MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 08 Januari 2018 11:37
Pemilik Kapal Belum Bisa ‘Move On’
BERHARAP PELAKUAN KHUSUS: Pemilik kapal sembako hingga saat ini masih menunggu keputusan akhir pemerintah Malaysia, agar tetap dapat berlayar ke Tawau, Malaysia. DOK/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemilik kapal pengangkut sembilan bahan pokok (sembako), dari Tawau, Malaysia masih tenang walaupun telah dilarang masuk sejak 1 Januari lalu. Saat ini masih diupayakan adanya negosiasi ke pemerintah Malaysia agar tetap dapat mengangkut sembako dari Tawau, Malaysia.

Salah seorang pemilik kapal sembako, H. Dama mengatakan, telah dilakukan pertemuan dengan pemerintah Malaysia yang ada di Tawau. Namun belum ada kesepakatan jalur tersebut terbuka bagi mereka. Para pengusaha berharap perlakuan khusus.

“Tetap tenang dulu hingga ada keputusan kembali, apakah masih diizinkan mengangkut sembako menggunakan kapal kayu,” kata H. Dama.

Menurutnya, syarat yang dilayangkan Malaysia sangat sulit dipenuhi, yakni armada dengan klasifikasi kapal besi. Satu harga kapal besi sangat mahal.

Menggunakan kapal jenis kayu, dinilai masih aman mengangkut sembako dari Tawau, Malaysia ke Nunukan. “Saat ini tidak ada yang punya kapal besi, jadi tidak ada yang bisa mengangkut sembako dari Tawau, Malaysia. Saya masih tetap berharap pemerintah Malaysia kembali memberikan izin untuk kapal kayu,” ujarnya.

Sementara, Ketua Kelompok Kertas Kerja Tiga Sosek Malindo Petrus Kanisius mengatakan, kapal pengangkut sembako dilarang masuk ke Malaysia. Jika ingin masuk perairan Malaysia wajib menggunakan kapal yang berbahan besi. Saat ini masih tahap negosiasi dengan pemerintah Malaysia.

“Saya sudah minta untuk kapal sembako yang digunakan selama ini masuk ke perairan Malaysia tetap dapat dipertahankan,” kata Petrus Kanisius.

Telah diusulkan kepada tim Sosek Malindo, Sabah Malaysia bahwa Border Trade Agreement (BTA) yang berlaku saat ini akan ditinjau kembali. Pelayaran Nunukan ke Tawau, Malaysia disamakan dengan kapal yang berlayar dari Filipina.

Menurutnya, tim Sosek Malindo, Sabah Malaysia masih memaklumi dan akan memberikan waktu hingga Juni 2018. Karena penggunaan kapal kayu yang berlayar dari Nunukan ke Tawau, Malaysia akan dibahas di tingkat pusat Pemerintah Malaysia.

Jika kapal kayu yang mengangkut sembako dari Tawau, Malaysia harus berhenti, maka akan bepengaruh dengan sektor perekonomian di Kabupaten Nunukan. Terutama kebutuhan sembako warga.

Dua negara akan mempertahankan perdagangan lintas batas yang berlaku di Nunukan dan Tawau sebagai bagian dari hubungan bilateral selama ini. Hingga saat ini tim Sosek Malindo tetap akan membahas persoalan ini.

“Tetap akan dicari solusinya, untuk itu perlu ada negosiasi kembali dilakukan kepada pihak Malaysia,” ujarnya. (nal/lim)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 15:15

Penerbitan Izin Berlayar Masih Gantung

NUNUKAN – Hingga kini, izin berlayar sejumlah perahu, speedboat, longboat…

Rabu, 14 November 2018 15:10

Dua Pekan, Polisi Tilang 792 Pengendara

NUNUKAN – Pasca Operasi Zebra yang dilaksanakan serentak se-Indonesia selama…

Rabu, 14 November 2018 15:09

Minta Jasa Pemeliharaan, Namun Tak Ada Perbaikan

NUNUKAN – Pembayaran jasa pemeliharaan dermaga kepada masyarakat diberlakukan di…

Rabu, 14 November 2018 11:56

Anggaran Minim, Tak Jadi Masalah

MESKI sudah miliki penyidik dan sekali menangkap pelaku penyalahgunaan narkotika…

Rabu, 14 November 2018 11:26

Terlambat, Satu Peserta Gugur!!

NUNUKAN - Salah seorang peserta atas nama Nurkumala Sari Dewi…

Selasa, 13 November 2018 13:55

UMK 2019 Ditetapkan Rp 2,8 Juta

NUNUKAN – Setelah melalui pembahasan dan pertimbangan sejumlah pihak, Pemerintah…

Selasa, 13 November 2018 13:54

Tambah Dua Kecamatan di Perbatasan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, kembali memekarkan dua kecamatan…

Selasa, 13 November 2018 13:53

Bupati Pilih ‘Diam’ Soal Fee Proyek

NUNUKAN – Dunia maya kembali dihebohkan atas unggahan salah satu…

Selasa, 13 November 2018 13:51

Masih Banyak yang Kesulitan Menjangkau Ibu Kota

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan, akan…

Selasa, 13 November 2018 11:48

Kebakaran di Desa Atap Dipicu Korsleting

NUNUKAN – Para korban insiden kebakaran di Desa Atap Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .