MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 12:27
Terkendala Cold Storage, Suplai Ikan Segar Terhambat

Perusda Surabaya Butuh 50 hingga 100 Ton

HASIL LAUT: Tampak proses pengangkatan ikan bandeng dari salah satu perahu nelayan untuk dijual ke pasar ikan lokal di Nunukan. Hasil laut yang dimiliki Kabupaten Nunukan termasuk besar. Namun masih terkendala dengan sejumlah sarana dan prasarana dalam pengembangannya. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tak hanya kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), hasil laut juga menjadi persoalan serius yang perlu dibenahi pemerintah di wilayah perbatasan. Selama ini, ikan hasil tangkapan para nelayan terpaksa dijual ke Tawau, Malaysia. Sebab, untuk menyuplai ke daerah lain,  tak dapat dilakukan karena jarak tempuh yang jauh.

Padahal, kebutuhan ikan segar di sejumlah wilayah Indonesia masih saja kurang. Seperti halnya di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar  membenarkan hal ini. Ia mengatakan, Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Surabaya, Jawa Timur (Jatim) mengaku siap mengambil hasil tangkapan ikan nelayan di Kabupaten Nunukan. Sebab, sampai saat ini kebutuhan ikan laut masih cukup besar.

 Disebutkan, permintaan di Surabaya mulai 50 hingga 100 ton sekali suplai. Jadi, tinggal bagaimana nelayan di Nunukan memenuhi permintaan itu. Peluang kerja sama ini cukup terbuka karena sudah ada Memorandum of Understanding (MoU)dengan Perusda NSP Nunukan. “Kebutuhan ikan laut di Perusda Surabaya itu cukup tinggi. Karena selama ini mereka yang menyuplai sejumlah restoran makanan laut di sana,” ungkap Ir. Jabbar kepada media ini.

Jika hal tersebut dapat dilakukan, kata Jabbar, maka dipastikan suplai ikan segar ke Tawau, Malaysia, bisa terbatas. Sebab, ikan-ikan yang didapat dari laut Indonesia itu dijual ke Surabaya dan tidak lagi menyuplai kebutuhan ikan ke masyarakat Tawau, Malaysia. “Kalau targetnya itu, pengusaha Tawau yang ke Sebatik membeli ikannya. Tidak lagi nelayan direpotkan membawa ke Tawau. Itupun dengan harga yang murah,” ujar Ir. Jabbar.

Menurutnya, hal ini tidak sulit diwujudkan. Kini, sarana penunjang menuju terwujudnya keinginan itu perlahan diwujudkan. Apalagi wilayah perbatasan ini mendapat perhatian serius di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya transportasi laut yang menghubungkan wilayah perbatasan ke wilayah lainnya melalui program tol laut itu. “Makanya, adanya kerja sama antara Nunukan dan Jatim itu tentunya peluang  besar Nunukan, khususnya Nelayan dalam meningkatkan perekonomian mereka juga,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Nunukan Drs. H. Sabaruddin mengaku mendukung upaya Disdag Nunukan dan kerja sama Perusda NSP Nunukan dengan Perusda Surabaya. Hanya saja, untuk menjaga kualitas ikan yang ingin disuplai ke luar daerah itu diperlukan penampung ikan berupa cold storage. Sebab, cara ampuh agar daya tahan ikan dapat bertahan lama memang harus ditampung dulu. Sebab, jika ingin langsung dijual tentunya hanya langsung dibawa ke Tawau, Malaysia saja. “Sudah ada dua cold strorage yang dibangun. Di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan. Masing-masing cold storage itu mampu menampung hingga 20 ton ikan,” ungkap H. Sabaruddin kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Diungkapkan, tangkapan ikan bagi nelayan Nunukan saat ini hanya menyesuaikan kebutuhan dari permintaan. Khususnya dari Tawau, Malaysia saja. Para nelayan juga membatasi tangkapan mereka lantaran tidak memiliki penampungan. Sehingga, setiap yang ditangkap itu harus langsung dijual. “Jika disimpan lama, akanmembusuk dan harga jualnya pasti turun,” ujarnya.

Pejabat yang rencananya pensiun Februari mendatang ini menjelaskan, selain tak memiliki cold storage kapasitas kapal nelayan yang dimiliki nelayan juga terbatas. Rata-rata nelayan tradisional. Berbeda dengan nelayan di Pulau Jawa. Kapal yang digunakan rata-rata di atas 70 gross tonage (GT). “Padahal lokasi tangkapan nelayan kita cukup luas juga. Sampai ke laut Sulawesi,” jelasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 23:38

Karena Ini, Pedagang Lintas Batas Gelisah

NUNUKAN – Penangkapan oleh lintas instansi terhadap produk asal Malaysia di perbatasan Nunukan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:09

Empat Kurir Sabu Dituntut 18 Tahun

NUNUKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menuntut empat orang…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:07

Krisis Keuangan Masih Jadi PR

NUNUKAN – Usia Kabupaten Nunukan telah menginjak angka 19 tahun, sejak berdiri 1999 silam. Kini…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:05

Bawaslu Selesaikan Sengketa KPU - PSI

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan menyelesaikan sengketa Partai Solidaritas Indonesia…

Minggu, 14 Oktober 2018 21:06

Kurir Sabu di Nunukan Dibekuk

NUNUKAN – Kurir narkotika golongan satu jenis sabu sekaligus terduga perompak tertangkap tim FQR…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:59

Tiga ASN Diduga Tidak Netral

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negera (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Nunukan, akan dilaporkan…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:30

BBM Satu Harga Terkendala Biaya Angkutan

NUNUKAN – Hampir sebulan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Seimanggaris…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:13

Ada yang Selipkan di BH sampai Simpan di Jok Sepeda Anak

NUNUKAN – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Nunukan dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan…

Rabu, 10 Oktober 2018 14:20

Satu Parpol Terancam Batal Ikut Pemilu

NUNUKAN – Partai politik (parpol) yang terlambat melaporkan dana kampanye ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 10 Oktober 2018 14:19

Jatuh ke Laut, Ahmad Ditemukan Tewas

NUNUKAN – Seorang warga Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat, ditemukan sudah tak bernyawa setelah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .