MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 10 Januari 2018 11:06
Nunukan Miliki Peluang Besar

Lepas Ketergantungan Sembako Malaysia

MASIH ADA: Keberadaan LPG 14 Kg asal Tawau, Malaysia yang hingga saat ini masih banyak digunakan masyarakat menjadi salah satu contoh lemahnya persaingan produk dalam negeri dengan buatan luar negeri. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Ketergantungan terhadap Malaysia bukan rahasia lagi di Kabupaten Nunukan. Sebagai wilayah perbatasan, tentunya masih sangat membutuhkan suplai barang, khususnya sembilan bahan pokok (sembako) ke masyarakat. Hal ini terjadi akibat sulinya transportasi untuk mendatangkan barang dalam negeri.

Namun, saat ini tentunya berbeda. Apalagi adanya jalur tol laut yang menyambangi wilayah perbatasan. Yakni, Pelabuhan Sebatik dan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Tentunya, bukan hal mustahil lagi mendatangkan gula pasir, minyak makan, dan tepung, yang selama ini didominasi dari Tawau, Malaysia.

Sejak masuknya transportasi laut Surabaya-Nunukan, sejumlah produk lokal mulai masuk ke Nunukan. Seperti minuman mineral dan makanan ringan lainnya. Tak hanya itu, beberapa alat elektronik juga demikian. Semakin tahun mendominasi di wilayah perbatasan. Termasuk pakaian dan lainnya. Hal ini merupakan bukti nyata jika saat ini barang yang disuplai pengusaha di Nunukan tak hanya didominasi  produk Tawau, Malaysia. Namun produk dalam negeri mulai ramai dan menjadi kebutuhan masyarakat Nunukan. Sebab, ketersedian barangnya memang ada. “Saya yakin, jika barang sembako dari Malaysia itu ditetapkan cukainya, seperti perdagangan luar negeri, harganya pasti lebih mahal dari barang yang dari Surabaya,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar kepada media ini.

Ia mencontohkan tabung  Liquified Petroleum Gas (LPG) 14 kilogram (kg) milik Malaysia. Sampai saat ini masih saja banyak ditemukan. Khususnya di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. Padahal, pemerintah telah mendatangkan LPG 3 kg yang diperuntukan bagi warga kurang mampu. Lalu, ada juga LPG 12 dan 5,5 kg yang khusus untuk masyarakat kelas menengah ke atas. “Tapi, sampai saat ini LPG produk Pertamina itu sulit bersaing. Karena LPG Malaysia itu tetap bisa masuk,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini alasan yang terlontar kepada masyarakat pengguna LPG Malaysia lantaran pemerintah tak menyediakan LPG buatan dalam negeri. Namun, setelah disiapkan, justru tak digunakan. Olehnya itu, sudah saatnya ketergantungan terhadap produk Malaysia dihilangkan secara perlahan. “Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Hanya saja, kemauan itu harus didukung dengan instansi tekait juga. Tidak hanya kami saja,” tegasnya.

Dikatakan, selama ini produk Tawau, Malaysia memang sangat mudah masuk ke Nunukan dan Pulau Sebatik. Ini lantaran masih kentalnya dengan budaya kearifan lokal yang telah terjadi sejak lama. Bahkan, ketika Kabupaten Nunukan masih merupakan wilayah kecamatan dari Kabupaten Bulungan. “Inilah yang ingin pelan-pelan diubah. Segala produl dalam negeri mulai didatangkan untuk melepask ketergantungan itu,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Nunukan Irsan Humokor mendukung penuh upaya Pemkab Nunukan. Khususnya Disdag Nunukan dalam menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap produk Tawau, Malaysia.  “Apalagi saat ini transportasi dari Pulau Jawa dan Sulawesi sudah sangat mendukung. Sehingga, upaya itu memang perlu didukung,”ungkapnya saat dihubungi media ini kemarin.

Ia mengatakan, agar tujuan Pemkab Nunukan tercapai, tentunya diperlukan koordinasi dengan instansi terkait yang ada di Kabupaten Nunukan. Karena, tanpa dukungan itu semua tentunya sulit diwujudkan. “Saya rasa, komitmen bersama saja yang perlu ada. Tidak hanya pemerintah daerah saja, tapi juga instansi vertikal lainnya. Khususnya pengusaha yang selama ini memasuk barang asal Malaysia itu,” jelasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…

Senin, 22 Januari 2018 13:01

Tol Laut, Tunon Taka Trayek Tiga

NUNUKAN -Upaya ‘satu harga sembako’ hingga ke perbatasan terus dilakukan pemerintah pusat.…

Senin, 22 Januari 2018 13:00

Perdagangan Masih Lesu

KEADAAN ekonomi belum juga pulih sepenuhnya. Seperti di sejumlah pasar, pedagang masih merasakan pembeli…

Senin, 22 Januari 2018 10:45

Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Lokal

NUNUKAN – Pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat Nunukan dipastikan tetap aman. Meskipun saat…

Senin, 22 Januari 2018 10:43

Setahun, Penduduk Bertambah 177 Ribu Jiwa

NUNUKAN – Jumlah penduduk Kabupaten Nunukan tahun 2017 tercatat mengalami sedikit penambahan dari…

Senin, 22 Januari 2018 10:41

Dukung Masyarakat Kawal Pembangunan Fasum

NUNUKAN – Akses komunikasi saat ini semakin canggih. Tak butuh lama, peristiwa di luar daerah…

Minggu, 21 Januari 2018 20:36

Akhirnya...Bupati Bersedia Melantik Tiga ASN

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid memastikan tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .