MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 08 Januari 2018 11:37
Pemilik Kapal Belum Bisa ‘Move On’
BERHARAP PELAKUAN KHUSUS: Pemilik kapal sembako hingga saat ini masih menunggu keputusan akhir pemerintah Malaysia, agar tetap dapat berlayar ke Tawau, Malaysia. DOK/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemilik kapal pengangkut sembilan bahan pokok (sembako), dari Tawau, Malaysia masih tenang walaupun telah dilarang masuk sejak 1 Januari lalu. Saat ini masih diupayakan adanya negosiasi ke pemerintah Malaysia agar tetap dapat mengangkut sembako dari Tawau, Malaysia.

Salah seorang pemilik kapal sembako, H. Dama mengatakan, telah dilakukan pertemuan dengan pemerintah Malaysia yang ada di Tawau. Namun belum ada kesepakatan jalur tersebut terbuka bagi mereka. Para pengusaha berharap perlakuan khusus.

“Tetap tenang dulu hingga ada keputusan kembali, apakah masih diizinkan mengangkut sembako menggunakan kapal kayu,” kata H. Dama.

Menurutnya, syarat yang dilayangkan Malaysia sangat sulit dipenuhi, yakni armada dengan klasifikasi kapal besi. Satu harga kapal besi sangat mahal.

Menggunakan kapal jenis kayu, dinilai masih aman mengangkut sembako dari Tawau, Malaysia ke Nunukan. “Saat ini tidak ada yang punya kapal besi, jadi tidak ada yang bisa mengangkut sembako dari Tawau, Malaysia. Saya masih tetap berharap pemerintah Malaysia kembali memberikan izin untuk kapal kayu,” ujarnya.

Sementara, Ketua Kelompok Kertas Kerja Tiga Sosek Malindo Petrus Kanisius mengatakan, kapal pengangkut sembako dilarang masuk ke Malaysia. Jika ingin masuk perairan Malaysia wajib menggunakan kapal yang berbahan besi. Saat ini masih tahap negosiasi dengan pemerintah Malaysia.

“Saya sudah minta untuk kapal sembako yang digunakan selama ini masuk ke perairan Malaysia tetap dapat dipertahankan,” kata Petrus Kanisius.

Telah diusulkan kepada tim Sosek Malindo, Sabah Malaysia bahwa Border Trade Agreement (BTA) yang berlaku saat ini akan ditinjau kembali. Pelayaran Nunukan ke Tawau, Malaysia disamakan dengan kapal yang berlayar dari Filipina.

Menurutnya, tim Sosek Malindo, Sabah Malaysia masih memaklumi dan akan memberikan waktu hingga Juni 2018. Karena penggunaan kapal kayu yang berlayar dari Nunukan ke Tawau, Malaysia akan dibahas di tingkat pusat Pemerintah Malaysia.

Jika kapal kayu yang mengangkut sembako dari Tawau, Malaysia harus berhenti, maka akan bepengaruh dengan sektor perekonomian di Kabupaten Nunukan. Terutama kebutuhan sembako warga.

Dua negara akan mempertahankan perdagangan lintas batas yang berlaku di Nunukan dan Tawau sebagai bagian dari hubungan bilateral selama ini. Hingga saat ini tim Sosek Malindo tetap akan membahas persoalan ini.

“Tetap akan dicari solusinya, untuk itu perlu ada negosiasi kembali dilakukan kepada pihak Malaysia,” ujarnya. (nal/lim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 10:51

Pemilik Kue Berisi Narkoba DPO

NUNUKAN – Percobaan penyelundupan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu skala internasional,dengan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:29

Bukti Sudah Disiapkan

NUNUKAN – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Pulau Sebatik, menuai protes dari masyarakat,…

Selasa, 20 Februari 2018 10:27

Dikabulkan 24 Jam, Hanya Selama Sepekan

NUNUKAN -  Masyarakat Krayan menuntut pelayanan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang selama…

Selasa, 20 Februari 2018 10:25

Ditemukan Rencana Pembalakan Liar

NUNUKAN - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 621/Manuntung (MTG) melakukan patroli…

Senin, 19 Februari 2018 10:35

Sabu Dalam Dubur Ketahuan Lagi

NUNUKAN – Polisi lagi-lagi mengamankan kurir narkoba jenis sabu-sabu. Barang bukti dimasukkan…

Senin, 19 Februari 2018 10:15

Warga Enggan Bayar Biaya Sertifikat

NUNUKAN – Pembuatan sertifikat tanah melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) atau program…

Senin, 19 Februari 2018 10:13

Wajib Dua Ribu KTP, H. Hafid Calon DPR RI

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Nunukan hadir dalam program Obrol Parpol di Kantor Radar Nunukan,…

Senin, 19 Februari 2018 09:49

Belum Ada Solusi, Jalan Terus Dikeluhkan

NUNUKAN – Menjadi Lokasi Prioritas (Lokpri) I dan II tak membuat Krayan keluar dari kesulitan.…

Senin, 19 Februari 2018 09:40

Telur Palsu Meresahkan

NUNUKAN – Telur palsu diduga kini telah beredar di Kabupaten Nunukan. Keresahan masyarakat semakin…

Senin, 19 Februari 2018 09:38

TKI Ilegal Dipicu Migrasi Keluarga

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal tak juga mereda.  Salah satu pemicunya karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .