MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Januari 2018 11:24
Pernah Diusir Keluarga Korban, Dikira Mewakili Tersangka

Mengenal Sosok Sofyan Adi Nugroho, Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tarakan

SEDERHANA: Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tarakan Sofyan Adi Nugroho (tengah) bersama para stafnya saat ditemui di kantornya. JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Sofyan Adi Nugroho sudah mengabdi selama 27 tahun di Jasa Raharja. Pahit dan manis dalam menjalani pekerjaanya ini sudah dia rasakan.  Dia dituntut untuk bergerak cepat memberikan santunan korban kecelakaan di darat, laut dan udara. Berikut kisahnya selengkapnya.

JANURIANSYAH

DITERIMA sejak tahun 1991 menjadi seorang pegawai Jasa Raharja, setelah melalui rangkaian tes penerimaan di Jakarta. Sofyan Adi Nugroho harus sudah siap ditugaskan di mana saja, untuk bisa menyampaikan amanat serta santunan kepada keluarga korban kecelakaan darat, laut dan

Bapak dua orang anak ini pertama kali bertugas di Kota Bandar Lampung,  Provinsi Lampung. Posisi pertama yang diduduki Sofyan sapaan akrabnya, petugas pelaksana administrasi, saat itu dia bertugas mendata korban kecelakaan untuk diberikan santunan oleh Jasa Raharja. Selama 18 tahun bertugas di kota dengan julukan Tapis Berseri itu, dia juga sempat menjabat sebagai Pj Samsat dan Kasir Samsat saat itu.

“Sekitar 18 tahun saya bertugas di Provinsi Lampung. Setelah tahun 2008 saya pindah ke Jakarta, mengisi posisi Kasubag SW di Jasa Raharja Cabang DKI Jakarta. Dari situ saya pindah tugas  lagi ke Kantor Pusat Jasa Raharja masuk dalam divisi penelitian dan pengembangan sebagai kasi pengembangan,” tutur pria asli Jakarta ini.

Setelah itu tahun kemarin, Sofyan kembali harus beradaptasi dengan tempat yang baru. Kali ini dia diamankan  menjadi Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tarakan. Artinya dengan mengemban tugas baru ini, Sofyan harus rela terpisah jarak jauh dengan keluarga, yang merupakan pengalaman baru baginya. Sebab  selama ini dia selalu membawa istri dan kedua anaknya ketika akan berpindah tugas.

“Kalau saat ini saya tidak bawa istri dan kedua anak saya. Karena harus mengurus lagi pindah sekolahnya dan hal-hal lain. Jadi  saya menyerahkan pengawasan anak kepada istri saya di Jakarta. Terkadang untuk mengobati rasa kangen dengan istri dan anak saya, biasanya saya video call. Dan bila ada penugasan ke Jakarta saya menyempatkan untuk singgah ke rumah untuk bertemu dengan mereka bertiga,” ujarnya.

Pria kelahiran tahun 1966 ini juga menceritakan, bagaimana dirinya harus meninggalkan keluarga ketika menjalankan tugas memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan.

“Keluarga saya sudah memahami pekerjaan saya.  Jadi ketika liburan tiba-tiba saya  meninggalkan keluarga karena adanya peristiwa kecelakaan mereka sudah paham. Namanya juga tugas yang diberikan oleh negara,” bebernya.

Baginya menjadi seorang petugas Jasa Raharja, memiliki beban tersendiri yang harus diemban. Karena Sofyan harus secepat mungkin memberikan santunan kepada keluarga korban, ketika mendapatkan informasi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

“Kami langsung turun memberikan bantuan dalam bentuk santunan, hal ini dilakukan agar keluarga korban atau ahli waris menggunakan santunan tersebut sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Pria asli Kota Metropolitan julukan Kota Jakarta ini menuturkan, menjadi seorang petugas Jasa Raharja tidaklah mudah, karena harus mempunyai keahlian untuk menyesuaikan kondisi atau suasana saat mendatangi keluarga korban kecelakaan. Dia menceritakan pada tahun 2005 di Kabupaten Lampung Utara tepatnya di Kotabumi, dia memiliki pengalaman yang tidak mengenakkan. Dia sempat akan diusir oleh keluarga korban laka lantas saat itu.

“Waktu itu saya sempat akan diusir karena dikira merupakan perwakilan keluarga penabrak yang ingin memberikan santunan. Padahal waktu itu saya lengkap menggunakan baju Jasa Raharja, tapi dikira perwakilan keluarga penabrak,” tutur Sofyan sembari mengingat kembali kejadian itu.

Namun suasana mencair, ketika dirinya menjelaskan bahwa maksud tujuannya adalah memberikan santunan kepada keluarga korban dan ahli waris. “Masing-masing keluarga korban kecelakaan pasti memiliki karakter yang berbeda-beda. Jadi kita harus berusaha semaksimal mungkin menyesuaikan diri dan berbaur dengan keluarga korban,” bebernya.

Selain itu, menjadi petugas Jasa Raharja juga harus memiliki mental yang kuat dalam menghadapi situasi yang tidak terduga,  seperti pengalaman yang tidak pernah dirinya lupakan pada tahun 1998 dimana dirinya ditugaskan untuk memberikan santunan dari korban laka lantas di Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.

“Saat itu saya melihat lokasi rumah ahli yakni sorang wanita lansia, sungguh sangat memprihatinkan. Tinggal di gubuk yang beralaskan tanah, belum lagi wanita lansia tersebut harus tidur di atas amben bambu yang di bawahnya ada kandang ayam dan kambing.  Saat melihat kondisi itu sangat miris, terlebih wanita itu harus kehilangan suaminya akibat laka lantas, ” tuturnya.

Dirinya juga menuturkan, selama bertugas di Jasa Raharja, peristiwa terbaliknya SB Rejeki Baru Kharisma dan SB Anugerah Express menjadi peristiwa yang tak akan pernah dilupakannya. Bagaimana tidak, baru 7 bulan menjabat sebagai Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tarakan, dia sudah dihadapkan peristiwa yang banyak merengut nyawa tersebut.

“Mendapatkan informasi tersebut kami dari Jasa Raharja langsung bergerak cepat memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal. Memberikan biaya jaminan perawatan kepada korban yang luka, saat kejadian SB Anugerah Express kami juga juga melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Dirinya sempat mengungkapkan rasa kekecewaannya, bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui Jasa Raharja dan tugas-tugasnya yang sangat penting memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan.

Tentunya dirinya berharap masyarakat dapat lebih banyak mengetahui keberadaan Jasa Raharja, sebagai tangan pemerintah dalam hal memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan.

“Bila masyarakat sudah tahu tugas dan fungsi Jasa Raharja, tentu hal tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat itu sendiri. Karena ketika salah satu keluarganya mengalami kecelakaan baik darat, laut maupun udara sudah tahu harus ke mana, jangan sampai mereka tidak melaporkan hak yang harusnya diterima keluarga korban malah tidak diterima,” pungkasnya.(***/nri)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:51

Kapolres Baru, Fokus Suksesi Pilwali

TARAKAN – Rabu (25/4), nakhoda kepemimpinan Polres Tarakan secara resmi berganti dari AKBP Dearystone…

Kamis, 26 April 2018 13:23

Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara

TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani.…

Kamis, 26 April 2018 13:17

Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika…

Kamis, 26 April 2018 13:16

Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal

TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar,…

Kamis, 26 April 2018 13:11

SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga

TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko…

Kamis, 26 April 2018 12:51

Stok Barang Aman, Harga Masih Normal

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar.…

Kamis, 26 April 2018 12:40

Salurkan 5.800 Tabung Per Hari

TARAKAN - Naiknya harga LPG 3 kg  di beberapa pangkalan dan terlihat langka memang masih menjadi…

Kamis, 26 April 2018 12:33

Rutin Melakukan Swadaya Setiap Bulan

TARAKAN – Inisiatif warga RT 2, Kelurahan Juata Kerikil untuk membangun lingkungan sangat tinggi.…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .