MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 10 Januari 2018 11:58
PKB Garansi Dukung Umi-Mahrudin
SIAP MAJU: Hj. Umi Suhartini dan Mahrudin Mado bersama simpatisannya berjalan kaki dari Stadion Datu Adil Tarakan menuju Kantor KPU Tarakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Hj. Umi Suhartini dan Mahrudin Mado didampingi sekira 300 simpatisan mengantarkan mereka ke kantor KPU Tarakan, yang terletak di Jalan Sei Sesayap, untuk mendaftarkan diri sebagai pasangan calon (paslon) pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan.

Jika Senin (8/1) sang petahana Sofian Raga-Sabar Santuso (Sobat) menggunakan pakaian serba putih. Berbeda dengan bakal calon (balon) jalur perseorangan ini. Seluruh simpatisannya memakai pakaian adat Nusantara dan berbaju nuansa hijau.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, tepat pada pukul 09.09 WITA, pasangan Umi-Mahrudin tiba di Kantor KPU Kota Tarakan. Saat itu, Umi menggunakan baju adat khas Tidung berwarna kuning, dengan balutan make up soft ditambah lipstik merah yang membuat penampilan Umi sangat cantik . Kabarnya Umi langsung mendatangkan make up artist yang sering mendandaninya saat hari-hari penting, bernama Kevin yang berdomisili di Jakarta.  

Sedangkan Mahrudin, kemarin menggunakan baju adat Bugis, dengan balutan songkok recca (topi adat Bugis) di kepalanya. Keduanya terlihat serasi, dengan senyuman seperti menggambarkan kesiapan untuk maju memperebutkan posisi orang nomor satu di Bumi Paguntaka.

“Ada banyak baju adat yang kami pakai hari ini dari mulai ada Tidung, Jawa, Bugis, khas Tiongkok, Toraja, Banjar, Bulungan. Ya, alasannya karena kita adalah Bhineka Tunggal Ika,” jelas Istri Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) itu.

Penggunaan baju adat nusantara tersebut, sebagai bukti bahwa dukungan Umi-Mahruddin tak hanya dari satu suku saja, melainkan berbagai suku di Tarakan dan seluruh elemen masyarakat.

Setelah berjalan kaki dari Stadion Datu Adil diiringi hadrah, akhirnya keduanya beserta rombongan tiba di KPU Tarakan. Dan langsung mengisi absen, lalu mengisi tempat duduk yang disediakan oleh KPU.

Untuk diketahui, tata letak posisi sang pendaftar langsung dihadapkan dengan para komisioner KPU Kota Tarakan, yang didampingi langsung oleh Panwaslu Tarakan dan perwakilan Bawaslu Kaltara. Setelah satu jam melakukan penjelasan, akhirnya pasangan Umi-Mahrudin, dinobatkan sebagai paslon dari jalur independen, dengan catatan harus memenuhi jumlah dukungan lagi.

Meski maju dijalur independen, namun pasangan ini berhasil mendapatkan dukungan resmi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Melalui hal tersebut, Umi berharap agar dirinya tidak mendapatkan permasalahan dengan adanya dukungan tersebut, sehingga dapat bersaing di pilwali 2018 ini.

“Warna hijau melambangkan bahwa kami tengah mendapatkan dukungan dari PKB dan kami mencintai Rasulullah,” terangnya.

Dengan bergabungnya PKB dipihaknya, Umi meyakini bahwa jumlah dukungan yang dirinya peroleh bersama Mahrudin akan bertambah menjadi lebih banyak dari sebelumnya. “Insya Allah, kami tetap optimistis menang,” ujarnya.

Usai melakukan proses pendaftaran, Umi berencana akan merealisasikan strategi yang selama ini telah ia susun bersama dengan tim pemenangannya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagyo mengatakan bahwa berkas pencalonan paslon independen Umi-Mahrudin, dinyatakan cukup.

“Jadi, dalam syarat pencalonan ada tujuh, rekapitulasi dukungan tingkat kota, surat pencalonan dan visi dan misi,” bebernya.

Sementara itu, syarat calon yang lain seperti data individu yang dimiliki Umi-Mahrudin secara umum telah tersedia. Hanya saja, pihak KPU masih perlu melakukan penelitian yang dimulai pada tanggal 10 Januari hingga 2 Februari.

Saat disinggung soal jumlah dukungan, Teguh menjelaskan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), telah disebutkan bahwa setiap calon independen wajib menyerahkan berkas dukungan sebanyak 14.405 jumlah dukungan.

Namun, seperti yang telah diketahui, dari hasil verifikasi yang telah dilakukan KPU, jumlah dukungan yang dimiliki pasangan Umi-Mahrudin, masih kurang sebanyak 131 jumlah dukungan. Sehingga paslon tersebut, harus menyampaikan berkas dukungannya pada 18 hingga 20 Januari 2018 nanti.

“Berarti pasangan Umi-Mahrudin ini, masih perlu 262 jumlah dukungan. Jadi, begitu berkas dukungannya masuk, akan kami cek secara administrasi dan dilanjutkan PPS agar dilakukan verifikasi secara kolektif,” jelasnya.

“Jadi, secara pendaftaran paslon perserongan sudah memenuhi syarat. Tinggal memenuhi jumlah dukungan saja,” ungkapnya.

Akan tetapi, jika pada hasil verifikasi terakhir menghasilkan jumlah dukungan di bawah 262, secara otomatis pasangan Umi-Mahruddin dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk maju pada pilwali 2018.

KADER TAK PATUH, SANKSI MENANTI!

Kepastian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berubah haluan dengan mendukung pasangan Umi -Mahrudin terjawab sudah.  Beralihnya partai yang diketuai Muhaimin Iskandar ini, sebagai pendukung paslon perseorangan, ditandai dengan kehadiran Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Luluk Nur Hamidah saat pendaftaran di KPU Tarakan, kemarin (9/1).

"Saya Wasekjen DPP PKB. Saya diperintahkan untuk mendampingi Ibu Umi sebagai calon Wali Kota Tarakan. Memang independen tetapi didukung satu-satunya parpol (PKB)," paparnya dihadapan awak media pasca pendaftaran.

Saat disinggung mengapa partainya tak mengusung dari awal? Nah, menurut wanita berturban ini, hal itu lebih pada persoalan dinamika politik yang bisa terjadi bahkan hingga di detik-detik akhir.

Menurut wanita yang disapa Luluk ini, keinginan partainya untuk mengusung ada dari awal. Hanya saja terbentur jumlah kursi. Mengingat partai bentukan Gus Dur ini, tak bisa mengusung Umi-Mahrudin tanpa berkoalisi. Karena hanya PKB hanya memiliki 2 kursi di DPRD Tarakan.  "Kalau PKB kursinya tidak cukup untuk mengusung sendiri," bebernya.

Karena itu, sebagai bentuk dukungan, PKB menggaransikan selain hanya partai juga kader dan simpatisan akan diarahkan mendukung Umi-Mahrudin.

"Inilah sebagai upaya yang kami lakukan. Kami hargai upaya Ibu Umi sebagai calon independen. Ini menurut saya pilihan yang terbaik," tegasnya.

PKB, kata dia, bisa saja menempuh jalur lain dalam hal ini mengusung paslon sebelumnya saat deklarasi, mengingat jalur perseorangan sudah memenuhi syarat dukungan dari masyarakat.  Tetapi pihaknya tetap bersikukuh, akan tetap menjatuhkan dukungannya pada pasangan Umi-Mahrudin.

Ditanyakan apakah dukungan itu hanya bentuk parpol secara simbolik saja? Dirinya memastikan dukungan itu hingga ke tingkat bawah.  "Wajib kader memilih. Perintahnya sama (dukung). Saya sudah ketemu dengan kader dan anggota dewan (PKB), mereka berdua representasi dari konstituen parpol," ujarnya.

Sehingga, jika kedua kader PKB yang duduk di DPRD Tarakan, begitu juga dengan kader lainnya tidak patuh instruksi parpol, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan main parpol.  "Selebihnya, peraturan organisasi tetap kami tegakkan," tegas Luluk.

Begitu juga saat ditanyakan, apakah terjadi miskomunikasi antar pengurus parpol di Tarakan dengan DPP, mengingat sebelumnya PKB  sudah mengikuti deklarasi dengan mendukung Sobat. Luluk menampik hal itu. Sebab sesuai amanah partainya, keputusan DPP harus dilakukan dengan mendukung calon perseorangan.

Luluk juga menjelaskan terkait tudingan PKB berkhianat dengan pasangan Sobat. Karena proses yang terjadi, pendaftaran baru dilakukan 8 Januari, begitu juga  dibeberapa daerah. Sehingga banyak hal bisa terjadi.  Nah, berkaitan dengan "mahar" sehingga PKB berpaling mendukung Umi-Mahrudin, Luluk juga menepis bahwa ada biaya yang dikeluarkan.

"Terkait mahar menggunakan PKB, maharnya dengan cinta," ujarnya tertawa.

Sementara itu, menyangkut perbaikan jumlah dukungan yang harus diverifikasi ulang oleh KPU Tarakan sebanyak 262 berkas, sejauh ini sudah dipersiapkan.

Disampaikan Sekretaris DPW PKB Kaltara, Surya Maulana, bahwa pihaknya akan menyerahkan ke KPU sebanyak 5 ribu dukungan.

"Sejauh ini (perbaikan dukungan) sudah dipersiapkan. Bahkan kami sudah konsultasi ke KPU, akan menyerahkan sebanyak 5 ribu," pungkasnya. (*/shy/keg/nri)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 11:01

Usai Bongkar Barang, Kapal Tenggelam

TANA TIDUNG – Kemarin (17/1) pukul 17.00 wita, warga disekitar Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten…

Kamis, 18 Januari 2018 10:59

Awal Tahun, Temukan Mortir 2,5 kg

TARAKAN – Sudah bukan rahasia lagi jika Bumi Paguntaka banyak didiami mortir, bom dan peralatan…

Kamis, 18 Januari 2018 10:56

Ambil Sabu-Sabu dari Dalam Tanah

TARAKAN – Peredaran sabu di Kaltara dan Kaltim, khususnya Tarakan dan Balikpapan benar-benar memprihatinkan.…

Kamis, 18 Januari 2018 10:53

MANTAP..!! 2 Unit Pesawat Nurtanio Dibeli Maret Ini

TARAKAN – Rencana pembelian pesawat jenis N-219 Nurtanio, buatan PT Dirgantara dan Lembaga Penerbangan…

Kamis, 18 Januari 2018 10:49

Pikun, Kakek Hilang 19 Jam

TARAKAN – Setelah melakukan pencarian selama 19 jam lebih, tim Search and Rescue (SAR) gabungan,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:47

Jalan Rusak dan Rawan Longsor

TARAKAN – Berada di wilayah pegunungan seharusnya mendapatkan perhatian khusus. Apalagi jika tanjakan…

Kamis, 18 Januari 2018 10:21

BREAKING NEWS!!! Hujan Deras, Satu Rumah Warga Hanyut dan Tenggelam

TARAKAN - Cuaca buruk tampaknya berimbas terhadap wilayah pesisir  di Kelurahan Juata Laut. Seperti…

Rabu, 17 Januari 2018 15:06

Jalan Terakhir, Laksanakan Putusan

TARAKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid sedang menghadapi persoalan hukum. Pengadilan Tata…

Rabu, 17 Januari 2018 15:03

Turis Tiongkok Tunda ke Kaltara

TARAKAN – Pemerintah Tiongkok, memberikan warning terhadap warganya yang akan berkunjung ke Indonesia.…

Rabu, 17 Januari 2018 14:57

14 Hari Periksa Nakhoda

TARAKAN – Insiden hancurnya anjungan terminal keberangkatan Pelabuhan tengkayu I  SDF Tarakan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .