MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 12:27
Terkendala Cold Storage, Suplai Ikan Segar Terhambat

Perusda Surabaya Butuh 50 hingga 100 Ton

HASIL LAUT: Tampak proses pengangkatan ikan bandeng dari salah satu perahu nelayan untuk dijual ke pasar ikan lokal di Nunukan. Hasil laut yang dimiliki Kabupaten Nunukan termasuk besar. Namun masih terkendala dengan sejumlah sarana dan prasarana dalam pengembangannya. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tak hanya kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), hasil laut juga menjadi persoalan serius yang perlu dibenahi pemerintah di wilayah perbatasan. Selama ini, ikan hasil tangkapan para nelayan terpaksa dijual ke Tawau, Malaysia. Sebab, untuk menyuplai ke daerah lain,  tak dapat dilakukan karena jarak tempuh yang jauh.

Padahal, kebutuhan ikan segar di sejumlah wilayah Indonesia masih saja kurang. Seperti halnya di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar  membenarkan hal ini. Ia mengatakan, Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Surabaya, Jawa Timur (Jatim) mengaku siap mengambil hasil tangkapan ikan nelayan di Kabupaten Nunukan. Sebab, sampai saat ini kebutuhan ikan laut masih cukup besar.

 Disebutkan, permintaan di Surabaya mulai 50 hingga 100 ton sekali suplai. Jadi, tinggal bagaimana nelayan di Nunukan memenuhi permintaan itu. Peluang kerja sama ini cukup terbuka karena sudah ada Memorandum of Understanding (MoU)dengan Perusda NSP Nunukan. “Kebutuhan ikan laut di Perusda Surabaya itu cukup tinggi. Karena selama ini mereka yang menyuplai sejumlah restoran makanan laut di sana,” ungkap Ir. Jabbar kepada media ini.

Jika hal tersebut dapat dilakukan, kata Jabbar, maka dipastikan suplai ikan segar ke Tawau, Malaysia, bisa terbatas. Sebab, ikan-ikan yang didapat dari laut Indonesia itu dijual ke Surabaya dan tidak lagi menyuplai kebutuhan ikan ke masyarakat Tawau, Malaysia. “Kalau targetnya itu, pengusaha Tawau yang ke Sebatik membeli ikannya. Tidak lagi nelayan direpotkan membawa ke Tawau. Itupun dengan harga yang murah,” ujar Ir. Jabbar.

Menurutnya, hal ini tidak sulit diwujudkan. Kini, sarana penunjang menuju terwujudnya keinginan itu perlahan diwujudkan. Apalagi wilayah perbatasan ini mendapat perhatian serius di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya transportasi laut yang menghubungkan wilayah perbatasan ke wilayah lainnya melalui program tol laut itu. “Makanya, adanya kerja sama antara Nunukan dan Jatim itu tentunya peluang  besar Nunukan, khususnya Nelayan dalam meningkatkan perekonomian mereka juga,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Nunukan Drs. H. Sabaruddin mengaku mendukung upaya Disdag Nunukan dan kerja sama Perusda NSP Nunukan dengan Perusda Surabaya. Hanya saja, untuk menjaga kualitas ikan yang ingin disuplai ke luar daerah itu diperlukan penampung ikan berupa cold storage. Sebab, cara ampuh agar daya tahan ikan dapat bertahan lama memang harus ditampung dulu. Sebab, jika ingin langsung dijual tentunya hanya langsung dibawa ke Tawau, Malaysia saja. “Sudah ada dua cold strorage yang dibangun. Di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan. Masing-masing cold storage itu mampu menampung hingga 20 ton ikan,” ungkap H. Sabaruddin kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Diungkapkan, tangkapan ikan bagi nelayan Nunukan saat ini hanya menyesuaikan kebutuhan dari permintaan. Khususnya dari Tawau, Malaysia saja. Para nelayan juga membatasi tangkapan mereka lantaran tidak memiliki penampungan. Sehingga, setiap yang ditangkap itu harus langsung dijual. “Jika disimpan lama, akanmembusuk dan harga jualnya pasti turun,” ujarnya.

Pejabat yang rencananya pensiun Februari mendatang ini menjelaskan, selain tak memiliki cold storage kapasitas kapal nelayan yang dimiliki nelayan juga terbatas. Rata-rata nelayan tradisional. Berbeda dengan nelayan di Pulau Jawa. Kapal yang digunakan rata-rata di atas 70 gross tonage (GT). “Padahal lokasi tangkapan nelayan kita cukup luas juga. Sampai ke laut Sulawesi,” jelasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 10:34

Puluhan CJH Terancam Batal Berangkat

NUNUKAN – Meskipun dapat tambahan kuota sebanyak 200 orang, namun…

Jumat, 24 Mei 2019 10:34

Makan Kue Bersama Usai Tarawih di Masjid

NUNUKAN - Warga perbatasan di Sebatik punya tradisi lain di…

Kamis, 23 Mei 2019 13:42

Pasar Murah Sasar Wilayah Terpencil

NUNUKAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan kembali menggelar aksi pasar…

Kamis, 23 Mei 2019 13:40

Bayar Rp 500 Ribu untuk Satu Perahu

NUNUKAN – Pedagang lintas batas di Sebatik, harus membayar Rp…

Kamis, 23 Mei 2019 13:36
MA Anulir Putusan PN Tipikor Samarinda Atas Kasasi Kejari Nunukan

Budiman Kembali Diputus Bersalah

NUNUKAN – Mahkamah Agung (MA) RI mengabulkan permohonan kasasi Jaksa…

Rabu, 22 Mei 2019 10:11

Penumpang Keluhkan Keberadaan Anjing Pelacak

NUNUKAN – Penumpang tujuan Tarakan di Pelabuhan Lintas Batas Laut…

Rabu, 22 Mei 2019 10:09

ALHAMDULILLAH..!! 417 Warga Binaan Terima Remisi Idulfitri

NUNUKAN – Total 417 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:08

SAYANG SEKALI..!! Bangunan Baru Tak Kunjung Digunakan

NUNUKAN – Gedung baru Pelabuhan Tunon Taka, hingga saat ini…

Rabu, 22 Mei 2019 10:06

Sita Sejumlah Senpi dan Sabu

NUNUKAN – Personel Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Nunukan…

Selasa, 21 Mei 2019 11:25

PLN Akui Sulit Alih Kelola PLTMG Sebaung

NUNUKAN – Kerusakan beberapa unit mesin di Pembangkit Listrik Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*