Di mana dengan melakukan pengecekan setiap armada yang akan berlayar. “Kita wajibkan menggunakan life jacket baru boleh jalan,” bebernya.

Di sisi lain, pihaknya juga menegaskan kepada nakhoda untuk tidak mengambil penumpang kembali di luar pelabuhan resmi. “Tidak boleh menambah penumpang di luar kapasitas yang ada. Itu yang bisa menyebabkan terjadinya hal yang tak diinginkan,” pungkasnya. (omg/eza)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 14:50

Diupah RM 5.000, Nelayan Bawa Sabu 10 Kg

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali…

Jumat, 14 Desember 2018 14:48

Infrastruktur dan Bantuan Keuangan Jadi Perhatian

TANJUNG SELOR ­– Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Rp 9 Miliar untuk Relokasi Pipa

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:44

Bawaslu Pertanyakan Hak Suara di Lapas

TANJUNG SELOR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara…

Jumat, 14 Desember 2018 14:41

Realisasi Pajak Capai 103,58 Persen

TANJUNG SELOR – Berdasarkan data yang dimiliki Badan Pengelola Pajak…

Jumat, 14 Desember 2018 14:39

Pemprov Anggarkan Kebutuhan Presidium

TANJUNG SELOR - Moratorium pemekaran calon daerah otonomi baru (CDOB)…

Jumat, 14 Desember 2018 14:13

Satreskrim 'Obok-obok' Kantor Disdukcapil

TANJUNG SELOR - Polres Bulungan melalui Satreskrim secara mendadak menyambangi…

Kamis, 13 Desember 2018 12:26

Pemilih di Kaltara Bertambah 1.143 Orang

TANJUNG SELOR – Berdasarkan dari hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi…

Kamis, 13 Desember 2018 12:24

Dishub Rencanakan Tes Urine Kru Bus

TANJUNG SELOR – Menjelang  perayaan Natal dan Tahun Baru 2019,…

Kamis, 13 Desember 2018 12:23

DPRD Kaltara Akhirnya Terima Nota Penjelasan APBD 2019

TANJUNG SELOR – Rapat Paripurna ke-26 masa sidang III tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .