MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Januari 2018 11:22
Filipina Selatan Destinasi Favorit Teroris
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Reza Nurjamil terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat. Menurut pengamat Teroris Nasir Abbas, diamankannya Reza tidak menutup kemungkinan menyangkut aktivitas pengiriman teroris ke luar negeri terhenti.

Dijelaskan, peran Reza menjadi penyalur pengiriman oknum teroris ke luar negeri sangat dibutuhkan. Sebab, melalui jalur ilegal dengan mudah ke luar negeri. Apalagi, Nunukan berbatasan darat maupun laut dengan Malaysia dan Filipina.

“Walaupun petugas sudah mengamankan satu orang, tentunya aktivitas ini tidak akan berhenti begitu saja,” ujar Nasir Abbas, Senin (8/1).

Lebih lanjut dikatakan, Filipina merupakan destinasi favorit dikunjungi kelompok teroris. Sebab, di Filipina mereka dilengkapi dengan senjata. Tentunya kelompok teroris ini ingin mengimplementasikan ‘jihad’.

“Selatan Filipina tempat menarik bagi kelompok separatis. Kelompok teroris di Indonesia menjadi tujuan menarik ke sana, karena memiliki senjata,” tambah mantan pimpinan teroris Asia Tenggara ini.

Untuk itu, jalur ilegal menjadi tujuan utama kelompok teroris untuk memudahkan pergerakan mereka. Dengan cara merekrut orang lokal. Tak hanya itu, terkadang para kelompok teroris ini melalui jalur legal tujuan Malaysia kemudian masuk ke Filipina.

“Terkadang melalui jalur legal tetapi identitas dipalsukan. Masuk ke Malaysia namun tujuan utama ke Filipina,” tambahnya.

Senada yang dikatakan pakar dan penelitian teroris di Asia Tenggara, Sidney Jones. Daerah perbatasan khususnya Nunukan-Tawau-Filipina sudah lama menjadi jalur teroris. Sehingga, diamankannya Reza merupakan hal yang wajar.

“Sudah lama itu jadi jalur teroris. Mulai dari DI/NII pada tahun 90-an,” singkat penasihat senior International Crisis Group (ICG) ini.

Upaya kerjasama antara Densus 88 dengan branch di Malaysia sudah berjalan baik. Hanya saja yang perlu dilakukan memberikan pelatihan kepada sejumlah petugas sehingga lebih waspada lagi terhadap kelompok teroris yang ingin ke Filipina melalui Malaysia.

“Harus dilakukan pelatihan kepada petugas Imigrasi Nunukan agar lebih waspada terhadap teroris yang ingin ke Sabah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dua Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu WN Malayisa tertangkap di Sandakan, Sabah, Malaysia lantaran diduga sebagai jaringan teroris Filipina Selatan.  FA dan AL diamankan pasukan E-8 (Unit Khusus Anti Terorisme) Polis Diraja Malaysia (PDRM) pada 15 Juni lalu di Jalan 3, Sandakan, Sabah.

Keduanya berencana masuk ke Filipina melalui Sabah, Malaysia guna melakukan persiapan aksi terorisme. Saat ini kedua WNI telah menjadi proses sidang di Majelis Khusus Kota Kinabalu.

 

REMAJA JADI INCARAN PAHAM RADIKAL

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nunukan menilai usia remaja menjadi target kelompok teroris untuk merekrut sebagai anggota. Sehingga, upaya pencegahan terus upayakan agar para remaja tidak mudah dipengaruhi.

Itu dikatakan Kepala Kesbangpol Nunukan Suhadi S.Hut. Ia menjelaskan, langkah yang dilakukan pihaknya mengantisipasi paham radikal terhadap remaja dengan memberikan wawasan kebangsaan.

Dengan menyambangi sekolah diharapkan mampu menghindarkan remaja dari paham radikal. Kejadian diamankannya satu orang terduga teroris harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat Nunukan. “Kita sudah mulai ke sekolah-sekolah. Karena, usia remaja ini memang mudah terpengaruh. Sehingga, selain pengawasan juga pemberian wawasan kepada remaja agar tidak mudah terpengaruh,” kata Suhadi, Senin (8/1).

Dengan memberikan wawasan kebangsaan kepada remaja dapat membuka pikiran para anak untuk menghargai perbedaan. Dengan keberagaman mampu menyatukan. Sehingga fanatik seorang remaja tidak berlebihan yang dapat berujung tindakan radikal.

“Utamanya tentang wawasan kebangsaan agar para remaja tidak mudah dikendalikan dan menghargai perbedaan,” tambahnya saat ditemui di kantornya.

Letak geografis Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia dan Filipina meletakkan potensi ancaman yang serius. Sebab, banyaknya jalur ilegal yang digunakan pelaku teroris keluar masuk. Belum lagi, bagian Selatan Filipina merupakan tempat kelompok teroris.

Saat anak melanjutkan pendidikan di luar daerah jauh dari pengawasan orang tua. Dengan memberikan pemahaman dam memiliki dasar yang kuat tentunya tidak mudah dipengaruhi.

Lanjutnya, usia remaja masa persinggahan. Apalagi jika dipengaruhi faktor ekonomi membuat anak di usia remaja mudah terpengaruh. “Kalau sudah tidak ada pekerjaan, ditawari dengan cara mudah dengan janji-janji masuk surga bisa membuat cepat terpengaruh,” tambahnya.

Ia berharap agar para orang tua untuk ikut mengawasi pergaulan anak agar tidak terjerumus dengan paham radikal. “Peran orang tua juga sangat penting, turut mengawasi anak,” pungkasnya. (akz/lim)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .