MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 08 Januari 2018 11:56
Harga BBM di KTT Tembus Rp 15 Ribu
LANGKA: Salah satu warga yang harus mendorong kendaraannya akibat kehabisan BBM. Kelangkaan dan mahalnya BBM di pedagang eceran menjadi penyebabnya. RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG - Dalam beberapa hari terakhir ini, keberadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mulai langka. Akibatnya, harga yang dijual pedagang eceran ikut naik meroket setelah terjadi kelangkaan.

Salah seorang pedagang BBM eceran yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, dalam beberapa hari terakhir keberadaan BBM jenis premium mulai sulit diperoleh. Harga BBM yang dijualnya sebesar Rp 10 ribu per liter, naik menjadi Rp 15 ribu per liter.

Untuk mendapatkan BBM khususnya bensin yang dijualnya secara eceran tersebut, ia harus memperolehnya hingga ke Kota Tarakan dengan harga yang sangat mahal. Akibat stok yang agak berkurang dari biasanya, ia pun harus manaikkan harga BBM yang dijualnya itu.

“Saya mengambil dari Tarakan dengan harga tinggi, belum lagi ongkos speedboat-nya. Terpaksa jual mahal, biasanya kami membeli di SPBU, tapi sampai saat ini belum juga datang makanya saya menjual dengan harga per liter Rp 15 ribu,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang pengecer bensin lainnya di Desa Tideng Pale Timur, ia menjual BBM dengan harga Rp 15 ribu per liter. Ia juga memperoleh pasokan BBM dari Kota Tarakan, sama seperti pedagang BBM eceran lainnya.

Ismanto, salah seorang warga ketika ingin membeli BBM ke pedagang eceran sempat kaget dengan mahalnya harga BBM yang dijual. “Masa harga bensin bisa mengalami harga setinggi langit, yang tadinya hanya Rp 10 ribu kini menjadi Rp 15 ribu per liter, si pengecer beralasan kalau bensin diperolehnya dari Tarakan,” tuturnya.

Dari pantauan Radar Tarakan, memang dalam beberapa hari terakhir kelangkaan BBM terjadi di Kabupaten Tana Tidung. Hal itu disebabkan karena terlambatnya stok dari APMS yang sampai saat ini masih mengalami kekosongan. Masyarakat di Kabupaten Tana Tidung kini mulai resah dengan tingginya harga BBM.

Masyarakat meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung agar dapat menekan harga dan segera mengatasi kelangkaan stok BBM.

Sementara, pemilik APMS, Arifin ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengungkapkan, kekosongan BBM saat ini dikarenakan terjadinya gangguan sistem dari Pertamina dalam hal untuk penebusan BBM dan permasalahan administrasi kapal yang membawa BBM dari Tarakan ke KTT,” katanya

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan, kewenangan pemerintah daerah di bidang energi telah diambil alih provinsi. Sehingga, terjadinya kelangkaan BBM di KTT harus direspons Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk menyikapi permasalahan tersebut.

“Harapan saya pemprov harus segera menyikapi kelangkaan BBM tersebut dan menindak tegas pelaku-pelaku yang mencoba memanfaatkan situasi itu. Memang kalau saya lihat ada oknum-oknum yang bermain karena kelangkaan tersebut tidak merata adanya. Tarakan dan Bulungan stok BBM tetap tersedia sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Ibrahim Ali kepada awak media ini. (*/rko/eza)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .