MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Januari 2018 11:22
Filipina Selatan Destinasi Favorit Teroris
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Reza Nurjamil terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat. Menurut pengamat Teroris Nasir Abbas, diamankannya Reza tidak menutup kemungkinan menyangkut aktivitas pengiriman teroris ke luar negeri terhenti.

Dijelaskan, peran Reza menjadi penyalur pengiriman oknum teroris ke luar negeri sangat dibutuhkan. Sebab, melalui jalur ilegal dengan mudah ke luar negeri. Apalagi, Nunukan berbatasan darat maupun laut dengan Malaysia dan Filipina.

“Walaupun petugas sudah mengamankan satu orang, tentunya aktivitas ini tidak akan berhenti begitu saja,” ujar Nasir Abbas, Senin (8/1).

Lebih lanjut dikatakan, Filipina merupakan destinasi favorit dikunjungi kelompok teroris. Sebab, di Filipina mereka dilengkapi dengan senjata. Tentunya kelompok teroris ini ingin mengimplementasikan ‘jihad’.

“Selatan Filipina tempat menarik bagi kelompok separatis. Kelompok teroris di Indonesia menjadi tujuan menarik ke sana, karena memiliki senjata,” tambah mantan pimpinan teroris Asia Tenggara ini.

Untuk itu, jalur ilegal menjadi tujuan utama kelompok teroris untuk memudahkan pergerakan mereka. Dengan cara merekrut orang lokal. Tak hanya itu, terkadang para kelompok teroris ini melalui jalur legal tujuan Malaysia kemudian masuk ke Filipina.

“Terkadang melalui jalur legal tetapi identitas dipalsukan. Masuk ke Malaysia namun tujuan utama ke Filipina,” tambahnya.

Senada yang dikatakan pakar dan penelitian teroris di Asia Tenggara, Sidney Jones. Daerah perbatasan khususnya Nunukan-Tawau-Filipina sudah lama menjadi jalur teroris. Sehingga, diamankannya Reza merupakan hal yang wajar.

“Sudah lama itu jadi jalur teroris. Mulai dari DI/NII pada tahun 90-an,” singkat penasihat senior International Crisis Group (ICG) ini.

Upaya kerjasama antara Densus 88 dengan branch di Malaysia sudah berjalan baik. Hanya saja yang perlu dilakukan memberikan pelatihan kepada sejumlah petugas sehingga lebih waspada lagi terhadap kelompok teroris yang ingin ke Filipina melalui Malaysia.

“Harus dilakukan pelatihan kepada petugas Imigrasi Nunukan agar lebih waspada terhadap teroris yang ingin ke Sabah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dua Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu WN Malayisa tertangkap di Sandakan, Sabah, Malaysia lantaran diduga sebagai jaringan teroris Filipina Selatan.  FA dan AL diamankan pasukan E-8 (Unit Khusus Anti Terorisme) Polis Diraja Malaysia (PDRM) pada 15 Juni lalu di Jalan 3, Sandakan, Sabah.

Keduanya berencana masuk ke Filipina melalui Sabah, Malaysia guna melakukan persiapan aksi terorisme. Saat ini kedua WNI telah menjadi proses sidang di Majelis Khusus Kota Kinabalu.

 

REMAJA JADI INCARAN PAHAM RADIKAL

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nunukan menilai usia remaja menjadi target kelompok teroris untuk merekrut sebagai anggota. Sehingga, upaya pencegahan terus upayakan agar para remaja tidak mudah dipengaruhi.

Itu dikatakan Kepala Kesbangpol Nunukan Suhadi S.Hut. Ia menjelaskan, langkah yang dilakukan pihaknya mengantisipasi paham radikal terhadap remaja dengan memberikan wawasan kebangsaan.

Dengan menyambangi sekolah diharapkan mampu menghindarkan remaja dari paham radikal. Kejadian diamankannya satu orang terduga teroris harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat Nunukan. “Kita sudah mulai ke sekolah-sekolah. Karena, usia remaja ini memang mudah terpengaruh. Sehingga, selain pengawasan juga pemberian wawasan kepada remaja agar tidak mudah terpengaruh,” kata Suhadi, Senin (8/1).

Dengan memberikan wawasan kebangsaan kepada remaja dapat membuka pikiran para anak untuk menghargai perbedaan. Dengan keberagaman mampu menyatukan. Sehingga fanatik seorang remaja tidak berlebihan yang dapat berujung tindakan radikal.

“Utamanya tentang wawasan kebangsaan agar para remaja tidak mudah dikendalikan dan menghargai perbedaan,” tambahnya saat ditemui di kantornya.

Letak geografis Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia dan Filipina meletakkan potensi ancaman yang serius. Sebab, banyaknya jalur ilegal yang digunakan pelaku teroris keluar masuk. Belum lagi, bagian Selatan Filipina merupakan tempat kelompok teroris.

Saat anak melanjutkan pendidikan di luar daerah jauh dari pengawasan orang tua. Dengan memberikan pemahaman dam memiliki dasar yang kuat tentunya tidak mudah dipengaruhi.

Lanjutnya, usia remaja masa persinggahan. Apalagi jika dipengaruhi faktor ekonomi membuat anak di usia remaja mudah terpengaruh. “Kalau sudah tidak ada pekerjaan, ditawari dengan cara mudah dengan janji-janji masuk surga bisa membuat cepat terpengaruh,” tambahnya.

Ia berharap agar para orang tua untuk ikut mengawasi pergaulan anak agar tidak terjerumus dengan paham radikal. “Peran orang tua juga sangat penting, turut mengawasi anak,” pungkasnya. (akz/lim)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .