MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 12:13
Jalur Laut Rasa Bandara, Kursi Penumpang Disesuaikan Nomor Tiket

Melihat Pelayanan Penumpang Speeboat di PLBL Liem Hie Djung

TERATUR: Setiap penumpang yang ingin menaiki speedboat mendapat pengawasan dari petugas. Hal ini dilakukan agar penumpang terasa nyaman ketika ingin menikmati perjalanan laut menuju Tarakan. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung Nunukan merupakan satu-satunya pelabuhan regional yang melayani rute Nunukan-Tarakan serta wilayah kecamatan lain di Nunukan berstatus internasional. Seperti apa pelayanan di pelabuhan ini? Berikut penulusurannya.

SYAMSUL BAHRI

JIKA melihat pelayanan penumpang di PLBL Liem Hie Djung ini, status sebagai pelabuhan internasional memang pantas diberikan. Meskipun sampai saat ini hanya melayani penumpang dalam negeri, namun setiap penumpang yang melewatinya senantiasa merasa nyaman. Apalagi dibandingkan dengan pelabuhan speedboat di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Utara (Kaltara).

PLBL yang pernah diresmikan dua kali dengan dua gubernur berbeda ini terasa berbeda. Jika selama ini penumpang disibukkan dengan teriakan agen tiket untuk tujuan tertentu, justru di pelabuhan berdiri di atas lahan seluas dua hektar ini tak ditemukan. Sebab, agen-agen tiket hanya menunggu di loket yang telah disediakan Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan sebagai pengelola.

Sejak pertama kali masuk di area parkir, penumpang yang membawa barang dijemput petugas yang khusus menangani barang. Jika di bandara di sebutnya petugas porter. Tak langsung diangkat, tapi meminta persetujuan pemilik barang. Meskipun hal tersebut dilakukan secara gratis tanpa memungut dari penumpang.

Di ruang tunggu penumpang disuguhkan sejumlah hiburan ringan. Mungkin semua dermaga atau pelabuhan sejenis juga menyiapkan. Minimal televisi dengan berbagai ukuran. Namun di pelabuhan yang dibangun menggunakan program Sosek Malindo dengan total anggaran Rp 41.891.797.000, masing-masing APBD I sebesar Rp 28.601.474.000 dan APBD II Rp 13.290.323.000 yang dikerjakan 2003 dan rampung di 2010 ini, berbeda. Terdapat taman bacaan untuk masyarakat yanggemar membaca. Sebuat tempat di sudut kanan ruang tunggu. Di jaga seorang wanita yang senantiasa ramah menyambut pengunjung yang ingin membaca. Namun sayangnya, buku hanya dibaca di tempat dan tidak untuk dibawa pulang. Karena, dikhawatirkan buku yang dipinjam tak dikembalikan lagi.

Sebelum penumpang memasuki speedboat, para penumpang diminta untuk tenang menunggu giliran speedboat yang ingin ditumpangi mendapat giliran berangkat. Karena, akan ada pengumunan dari resepsionis yang bertugas mengumumkan keberangkatan speedboat.

Di dalam dermaga, juga terdapat cafe kecil untuk dinikmati penumpang. Beberapa armada juga menyiapkan makanan kecil dan minuman mineral kepada setiap penumpang. Penumpang hanya dapat menempati tempat duduk di speedboat berdasarkan nomor kursi yang tertera di tiket.

Soal keamanan, jangan ditanya. Petugas keamanan dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan senantiasia memantau dan memastikan kenyamanan penumpang yang ada. Begitu juga dengan petugas dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan. Tak menggunakan jaket pelampung, penumpang langsung ditegur. Begitu juga nakhoda. “Demi keselamatan semuanya, harap ikuti arahan yang diberikan,” kata seorang aparat KSKP Nunukan saat meminta penumpang tetap teratur dan tenang.

Ada pemandangan cukup berbeda diperoleh di PLBL Liem Hie Djung. Setiap penumpang yang ingin menaiki speedboat harus sesuai dengan nomor kursi mereka. Bahkan, sebelum menaiki speedboat, penumpang diberikan makanan ringan berupa roti dan minuman mineral. “Seperti di pesawat ya. Ada makanannya,” ujar seorang ibu muda yang mengaku ingin ke Balikpapan kepada media ini. “Ya, rasanya seperti di pesawat. Dapat makanan, kursi sesuai nomor lagi. Jadi, nyaman rasanya. Tidak khawatir tidak dapat tempat duduk,” sambungnya tersenyum.

Amiruddin, seorang karyawan salah satu agen tiket mengaku, dari empat unit speedboat yang melayani Nunukan-Tarakan dan dua unit melayani Nunukan-Tanjung Selor ini, memberikan pelayanan serupa. Prinsipnya juga sama. Kenyamanan penumpang yang diutamakan. “Kalau penumpang nyaman dilayani, saya yakin penumpang akan kembali menggunakan kami lagi. Makanya, kami berikan yang terbaik,” ujarnya saat disinggung soal makanan ringan tersebut.

Diungkapkan, selama ini keluhan yang paling sering didengar dari penumpang adalah soal tempat duduk. Makanya, penggunaan nomor kursi dilakukan. Setiap kekurangan dilengkapi. Yang sudah baik dipertahankan. “Ini juga karena ketegasan Dishub agar kami memberikan pelayanan yang baik buat penumpang. Karena, pelayanan menjadi utamanya,” bebernya.

Musibah yang terjadi di Sungai Kayan, Tanjung Selor pada 1 Januari lalu tentunya menyisakan rasa trauma bagi warga Kaltara. Khususnya mereka yang sering menggunakan armada laut. “Kalau dibandingkan dengan yang lain, di PLBL ini pelayanannya bagus. Semuanya teratur. Mulai pengangkut barangnya sampai masuk speedboat teratur,” ungkap Rasna, seorang penumpang yang bekerja di Tanjung Selor ini.

Seperti diketahui, Speedboat sudah menjadi alat transportasi utama antar penyeberangan pulau di Kaltara. Sebab, transportasi laut dan sungai ini menjadi penghubung masyarakat kelas menengah ke bawah karena harganya yang terjangkau. Letak lima kabupaten/kota di Provinsi Kaltara memang tidak jauh. Hanya saja, batas wilayahnya justru di antara laut dan sungai. Tak ayal, speedboat akhirnya menjadi ciri khas transportasi penghubung antar wilayah di provinsi termuda ini. (ash)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .