MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 12:27
Terkendala Cold Storage, Suplai Ikan Segar Terhambat

Perusda Surabaya Butuh 50 hingga 100 Ton

HASIL LAUT: Tampak proses pengangkatan ikan bandeng dari salah satu perahu nelayan untuk dijual ke pasar ikan lokal di Nunukan. Hasil laut yang dimiliki Kabupaten Nunukan termasuk besar. Namun masih terkendala dengan sejumlah sarana dan prasarana dalam pengembangannya. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tak hanya kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), hasil laut juga menjadi persoalan serius yang perlu dibenahi pemerintah di wilayah perbatasan. Selama ini, ikan hasil tangkapan para nelayan terpaksa dijual ke Tawau, Malaysia. Sebab, untuk menyuplai ke daerah lain,  tak dapat dilakukan karena jarak tempuh yang jauh.

Padahal, kebutuhan ikan segar di sejumlah wilayah Indonesia masih saja kurang. Seperti halnya di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar  membenarkan hal ini. Ia mengatakan, Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Surabaya, Jawa Timur (Jatim) mengaku siap mengambil hasil tangkapan ikan nelayan di Kabupaten Nunukan. Sebab, sampai saat ini kebutuhan ikan laut masih cukup besar.

 Disebutkan, permintaan di Surabaya mulai 50 hingga 100 ton sekali suplai. Jadi, tinggal bagaimana nelayan di Nunukan memenuhi permintaan itu. Peluang kerja sama ini cukup terbuka karena sudah ada Memorandum of Understanding (MoU)dengan Perusda NSP Nunukan. “Kebutuhan ikan laut di Perusda Surabaya itu cukup tinggi. Karena selama ini mereka yang menyuplai sejumlah restoran makanan laut di sana,” ungkap Ir. Jabbar kepada media ini.

Jika hal tersebut dapat dilakukan, kata Jabbar, maka dipastikan suplai ikan segar ke Tawau, Malaysia, bisa terbatas. Sebab, ikan-ikan yang didapat dari laut Indonesia itu dijual ke Surabaya dan tidak lagi menyuplai kebutuhan ikan ke masyarakat Tawau, Malaysia. “Kalau targetnya itu, pengusaha Tawau yang ke Sebatik membeli ikannya. Tidak lagi nelayan direpotkan membawa ke Tawau. Itupun dengan harga yang murah,” ujar Ir. Jabbar.

Menurutnya, hal ini tidak sulit diwujudkan. Kini, sarana penunjang menuju terwujudnya keinginan itu perlahan diwujudkan. Apalagi wilayah perbatasan ini mendapat perhatian serius di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya transportasi laut yang menghubungkan wilayah perbatasan ke wilayah lainnya melalui program tol laut itu. “Makanya, adanya kerja sama antara Nunukan dan Jatim itu tentunya peluang  besar Nunukan, khususnya Nelayan dalam meningkatkan perekonomian mereka juga,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Nunukan Drs. H. Sabaruddin mengaku mendukung upaya Disdag Nunukan dan kerja sama Perusda NSP Nunukan dengan Perusda Surabaya. Hanya saja, untuk menjaga kualitas ikan yang ingin disuplai ke luar daerah itu diperlukan penampung ikan berupa cold storage. Sebab, cara ampuh agar daya tahan ikan dapat bertahan lama memang harus ditampung dulu. Sebab, jika ingin langsung dijual tentunya hanya langsung dibawa ke Tawau, Malaysia saja. “Sudah ada dua cold strorage yang dibangun. Di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan. Masing-masing cold storage itu mampu menampung hingga 20 ton ikan,” ungkap H. Sabaruddin kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Diungkapkan, tangkapan ikan bagi nelayan Nunukan saat ini hanya menyesuaikan kebutuhan dari permintaan. Khususnya dari Tawau, Malaysia saja. Para nelayan juga membatasi tangkapan mereka lantaran tidak memiliki penampungan. Sehingga, setiap yang ditangkap itu harus langsung dijual. “Jika disimpan lama, akanmembusuk dan harga jualnya pasti turun,” ujarnya.

Pejabat yang rencananya pensiun Februari mendatang ini menjelaskan, selain tak memiliki cold storage kapasitas kapal nelayan yang dimiliki nelayan juga terbatas. Rata-rata nelayan tradisional. Berbeda dengan nelayan di Pulau Jawa. Kapal yang digunakan rata-rata di atas 70 gross tonage (GT). “Padahal lokasi tangkapan nelayan kita cukup luas juga. Sampai ke laut Sulawesi,” jelasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*